Kalender Jawa Kamis Pahing 26 Maret 2026: Waktunya Pinang Pujaan Hati

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Kamis Pahing 26 Maret 2026: Waktunya Pinang Pujaan Hati

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 26 Mar 2026 06:10 WIB
Ilustrasi lamaran saat sunset
Ilustrasi melamar pujaan hati. Foto: Getty Images/iStockphoto/den-belitsky
Solo -

Hari ini, Kamis (26/3/2026) bertemu dengan pasaran Pahing. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 7 Sawal 1959, berada di Tahun Dal, Windu Sancaya dan Wuku Dhukut.

Kamis Pahing

Weton (hari kelahiran) Kamis Pahing memiliki neptu 17. Pemilik weton ini ini berkeinginan atau bercita-cita tinggi dan keras, ingin selalu maju. Selain itu dia sangat mencintai keluarganya. Namun sisi negatifnya dia suka menyinggung perasaan orang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangarasan

Pangarasan pada weton ini adalah Lakuning Bumi. Wataknya pemurah, suka memberi, dan melindungi.

Pancasuda

ADVERTISEMENT

Adapun Pancasuda, Lebu Katiyup Angin. Artinya, apa yang diingikan sulit tercapai. Usaha yang dijalankan sering gagal ataupun sulit mencapai kemajuan. Karenanya perlu kesungguhan yang lebih untuk meraih keinginannya.

Wuku Dhukut

Wuku Dhukut, lambang dewanya Bethara Sakri, berwatak tegas, berwajah rupawan, berpotensi banyak keturunan. Gedhong (rumah) dipanggung, pelit dan cenderung ke hal negatif.

Pohonnya pandan surat, baik warnanya tapi terpinggirkan. Burungnya ayam hutan, menjadi piaraan orang besar, bicaranya manis dan enak didengar. Dua bilah keris terapit kayu, tajam hatinya, tetapi ingin memiliki kepunyaan orang lain.

Gambarannya tunggul asri pingitan raja, rupawan tetapi penakut. Lambangnya kitri tinata. artinya dalam pergaulan pilih-pilih orang berpangkat.

Kelemahannya ada di prana. Kala ada di Barat Daya, selama 7 hari di wuku tersebut tidak boleh pergi ke arah ini untuk urusan yang sangat penting.

Kamis Pahing Wuku Dhukut

Pada hari Kamis Pahing di wuku ini adalah hari yang baik untuk segala jenis pekerjaan, jika meminang berpeluang untuk diterima dengan senang hati.

(Oleh Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radya Pustaka Solo. Tayang setiap hari di detikJateng)



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads