Lembaga Dewan Adat (LDA) bersama Paku Buwono XIV Mangkubumi menggelar Malam Selikuran di Masjid Agung. Sebelum ke Masjid Agung, rombongan baik Sentono hingga Abdi dalem berkumpul di Semarakata, Keraton Solo.
Dari pantauan detikJateng, rombongan memakai beskap berwarna putih dipadukan dengan jarik berwarna cokelat. Saat berkumpul di Semarakata, sempat terjadi mati lampu selama dua kali.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan bahwa diduga ada listrik yang korslet. Untuk itu, ia meminta petugas untuk mengecek sambungan sakelar dan mencari sumber korsleting listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kayaknya ada yang korsleting listrik, ini saya minta untuk mengecek. (Ada yang mematikan?) Nggak ada," katanya ditemui di Bangsal Semarakata, Senin (9/3/2026) malam.
Lebih lanjut, Eddy menyebut bahwa Malam Selikuran akan dimulai dari Kori Kamandungan ke Masjid Agung.
"Kalau kami seperti tahun yang lalu juga kan, dari sini keluar muter Baluwarti terus ke Masjid Agung, seperti itu," terangnya.
Eddy mengatakan, kirab Malam Selikuran juga akan membawa thing-thing hik atau lampion warna-warni yang dibawa oleh para Senthana. Selain itu juga ada tumpeng sewu yang dibawa dalam delapan ancak atau wadah khusus.
"Ya utamanya tumpeng sewu ada lagi nanti malam selikur. Tumpeng sewu kalau nggak salah dibawa di dalam delapan apa namanya ancak. Delapan itu kan budaya Jawa juga mempunyai nilai falsafah tersendiri ya semua diketahui," pungkasnya.
