Syawalan Sidugoro Klaten, 18 Gunungan Ketupat Ludes Diserbu Warga

Syawalan Sidugoro Klaten, 18 Gunungan Ketupat Ludes Diserbu Warga

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Sabtu, 28 Mar 2026 17:40 WIB
Rebutan ketupat saat syawalan di bukit Sidoguro, Krakitan, Bayat, Klaten.
Rebutan ketupat saat syawalan di bukit Sidoguro, Krakitan, Bayat, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng.
Klaten -

Sebanyak 18 gunungan berisi ketupat dan hasil bumi ludes diserbu warga di acara syawalan Sidoguro di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten tadi siang. Warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan ketupat berisi nasi tersebut.

Sebelum diperebutkan, gunungan ketupat dikumpulkan di jalan ke arah Bukit Sidoguro. Warga yang bersiap berebut ketupat bahkan ada yang sudah datang sejak pagi.

Gunungan ketupat dikirab ke kawasan bukit wisata di utara rawa Jombor tersebut. Berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat bahkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berserta Forkompimpda ada di barisan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat hari semakin siang, rombongan kirab tiba di panggung bukit Sidoguro. Ketupat dengan jumlah ribuan butir tersebut diserahkan untuk kemudian didoakan.

ADVERTISEMENT

Setelah doa, warga yang memenuhi lapangan depan panggung seperti tak sabar. Warga langsung merangsek maju begitu doa selesai dan mereka berdesakan berebut kue ketupat dan hasil bumi berbagai sayuran.

Ada yang membawa hasil gunungan dengan tangan tapi ada juga yang sudah mempersiapkan tas plastik. Dengan wajah ceria warga menunjukkan hasil rebutan tersebut untuk dibawa pulang.

"Susah dapatnya, harus berdesak-desakan. Ini dapat ketupat, tomat dan wortel untuk dimasak, ya dapat berkah," ungkap Nurjanah seorang warga kepada awak media, Sabtu (28/3/2026) siang.

Warga lain, Sugiyanti mengatakan hal serupa. Untuk mendapatkan ketupat tersebut tidak mudah karena pesertanya banyak. Sesampainya di rumah rencananya dimasak.

"Ya dimasak, untuk ke sawah biar berkah," katanya kepada wartawan.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menjelaskan tradisi tahunan syawalan Sidoguro tersebut digelar setelah bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Setelah bermaafan kemudian berbagi ketupat.

" Kemudian berbagi ketupat, tahun ini ada 18 gunungan dan juga kita siapkan 1000 porsi ketupat opor dan antusiasme masyarakat luar biasa dan akan selalu kita evaluasi, kita lestarikan," jelas Hamenang kepada wartawan.

"Ya inilah antusiasme masyarakat, nanti tahun depan kita coba tertibkan lagi," jelasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads