Setiap menjelang Kamis malam, banyak orang Jawa mulai bertanya-tanya mengenai malam Jumat kali ini jatuh pada pasaran apa. Tidak mengherankan, mengingat, Hari Jumat kerap dianggap istimewa karena memiliki nilai spiritual sekaligus kental dengan tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Dikutip dari buku Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk, pasaran merupakan siklus lima harian dalam kalender Jawa yang terdiri atas Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing. Siklus ini berjalan beriringan dengan sistem tujuh hari dalam kalender Masehi. Perpaduan antara keduanya membentuk weton, seperti Senin Kliwon, Rabu Legi, hingga Jumat Pon.
Bagi masyarakat Jawa, weton tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu lahir. Lebih dari itu, weton digunakan untuk membaca karakter, memahami kecenderungan rezeki, hingga menentukan hari baik untuk berbagai keperluan seperti pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha. Karena itu, pertanyaan 'hari ini malam Jumat apa?' masih sering dicari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cek jawaban dan serba-serbi weton besok Jumat 27 Maret 2026 di bawah ini, yuk!
Hari Ini Malam Jumat Apa?
Ketika seseorang bertanya 'malam Jumat apa?, yang dimaksud sebenarnya adalah pasaran yang menyertai hari Jumat tersebut. Untuk mengetahui jawabannya, penting memahami sistem pergantian hari dalam kalender Jawa terlebih dahulu.
Berbeda dengan kalender Masehi yang berganti hari pada pukul 00.00, kalender Jawa mengikuti peredaran matahari sehingga pergantian harinya terjadi saat matahari terbenam. Artinya, sejak Kamis petang atau kala adzan Maghrib berkumandang, malam Jumat dimulai.
Dengan demikian, sejak Kamis, 26 Maret 2026 saat matahari terbenam, sudah berlaku weton untuk hari berikutnya. Berhubung Jumat, 27 Maret 2026 memiliki pasaran Pon, maka malam ini adalah malam Jumat Pon.
Weton Kalender Jawa 27 Maret 2026
Dalam catatan detikJateng dan Kalender Falakiyah NU Bojonegoro, tanggal 27 Maret 2026 bertepatan dengan 8 Sawal 1959 Dal dan jatuh pada weton Jumat Pon. Penentuan weton ini merupakan hasil perpaduan antara dua siklus waktu yang berjalan bersamaan dalam tradisi Jawa, yakni siklus tujuh hari (Senin hingga Minggu) dan siklus lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon).
Selain itu, tanggal ini berada dalam wuku Dhukut, salah satu dari 30 wuku dalam sistem pawukon Jawa. Berdasarkan Kitab Primbon Lengkap karya Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat dan R Nugroho, wuku Dhukut berada di bawah naungan Batara Baruna, dewa air dalam tradisi pewayangan Jawa. Sosok Batara Baruna digambarkan memiliki kemampuan hidup di dua alam, darat dan air, serta dikenal sebagai figur yang bijaksana, penuh kasih sayang, dan gemar memberikan pertolongan serta nasihat kepada manusia.
Dalam berbagai kisah, ia juga memiliki hubungan kuat dengan dunia spiritual dan kepemimpinan, serta diasosiasikan dengan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan. Mereka yang lahir pada wuku Dhukut umumnya mewarisi sifat-sifat Batara Baruna, seperti cerdas dalam menyikapi persoalan hidup, bersikap baik, setia, dan mudah dipercaya.
Kepribadian ini membuat mereka kerap disukai dan mampu menarik simpati orang lain. Simbol-simbol yang menyertai wuku ini, seperti gambaran gedung, melambangkan kecakapan dalam mengelola keuangan sehingga berpotensi mencapai kemakmuran.
Selain itu, perlambang pohon pandan wangi mencerminkan keinginan untuk selalu tampil baik dan sempurna, sementara burung ayam alas menggambarkan ketangkasan sekaligus sisi tegas atau bahkan beringas ketika merasa terusik. Kombinasi simbol dan karakter ini menjadikan wuku Dhukut identik dengan pribadi yang cerdas, ambisius, berwibawa, tetapi tetap memiliki sisi emosional yang kuat.
