Keraton Kasunanan Surakarta menggelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro BE 1960/2026. Kirab Malam 1 Sura tahun ini sendiri berbeda dari tahun sebelumnya karena ada dua rangkaian.
Dari pantauan detikJateng, baik dari Paku Buwono XIV Mangkubumi maupun dari Paku Buwono XIV Purbaya sama-sama menggelar acara di Sasana Sewaka. Hanya saja, untuk tempat duduk mereka saling membelakangi.
Dari Paku Buwono XIV Mangkubumi duduk menghadap ke timur. Sedangkan Paku Buwono XIV Purbaya menghadap barat atau Sasana Parasedya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk peserta kirab juga mendapat identitas yang berbeda. Peserta kirab PB XIV Purbaya memakai ID card bergambar PB XIV Purbaya.
Pihak PB XIV Mangkubumi, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan untuk rangkaiannya sendiri tidak mengadakan haul PB X di Sasana Sewaka karena sudah dilakukan beberapa hari yang lalu. Menurutnya, hal itu yang membedakan rangkaian acaranya dengan pihak PB XIV Purbaya.
"Ada banyak sebetulnya dan malam satu suro itu kan bersamaan dengan haulnya PB X dan kebetulan kalau dari kami sudah melakukan kegiatan itu kemarin supaya hari ini tidak terlalu padat nanti ada dukutan juga kita lakukan," katanya di Keraton Solo, Selasa (16/6/2026).
"Cuma kalau yang satu ini komplit ya dari haul dan dukutan, dan dukutannya seperti doa bersama terus perjalanan kirab sampai yang lain kirab ada yang bermunajat ada yang salat tahajud sambil menunggu mereka kembali seperti tahun-tahun kemarin," sambungnya.
Suasana di Sasana Sewaka ketika dua kubu menggelar Prosesi Kirab Malam 1 Suro, Selasa (16/6/2026) Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
Eddy berharap seluruh pihak dapat saling menahan diri demi kelancaran acara. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik Keraton dan budaya Jawa di mata nasional maupun internasional.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk saling menahan diri, menjaga harkat martabat, juga nama besar Keraton, nama besar Indonesia. Nama besar orang Jawa yang katanya santun dan penuh nilai luhur jangan tercederai dengan masalah yang tidak begitu penting," ujarnya.
Dirinya sendiri enggan mengungkapkan lebih dalam terkait prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro.
"Bisa saja nanti kita lihat situasi menurut saya itu bisa dilakukan (beriringan)," terangnya.
Terpisah, Juru Bicara Paku Buwono XIV Purbaya, KPA Singonagoro, memastikan seluruh persiapan menyambut Malam 1 Suro telah matang. Pihaknya menegaskan komitmen Keraton untuk menjaga agar prosesi kirab pusaka berjalan lancar, damai, dan bebas dari gangguan oknum.
"Dari Sinuhun (PB XIV Purbaya) kami sudah siap semua, sudah ditata dan dipersiapkan. Insyaallah kita tetap berkomitmen menjaga Suro ini tetap lancar dan damai," ujarnya ditemui di Kori Talangpaten.
Untuk peserta kirab sendiri dari kubu PB XIV Purbaya memang berkumpul di Kori Talangpaten sebelum masuk ke Pelataran Keraton Solo. Sedangkan peserta dari PB XIV Mangkubumi berkumpul di Kori Kamandungan.
"Kami berharap tidak ada oknum-oknum yang menumpangi atau menciptakan suasana kurang enak. Ini adalah kegiatan rutin yang sudah ada sejak era PB XII dan PB XIII. Kami melanjutkan estafet kepemimpinan," tegasnya.
Terkait jumlah pusaka yang akan dikirab, Purbaya menyatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu titah atau dawuh dari Sri Susuhunan Paku Buwono XIV Purbaya. Ia enggan mendahului keputusan sang Raja.
"Sampai hari ini belum (ada keputusan jumlah pusaka). Nanti kita lihat saja, karena kita tidak boleh ndisiki kerso (mendahului kehendak) Sinuhun. Tergantung titah dan instruksi Sinuhun," pungkasnya.

