Mengulik Manuskrip Kuno Misterius dari Lereng Merbabu Magelang

Eko Susanto - detikJateng
Minggu, 26 Jul 2026 12:35 WIB
Kepala Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Joko Santoso di kantornya, Selasa (21/7/2026). Foto: dok. warga
Magelang -

Manuskrip daun lontar berusia ratusan tahun tersimpan rapi di Dusun Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Misteri isi tulisan tersebut hingga sekarang belum diketahui bahkan oleh peneliti.

Dusun Kedakan sendiri termasuk dusun tertinggi di wilayah Kabupaten Magelang. Adapun dusun ini berada di ketinggian 1800-an mdpl. Persisnya berada di jalur pendakian menuju Gunung Merbabu.

Konon di dusun ini terdapat Padepokan Ki Hajar Doko. Manuskrip ini tersimpan dengan dibungkus kain mori dan dalam satu kotak wayang jimat di rumah Mbah Dalang, Ki Supoyo.

"Yang mana dari isi tulisan yang tertera di daun lontar ini sampai dengan detik ini belum bisa ada yang menerjemahkan ataupun bahkan membaca," kata Kepala Desa Kenalan, Joko Santoso, saat ditemui di kantornya, Selasa (21/7/2026).



"Dulu itu pernah ada beberapa mahasiswa dari UI, UGM, IPB itu pernah mengadakan penelitian, dan dulu itu pernah menyimpulkan bahwa isi dari naskah yang ada di daun lontar itu bunyinya begini. Ketika tahun berikutnya dibaca itu sudah berbeda-beda lagi. Ganti tahun, ganti tahun artinya sudah berbeda-beda," sambung Joko.

Tulisan daun lontar dan wayang jimat tersebut, kata Joko, itu memang ada semacam keistimewaan.

"Istimewa begini, daun lontar itu yang lebarnya sekitar 4 atau 5 cm. Panjangnya sekitar 30 cm. Itu tertulis, kalau sekarang bisa menyebutkan itu tulisan Jawa-Buddha. Itu tulisannya aja nggak pakai tulisan tinta seperti di buku," ujar Joko.

"Tapi, semacam ukiran dan kanan-kirinya ini kan diukir. Istimewanya kenapa kok tidak tembus, padahal ketebalan cuma setebal kertas," sambung Joko.

Kepala Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Joko Santoso di kantornya, Selasa (21/7/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng



Joko mengatakan awal bulan ini dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta datang ke Dusun Kedakan. Mereka mengecek apakah ada kesamaan antara daun lontar di Dusun Kedakan sama dengan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

"Dari BRIN ketika sampai Kedakan (sekitar 10 atau 20 hari lalu), itu ternyata ketika dilihat dari tulisnya kok cocok sama yang berada di Perpusnas di Jakarta. Yang di sana (Perpusnas) kan sebagian sudah terbaca dari sekian banyak naskah itu diperkirakan ada 1.486 naskah," ujarnya.

"Itu semua (di Perpusnas) berdasarkan penelitian ternyata semua bersumber dari Dusun Kedakan. Yang mana bisa diketahui dari Kedakan semua tertera nama Simbah Ki Hajar Doko," sambungnya.




(ams/dil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork