Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Cilacap. KPK menyebut Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman terjaring dalam OTT ini.
Usai OTT di Kabupaten Cilacap, rombongan dibawa menggunakan bus ke Mapolresta Banyumas. Selain Syamsul, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap juga ikut dibawa KPK.
"Tadi rombongan sampai sini sekitar jam 16.15 WIB. Ada banyak orang di bus, termasuk PJU (pejabat utama)," kata anggota polisi Polresta Banyumas yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari informasi yang disampaikan, selain bus, KPK juga menggunakan sejumlah mobil kecil. Pantauan detikJateng, setidaknya ada tiga mobil dengan pelat nomor B dan F terparkir di halaman gedung Satreskrim Polresta Banyumas.
"Masih pemeriksaan awal," kata sumber tersebut.
Hingga pukul 17.14 WIB, Syamsul bersama sejumlah pejabat masih menjalani pemeriksaan di Gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas.
Diberitakan sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). KPK menyebutkan salah satu yang terjaring OTT ialah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.
"Benar," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat ditanya apakah benar Bupati Cilacap menjadi pihak yang terjaring OTT adalah Bupati Cilacap, Jumat (13/3).
