Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Ketua DPD Golkar Jateng, Mohammad Saleh pun buka suara soal kejadian yang menimpa kadernya itu.
"Kami dapat berita di media online terkait Bu Fadia," kata Saleh melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Ia mengaku akan menghormati proses hukum dan masih akan memantau hasil pemeriksaan Fadia yang kini sudah dibawa KPK ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menghargai proses hukum yg dilakukan oleh KPK. Kita tunggu aja hasil dari proses penyelidikan dalam 1x24 jam dari KPK," tuturnya.
Terkait pendampingan hukum untuk Fadia, Saleh menyebut hal itu bisa diberikan jika ada permintaan dari Fadia.
"Kami akan menunggu dari permintaan dari Bu Fadia jika memang membutuhkan pendampingan hukum. Tentu semuanya nanti akan kami laporkan ke DPP Golkar jika sudah ada update terkini dari KPK," ujarnya.
"Sementara itu dulu ya karena saya juga baru dapat kabar dari media online belum tahu detail persoalannya. Matur nuwun," lanjutnya.
Diketahui, juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK.
"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," kata Budi kepada wartawan saat diminta keterangan, Selasa (3/3/2026), dilansir detikNews.
Budi mengatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pun langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Budi.
(afn/apu)
