Seribu penari dari kalangan siswa sekolah dasar sampai menengah pertama menggelar pentas tari kolosal di Alun-alun Pati. Pentas tari kolosal ini sebagai upaya menjaga tradisi budaya di tengah gempuran era teknologi yang pesat.
Pementasan diawali dengan gambaran kekayaan budaya dari belahan timur hingga barat Indonesia. Mulai dari tarian khas Kalimantan dan Papua. Sampai akhirnya berlabuh di tanah Jawa Tengah.
Sesampainya di Jawa Tengah, alur cerita merekam jejak sejarah Pati dan hubungannya yang dinamis dengan Kerajaan Mataram. Meski sempat diwarnai perselisihan, pertunjukan ini menegaskan pesan moral yang mendalam. Persaudaraan dan semangat untuk melangkah bersama demi kemajuan wilayah adalah yang utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koreografer tari kolosal, Lailatul Kodriyah, mengatakan persiapan pentas tari kolosal ini membutuhkan waktu selama 2 pekan. Tari ini diikuti 1.000 peserta dari SD sampai SMP di Pati.
Lailatul mengaku tidak mudah mempersiapkan tarian kolosal ini. Sebab peserta berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Meskipun demikian, tari kolosal tersebut sukses digelar Minggu pagi ini.
"Persiapannya 2 minggu, kesulitannya karena satu anaknya dari tempat yang berbeda sehingga latihan tidak dijadikan satu, dijadikan satu hanya 2 kali, sebelum itu di sekolah-sekolah yang menjadi peserta," jelasnya ditemui di lokasi, Minggu (23/8/2026).
Lewat tarian ini, Lailatul berharap supaya Pati semakin maju dan lebih terang lagi. "Nilainya Pati tetap maju, sumunar terang bahwa Kabupaten Pati siap maju menjadi wilayah baik dan lebih terang," jelas dia.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa tari kolosal ini sebagai upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya di tengah perkembangan teknologi sekarang ini.
"Ini adalah bukti, bahwa teknologi berkembang, teknologi sekarang menjadi perkembangan zaman tidak melunturkan tradisi dan budaya Kabupaten Pati," kata Chandra ditemui di lokasi.
Dijelaskan ada 1.000 peserta yang tampil pada pentas tari kolosal. Dengan demikian, Chandra berharap tradisi di Pati terus dilestarikan dan tidak luntur.
"Dengan acara ini membuktikan kepada seluruh masyarakat seluruh bangsa bahwa generasi muda terus mengupayakan tradisi seni budaya tumbuh di kalangan muda kabupaten Pati," ungkap dia.