Sementara itu, hari Jumat dalam tradisi Jawa berada di bawah naungan Dewi Sri, yang identik dengan kesuburan, kemakmuran, dan kelembutan hati. Dewi Sri bukan hanya simbol pertanian, tetapi juga lambang keseimbangan hidup dan ketenteraman batin. Ketika dipadukan dengan pasaran Pon yang dikenal memiliki energi stabil dan kuat, terbentuklah kombinasi karakter yang unik, yakni kelembutan yang tidak lemah serta kekuatan yang tidak kasar.
Selain aspek spiritual dan simbolik, weton Jumat Pon juga memiliki nilai neptu yang berjumlah 13, hasil penjumlahan dari Jumat (6) dan Pon (7). Dalam perhitungan primbon, angka ini sering dikaitkan dengan keseimbangan antara usaha dan hasil, serta menggambarkan perjalanan hidup yang cenderung tidak instan, tetapi stabil dan berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, weton ini kerap dianggap memiliki potensi kehidupan yang "matang secara proses", bukan yang serba cepat namun rapuh.
Ini poin-poin pentingnya:
- Hari: Jumat
- Pasaran: Pon
- Weton: Jumat Pon
- Wuku: Dhukut
- Neptu: 13 (Jumat 6 + Pon 7)
Watak Weton Jumat Pon
Dirangkum dari Primbon Betaljemur Adammakna karya KPH Cakraningrat, Primbon Pakuwon Bayi Lahir oleh Sutikno dkk, serta kajian Perwatakan Manusia Berdasarkan Hari Lahir dalam Naskah Raspatikalpa oleh Lilis Restinaningsih dkk, weton Jumat Pon digambarkan sebagai representasi keseimbangan antara kekuatan batin dan kelembutan sikap. Karakter ini membuat individu dengan weton tersebut sering kali tampak tenang dari luar, tetapi sebenarnya memiliki daya tahan dan prinsip yang kuat di dalam dirinya.
Secara kepribadian, Jumat Pon dikenal sebagai sosok yang halus dalam bertutur kata dan bersikap. Ia cenderung menghindari konflik terbuka dan lebih memilih pendekatan yang tenang dalam menyelesaikan masalah.
Cara bicaranya yang lembut dan penuh pertimbangan sering kali membuat orang lain merasa nyaman, bahkan menjadikannya tempat untuk mencari nasihat. Dalam konteks sosial, ia memiliki kemampuan alami untuk membangun hubungan yang harmonis dan menjaga keseimbangan dalam interaksi.
Namun, kelembutan tersebut bukan berarti tanpa ketegasan. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika prinsipnya terusik, Jumat Pon mampu menunjukkan sikap yang tegas bahkan keras. Hal ini menunjukkan adanya dualitas karakter, di mana ia bisa sangat lembut sekaligus kuat, tergantung pada situasi yang dihadapi. Justru dari sinilah letak keunikan weton ini, yakni kemampuan untuk menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri.
Dalam hal kehidupan dan perjalanan rezeki, Jumat Pon cenderung mengalami perkembangan yang bertahap. Ia bukan tipe yang memperoleh hasil secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh pembelajaran.
Meski demikian, hasil yang didapat biasanya lebih stabil dan berkelanjutan. Ketekunan dan kesabarannya menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan, sehingga meskipun jalannya tidak selalu mudah, ia mampu bertahan dan terus berkembang.
Dari sisi intelektual, individu dengan weton ini juga memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Ia senang belajar, terbuka terhadap pengalaman baru, dan mampu mengambil pelajaran dari berbagai situasi yang dihadapi. Hal ini membuatnya memiliki kedewasaan berpikir yang relatif baik dibandingkan dengan lingkungan sebayanya.
