Maling Gamelan Unnes Ternyata Sama dengan Pencuri di ISI Solo dan Jogja

Maling Gamelan Unnes Ternyata Sama dengan Pencuri di ISI Solo dan Jogja

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 30 Apr 2026 10:37 WIB
Terduga pelaku pencurian gamelan di gedung B7, Laboratorium Seni Musik FBS Unnes yang tertangkap CCTV
Terduga pelaku pencurian gamelan di gedung B7, Laboratorium Seni Musik FBS Unnes yang tertangkap CCTV. Foto: Dok. FBS Unnes.
Semarang -

Pihak Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyebut pencuri gamelan di beberapa kampus yang tertangkap di Jogja, Aria Frigiantoro (50), ternyata juga pelaku pencurian gamelan di ISI Solo dan Jogja. Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan II Unnes, Burhanuddin.

Ia mengatakan, pihaknya mengetahui hal tersebut usai berkoordinasi dengan polisi di Jogja.

"Pelakunya sudah tertangkap oleh tim Polsek Bulaksumur Jogja," kata Burhanuddin saat dihubungi detikJateng, Kamis (30/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus kami sudah komunikasi dan dari tersangka memang dia katanya juga mengambil di Unnes," lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, tersangka Aria juga mencuri gamelan di Universitas Gadjah Mada, Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, dan ISI Solo.

ADVERTISEMENT

"Itu jaringan sama Isi Jogja, ISI Solo, sama pelakunya. Satu pelaku itu yang saya perhatikan," ucapnya.

"Pelaku sudah ditangkap, lalu ini sudah kami lihat perkembangannya dari pemeriksaan di Jogja," lanjutnya.

Usai kasus pencurian tersebut, kata Burhanuddin, pihak kampus langsung berkoordinasi dengan para civitas akademika kampus untuk mengetatkan keamanan.

"Kita koordinasi dengan semua unsur, dari keamanan, untuk meningkatkan pengamanan. Lalu dosen untuk lebih tepat bila bertemu orang-orang yang mencurigakan," ungkapnya.

Kepala Humas Unnes, Rahmat Petuguran, menyebut pihak kampus sudah mengantongi beberapa CCTV yang merekam pelaku untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Buktinya ada CCTV gambar orang masuk kemudian keluar gedung. Tapi nggak persis saat ngambil," kata Rahmat saat.

Ia menyebut, pelaku tampak keluar dari gedung dengan hanya membawa tas ransel yang diduga jadi wadah dari 23 bilah demung yang diambilnya.

"Dia bawa tas yang kami curigai berisi gamelan itu, demung. Kisaran kerugiannya karena itu kuningan ya sampai belasan juta rupiah," ujarnya.

Saat dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menyebut pihak kepolisian belum mendapat laporan atas kasus pencurian di Unnes.

"Jadi kita cek di Polsek juga nggak ada laporan itu. Nanti biar Polsek tak suruh ke koordinasi sama kampus dulu," kata dia saat dihubungi detikJateng.

Sebelumnya diberitakan, kasus pencurian gamelan terjadi di sejumlah kampus, termasuk di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (18/4). Sebanyak 13 bilah demung raib di Gedung B7 Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Unnes.

Pihak kampus sudah menduga ada sindikat di balik aksi pencurian gamelan yang terjadi di kampus. Selain di kampus, akhir-akhir ini pencurian gamelan juga terjadi di sanggar-sanggar.

"Berdasarkan pengamatan CCTV satu orang. Kami cek dari sudut yang lain, tidak ada orang yang mencurigakan lagi, hanya satu orang itu. Dan diindikasi sama dengan pelaku yang mengambil alat gamelan Jawa di ISI Solo, ISI Jogja, UGM. Dugaan saya orangnya sama," kata Wakil Dekan II Unnes, Burhanuddin, Senin (20/4).

Polisi pun telah menangkap Aria Frigiantoro (50) warga Surakarta dalam kasus pencurian gamelan di FIB UGM. Hasil pemeriksaan, pelaku juga mencuri gamelan di ISI Solo dan ISI Jogja.

"Dua bulan sebelum melakukan pencurian di FIB, pelaku melakukan pencurian di ISI Yogyakarta dengan mengambil 11 bilah. Kemudian di Solo juga demikian. Mengambil tujuh bilah," kata Kapolsek Bulaksumur, AKP Subilal saat rilis kasus di Mapolsek Bulaksumur, Selasa (28/4).




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads