Kalender Jawa Sabtu Legi 22 Agustus 2026: Hari Baik Berdagang

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Sabtu Legi 22 Agustus 2026: Hari Baik Berdagang

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 22 Agu 2026 06:00 WIB
Matahari pagi belum nampak, kumandang azan subuh pun belum terdengar namun motor-motor dengan perlengkapan bubur di jok belakang sudah melintas di Kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.Mereka para penjual bubur yang berasal dari kampung Buwek dan Kampung Pulo yang kini terkenal dengan sebutan Kampung Bubur Tambun, terdapat puluhan hingga ratusan pedagang bubur di sini setiap harinya mereka berangkat pagi untuk menuju wilayah tempat dagangnya masing-masing.
Ilustrasi berdagang. Foto: Rifkianto Nugroho
Solo -

Hari ini, Sabtu (22/8/2026) bertemu dengan pasaran Legi. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 8 Mulud 1960, berada di Tahun Be, Windu Sancaya dan Wuku Madhangkungan.

Weton

Weton (hari kelahiran) Sabtu Legi memiliki neptu 14. Wataknya sopan serta lemah lembut tutur katanya, pandai merangkai kata-kata, murah hati, sabar, baik hati, tekun dan terampil dalam bekerja.

Pangarasan

Pangarasan pada weton ini adalah Lakuning Rembulan, artinya simpatik, penuh daya tarik, serba menyenangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pancasuda

Adapun Pancasuda, Bumi Kapetak. Bertipe pekerja keras, kuat menahan kekecewaan dan penderitaan, suka kerapian dan kebersihan. Namun memiliki sifat negatif yakni pendendam. Selain itu kebaikannya tidak terlihat orang lain.

ADVERTISEMENT

Wuku Madhangkungan

Lambang dewanya Bathara Basuki, cakap dalam berbicara, serba menerima keadaan yg ada: pandai bersyukur.

Gedungnya di atas, siapa saja yang melihat merasa senang, banyak akal. Selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan.

Pohonnya plasa, menjadi hiasan hutan, yang melihat senang, tetapi orang yang mendapat pengetahuan darinya, sulit memraktikanya.

Burungnya pelung, senang di air, tak suka berhura-hura, senang di tempat sepi. Apa saja yang dipikirkan tidak bisa diputuskan seketika, perlu direnungkan dahulu, baru mengambil keputusan. Digambarkan seperti burung perkutut hinggap di puncak gunung, menyombongkan kepandaiannya, memang agak berlagak cendekia atau alim, namun ada unsur keraguan di hatinya.

Lambangnya buaya angurak, dihormati orang lain. Bahayanya jika terkepa umpatan orang.

Kala ada di Timur, selama 7 hari di wuku tersebut jangan pergi ke Timur untuk urusan yang sangat penting.

Sabtu Legi Wuku Madhangkungan

Pada hari Sabtu Legi di wuku ini adalah hari baik untuk berdagang, karena antara penjual dan pembeli akan sama-sama senang dan saling diuntungkan. Ini juga hari baik untuk merobohkan bangunan untuk direnovasi. Meskipun demikian segi negatifnya pada hari ini penyakit dengan mudah menjangkit.

[Diasuh oleh Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo. Tayang rutin di detikJateng setiap pagi. Temukan wetonmu DI SINI]



(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads