Seorang remaja berinisial A (18) menusuk kakak kandungnya berinisial MZH (27), saat mabuk bareng di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Pemicunya pelaku tersinggung dengan omongan korban.
"Kata-kata dari korban yang membuat tersangka ini sakit hati, yaitu dengan kata-kata 'ngombe sitik wae mabuk', minum sedikit aja sudah mabuk," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Kamis (30/4/2026).
Mendengar itu pelaku kemudian mengambil pisau dapur sepanjang 25 sentimeter bergagang hitam dan melakukan penusukan kepada korban sebanyak satu kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Mereka mabuk) Di depan rumah yang korban ini. Yang bersangkutan (pelaku) mengambil di dapur, mengambil senjata tajam yang berupa pisau kecil," ujar Andika.
"Dilakukan penusukan di punggung bagian belakang sehingga korban dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia. Satu tusukan saja," tambahnya.
Andhika menyebut jenazah korban sudah diautopsi. Ia menduga tusukan di punggung korban menembus hingga paru-paru sehingga korban meninggal dunia.
"Untuk korban sendiri sudah kita lakukan proses autopsi juga hasilnya pun nanti akan keluar. Namun dari hasil keterangan dokter forensik, bahwa memang penyebab kematiannya adalah berdasarkan karena adanya pendarahan di dalam bagian tubuh karena ada akibat tusukan benda-benda tajam," tutur Andika.
"Mungkin kena paru-parunya itu. Karena pendarahan banyak di dalam tubuhnya bagian paru-parunya," imbuhnya.
Pelaku kini telah diamankan di Mapolrestabes Semarang. Andika menyebut pelaku terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.
"Kemudian untuk tersangka sendiri kita jerat dengan pasal 458 KUHP. Yaitu setiap orang yang merampas nyawa orang sebagaimana dimaksud dalam pasal 488 KUHP dipidana penjara paling lama 15 tahun," jelas Andika.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa penusukan ini terjadi pada Sabtu (25/4) pukul 00.03 WIB. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharmasena, menerangkan saat itu kakak beradik tersebut tengah berkumpul meminum alkohol.
"Iya benar (terjadi pembunuhan). Ya, jadi mereka ini lagi kumpul-kumpul minum, ada alkohol juga," kata Andika saat dihubungi detikJateng, Sabtu (25/4).
