Kasus Selingkuh dengan Polisi, Mediasi Bidan Purworejo-Suami Deadlock

Kasus Selingkuh dengan Polisi, Mediasi Bidan Purworejo-Suami Deadlock

Rinto Heksantoro - detikJateng
Rabu, 23 Nov 2022 14:54 WIB
Ruang Reskrim Polres Purworejo.
Ruang Reskrim Polres Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng
Purworejo -

Mediasi antara bidan RAF (36) dan suaminya Dody Tisna (37) yang sebelumnya saling lapor ke polisi buntut dari kasus dugaan perselingkuhan hari ini digelar. Lalu bagaimana hasil mediasi yang digelar di Mapolres Purworejo tersebut?

Diketahui, bidan RAF yang diduga selingkuh dengan Bripka AS mengadukan suaminya karena merasa nama baiknya dicemarkan melalui video yang viral di media sosial. Sang suami, Dody Tisna juga telah melaporkan balik istrinya itu atas tuduhan perzinahan pornografi dan ITE.

Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kapolri, Jaksa Agung dan Menteri Kominfo dan Surat Edaran (SE) Kapolri, penyidik yang menangani kasus UU ITE, harus mengedepankan restorative justice dalam proses penyelesaian perkaranya. Oleh karena itu, pihak Polres Purworejo memfasilitasi kedua belah pihak untuk menggelar mediasi pada Rabu (23/11/2022) siang.


"Hari ini memang kita jadwalkan untuk memediasi antara Pak Dody dan bidan RAF terkait pengaduan keduanya tentang dugaan tindak pidana ITE di Sat Reskrim. Kita upayakan restorative justice," kata Kasi Humas Polres Purworejo, AKP Yuli Monasoni saat ditemui detikJateng di kantornya, Rabu (23/11/2022).

Namun upaya yang dilakukan petugas mempertemukan kedua belah pihak agar bisa berdamai tidak menemui titik temu. Antara bidan RAF dan suaminya Dody menginginkan kasus tetap dilanjutkan.

"Ternyata sudah kita upayakan tidak ada titik temu. Kedua belah pihak menghendaki masalah ini dilanjutkan. Hari ini buntu, aduannya tetap kita proses kedua-duanya," imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum Dody yakni Agus Triatmoko menuturkan jika mediasi dihadiri oleh kedua belah pihak yang didampingi oleh masing-masing kuasa hukum. Sebagai klien yang didampinginya, Dody menegaskan jika ia tidak ingin berdamai dengan istrinya.

"Keduanya datang didampingi masing-masing kuasa hukum. Setelah berlangsung hasilnya tidak ada kesepakatan. Mas Dody sendiri tidak bisa kalau harus mencabut terkait (laporan) itu. Kalau dicabut kan otomatis berhenti semua (kasusnya). Mas Dody pinginnya lanjut dan tidak ada kesepakatan damai," ucap Agus Triatmoko usai mediasi.

"Kalau dari pihak bidan RAF pinginnya damai, tapi mas Dody nggak bisa," sambungnya.

Keinginan damai dari bidan RAF juga dibenarkan oleh kuasa hukumnya yakni Agus Iman Santoso. Namun pihak suaminya tetap keukeuh menolak upaya damai tersebut.

"Kalau untuk hasil mediasi tadi untuk sementara gagal karena belum ada titik temu. Ya kalau dari pihak klien kami intinya memang kalau bisa untuk islah damai, tapi dari pihak Pak Dody nggak mau nggak ada kata damai," sebutnya.

Sejak mediasi dibuka, pihak bidan RAF sudah membuka ruang untuk berdamai demi kebaikan bersama, terlebih masih ada anak bisa jadi pertimbangan. Meski mediasi hari ini tidak ada titik temu, namun pihak bidan RAF masih berharap agar ke depan masih ada celah untuk berdamai.

"Tadinya kita membuka ruang, walau bagaimana pun kan masih satu keluarga dan masih ada anak. Ya karena mediasi gagal ya aduan masing-masing kita lanjut berproses sementara seperti itu," imbuhnya.

"Nggak tahu nanti, semoga ke depannya ada perubahan pemikiran ya siapa tahu bisa islah lagi. Ya kalau dari klien kami gitu, karena untuk kebaikan bersama," ucapnya menambahkan.

Awal mula mencuatnya kasus perselingkuhan itu baca halaman berikutnya