Meski demikian, ada juga sisi yang perlu diwaspadai. Jumat Pon terkadang memiliki kecenderungan untuk mempertahankan gengsi atau harga diri secara berlebihan. Ia juga bisa menjadi keras kepala ketika merasa benar, serta memiliki keinginan agar pendapatnya diakui oleh orang lain. Dalam kondisi emosi yang tidak stabil, sikap ini bisa berkembang menjadi konflik, terutama jika tidak diimbangi dengan kemampuan introspeksi.
Selain itu, sifat sosialnya yang tinggi terkadang membuatnya terlalu memikirkan orang lain hingga mengabaikan kepentingan diri sendiri. Jika tidak mampu menjaga keseimbangan, hal ini dapat berujung pada kelelahan emosional. Oleh karena itu, penting bagi Jumat Pon untuk belajar menetapkan batas dalam hubungan sosial agar tetap menjaga kesehatan mental dan emosinya.
Secara keseluruhan, weton Jumat Pon memiliki potensi besar untuk menjadi pribadi yang disegani sekaligus dicintai. Perpaduan antara kelembutan, keteguhan, dan kemampuan beradaptasi menjadikannya sosok yang mampu membawa ketenangan di tengah lingkungan yang dinamis. Dengan pengelolaan diri yang baik, ia tidak hanya mampu mencapai keberhasilan secara pribadi, tetapi juga memberikan pengaruh positif yang luas bagi orang-orang di sekitarnya.
Perjalanan Hidup dan Rezeki Jumat Pon
Dalam hal perjalanan hidup, orang dengan weton Jumat Pon umumnya mengalami proses yang bertahap. Rezeki tidak selalu datang secara instan, tetapi berkembang seiring waktu dan usaha.
Wuku Dhukut berada di bawah naungan Batara Hyang Sedara, dengan simbol burung ayam dan kayu krendhaga yang mencerminkan watak percaya diri, tahu sopan santun, banyak kawan, serta berpeluang cepat naik pangkat, meski juga memiliki kecenderungan sombong dan hanya mau bekerja jika menguntungkan, tetapi tetap berani dan berprinsip kuat ketika merasa benar.
Di dunia kerja, pemilik weton Jumat Pon cocok berkiprah di bidang yang membutuhkan ketekunan dan interaksi sosial, seperti:
- Pedagang atau wirausaha
- Guru atau pendidik
- Pekerjaan sosial
- Bidang keterampilan
Mereka juga dikenal tahan banting dan tidak mudah menyerah, sehingga mampu bertahan dalam berbagai kondisi.
Kalender Jawa Akhir Maret 2026 dengan Neptunya
Berikut daftar weton di akhir Maret 2026 berdasarkan catatan detikJateng dan Kalender Falakiyah NU Bojonegoro.:
26 Maret 2026
- Tanggalan Jawa: 7 Sawal 1959 Dal
- Weton: Kamis Pahing
- Neptu: 17
27 Maret 2026
- Tanggalan Jawa: 8 Sawal 1959 Dal
- Weton: Jumat Pon
- Neptu: 13
28 Maret 2026
- Tanggalan Jawa: 9 Sawal 1959 Dal
- Weton: Sabtu Wage
- Neptu: 13
29 Maret 2026
- Tanggalan Jawa: 10 Sawal 1959 Dal
- Weton: Minggu Kliwon
- Neptu: 13
30 Maret 2026
- Tanggalan Jawa: 11 Sawal 1959 Dal
- Weton: Senin Legi
- Neptu: 9
31 Maret 2026
- Tanggalan Jawa: 12 Sawal 1959 Dal
- Weton: Selasa Pahing
- Neptu: 12
Akhir kata, malam ini adalah malam Jumat Pon. Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya berfungsi sebagai penanggalan, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami karakter dan arah kehidupan seseorang. Meski demikian, primbon tetap perlu disikapi secara bijaksana. Ia merupakan bagian dari kearifan lokal yang dapat dijadikan bahan refleksi, bukan sebagai penentu mutlak dalam kehidupan. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/ahr)
