Puncak tradisi Yaaqawiyyu di Jatinom, Klaten, hari ini berlangsung meriah. Sebanyak 65 ribu kue apem disebar dan menjadi rebutan warga yang menyemut di lokasi.
Puncak acara sebaran apem dimulai sekitar pukul 12.30 WIB, selepas salat Jumat di Masjid Gedhe Jatinom. Seusai salat Jumat, dua gunungan kue apem diarak ke panggung sendang Plampeyan yang berada di selatan kompleks masjid.
Rombongan paling depan arak-arakan adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili trah Ki Ageng Gribig. Hadir juga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kapolresta Klaten Kombespol Ari Cahya Nugraha, Dandim 0274/ Klaten Letkol Inf Slamet Hardiyanto, KGPH Hangabehi, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah didoakan oleh Dewan Pembina Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG), Moh Daryanto, apem dilempar ke ribuan orang di lapangan. Warga dari berbagai usia dan daerah langsung berebut kue berbahan baku beras, santan dan gula tersebut.
Penyebaran apem di acara Yaaqawiyyu, Jatinom, Klaten, Jumat (31/7/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng |
Daryanto menjelaskan, jumlah kue apem yang disebar tahun ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. Tahun ini sekitar 65 ribu butir.
"Tahun kemarin 50 ribu lebih sedikit, kali ini sekitar 65 ribu atau 6,5 ton. Jadi meningkat untuk tahun ini," kata Daryanto kepada wartawan seusai acara, Jumat (31/7/2026) siang.
Dijelaskan Daryanto, dengan meningkatnya jumlah kue apem yang disebar, diharapkan usaha UMKM kue apem juga meningkat.
"Kebutuhan bahan seperti tepung dan lainnya secara ekonomi ikut meningkat. Apem sendiri berasal dari kata afuwun yang artinya Allah SWT maha pemberi ampunan," ujar dia.
"Jadi nyebar apem itu nyebar ampunan, memberi maaf. Dan minta maaf itu ya segera, kalau kita minta maaf pada Allah ya segera, kepada sesama manusia ya segera," imbuhnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan tradisi Yaaqawiyyu bukan saja untuk meneladani ajaran Ki Ageng Gribig, tapi juga sebagai simbol semangat berbagi.
"Bukan sekadar tradisi, tapi juga simbol sedekah dan berbagi serta gotong royong. Juga menghormati para pejuang, serta membangkitkan ekonomi kerakyatan," kata Airlangga.
"Bertahun-tahun kami hadir, dan tidak berkurang yang hadir dan selalu bertambah. Hari ini diperkirakan 50 ribu yang hadir, " imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, acara grebeg Ageng Saparan di Kecamatan Jatinom, Klaten, ini berlangsung selama dua pekan, dan puncaknya penyebaran puluhan ribu apem.

