Kalender Jawa Kamis Legi 18 Juni 2026: Jadi Suri Teladan

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Kamis Legi 18 Juni 2026: Jadi Suri Teladan

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 18 Jun 2026 06:00 WIB
Ilustrasi kalender Juni Hari Lahir Pancasila.
Ilustrasi kalender Jawa Kamis Legi 18 Juni 2026: jadi suri teladan. Foto: Gemini AI
Solo -

Hari ini, Kamis (18/6/2026) bertemu dengan pasaran Legi. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 2 Sura 1960, berada di Tahun Be, Windu Sancaya dan Wuku Galungan.

Kamis Legi

Weton (hari kelahiran) Kamis Legi memiliki neptu 13. Kecenderungannya tinggi cita-citanya, pandai bergaul, tetapi terkadang juga merasa dirinya tersisih dari lingkungannya.

Pangarasan

Pangarasan pada weton ini adalah Lakuning Lintang. Sifat positifnya memberikan arah dan suri tauladan bagi siapa saja. Akan tetapi kadang-kadang cenderung tidak menetap, misalnya dalam hal pekerjaan, tempat tinggal, dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pancasuda

Sedangkan Pancasuda, Satriya Wibawa Artinya, dihormati orang karena kemuliaan dan keluhurannya.

ADVERTISEMENT

Wuku Galungan

Wuku Galungan, lambang dewanya Bathara Kamajaya, sifatnya tidak murahan, dapat memberikan pencerahan hati yang susah, senang terhadap perbuatan baik, jauh dari perbuatan jelek. Memangku air di bokor, berderma dengan fisiknya. Tidak bisa hemat.

Pohonnya tangan, selalu aktif tak mau menganggur. Agak keras wataknya, selalu ingin memiliki kepunyaan orang lain. Burungnya nuri, sangat boros. Keras bicaranya, merelakan kekayaannya bukan karena pujian, karenanya kalau tidak dikendalikan menjadikan jauh keberuntungannya, dan serakah.

Bagaikan burung yang hinggap diatas, biasanya matapencahariannya dengan sarana meneliti, dengan berbagai godaan yang merintanginya. Lambangnya bambu yang kering, cenderung melarat.

Bahayanya jika bertengkar. Kala ada di Timur Laut, selama 7 hari pada wuku tersebut jangan pergi ke arah Timur Laut untuk urusan yang sangat penting.

Kamis Legi Wuku Galungan

Pada hari Kamis Legi di wuku ini termasuk hari yang jelek, tetapi ada baiknya juga. Tidak baiknya untuk bepergian karena akan ada aral di jalan. Baiknya adalah untuk menaikkan atau menyimpan padi ke lumbung atau gudang penyimpanan.

[Diasuh oleh Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo. Tayang rutin di detikJateng setiap pagi. Temukan wetonmu DI SINI]



(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads