Dalam primbon Jawa, haid ternyata menunjukkan arti tersendiri yang berbeda setiap tanggalnya. Adanya pertanda tertentu dalam siklus haid wanita menurut primbon Jawa menarik untuk diketahui. Lantas, apa makna di balik itu semua?
Haid atau menstruasi adalah siklus yang wajar dialami oleh wanita dalam batas usia tertentu. Dalam aspek ilmiah, 'Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Remaja Dan Perimenopause' karya Dartiwen, dkk. memberikan informasi bahwa haid atau menstruasi merupakan perubahan fisiologi yang dialami oleh wanita secara berkala karena pengaruh dari hormon reproduksi di dalam tubuhnya. Menstruasi terjadi setiap bulannya dan menjadi siklus berulang.
Umumnya, menstruasi terjadi setiap 28 hari sekali yang menandai ciri kedewasaan seorang wanita. Meskipun begitu, terkadang ada beberapa wanita yang mengalami siklus haid tidak tentu. Misalnya saja di bulan kemarin dimulai pada tanggal tertentu, sedangkan di bulan ini justru maju atau mundur dari tanggal yang seharusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, setiap tanggal yang didapatkan oleh wanita saat menstruasi atau haid ini ternyata punya arti tertentu dalam primbon Jawa. Apa saja ya pertandanya? Mari simak ulasannya berikut.
Poin Utamanya:
- Setiap tanggal haid (1-31 tiap bulannya) dipercaya memiliki pertanda berbeda, mulai dari rezeki, kebahagiaan, kesedihan, hingga konflik dalam kehidupan.
- Selain tanggal haid, ada juga tradisi haid pertama yang disebut tarapan, yaitu selamatan yang dilakukan orang tua saat anak perempuan pertama kali menstruasi.
- Tradisi tarapan memiliki rangkaian khusus seperti penyajian tumpeng dan bubur, pantangan tidak keluar rumah selama seminggu, hingga ritual lulur, rias, dan mengunyah bahan jamu sebagai simbol doa dan harapan baik.
Arti Haid Berdasarkan Tanggal Menurut Primbon Jawa
Haid bisa saja terjadi mulai tanggal 1 sampai 28, 29, 30, atau 31 setiap bulannya. Ternyata di balik tanggal-tanggal tertentu ada sebuah firasat yang menunjukkan pertanda tertentu. Hal ini juga dikenal sebagai primbon haid menurut tanggal yang menyimpan makna berbeda di setiap waktunya. Diringkas dari buku 'Primbon Wanita' karya Rini Widayanti, berikut tanggal haid dan artinya menurut primbon Jawa.
- Arti haid tanggal 1: menunjukkan pertanda merasakan kesenangan dalam hidupnya
- Arti haid tanggal 2: menunjukkan pertanda mengalami suatu kesusahan pada aspek tertentu
- Arti haid tanggal 3: menunjukkan pertanda menghadapi percekcokan dengan orang terdekat
- Arti haid tanggal 4: menunjukkan pertanda mengalami keberuntungan karena hal tertentu
- Arti haid tanggal 5: menunjukkan pertanda merasakan adanya kekecewaan dalam hidupnya
- Arti haid tanggal 6: menunjukkan pertanda memperoleh kabar atau berita dari orang lain
- Arti haid tanggal 7: menunjukkan pertanda merasakan kebahagiaan yang tidak terduga
- Arti haid tanggal 8: menunjukkan pertanda menerima undangan untuk menghadiri suatu pesta
- Arti haid tanggal 9: menunjukkan pertanda merasakan ketenangan di dalam batin dalam menjalani hidupnya
- Arti haid tanggal 10: menunjukkan pertanda menerima rezeki yang tidak disangka-sangka sebelumnya
- Arti haid tanggal 11: menunjukkan pertanda mendapatkan sebuah kebahagiaan dalam hidupnya
- Arti haid tanggal 12: menunjukkan pertanda mengalami kesusahan dalam hidup karena alasan tertentu
- Arti haid tanggal 13: menunjukkan pertanda merasakan keinginannya yang terkabul satu per satu
- Arti haid tanggal 14: menunjukkan pertanda menerima undangan dari teman atau sahabat terdekatnya
- Arti haid tanggal 15: menunjukkan pertanda mendapati adanya sesuatu yang mampu membuat hati menjadi terkejut
- Arti haid tanggal 16: menunjukkan pertanda merasakan kesulitan dalam hidup, tapi sifatnya hanya sementara
- Arti haid tanggal 17: menunjukkan pertanda menjadi pusat perhatian yang dibicarakan oleh banyak orang
- Arti haid tanggal 18: menunjukkan pertanda mendapatkan tantangan dalam hidupnya
- Arti haid tanggal 19: menunjukkan pertanda menjadi buah bibir atau topik pembicaraan karena sifat yang ditunjukkannya
- Arti haid tanggal 20: menunjukkan pertanda mengalami perselisihan dengan teman atau keluarganya
- Arti haid tanggal 21: menunjukkan pertanda mengalami kesedihan karena suatu masalah yang datang
- Arti haid tanggal 22: menunjukkan pertanda merasakan sebuah kesenangan di dalam hidupnya
- Arti haid tanggal 23: menunjukkan pertanda merasakan adanya aib atau rasa malu karena alasan tertentu
- Arti haid tanggal 24: menunjukkan pertanda menerima rezeki yang melimpah dari sumber-sumber tertentu
- Arti haid tanggal 25: menunjukkan pertanda mendapatkan uang dan rezeki yang tidak terduga sebelumnya
- Arti haid tanggal 26: menunjukkan pertanda menerima pujian dari orang lain atas apa yang dimiliki atau dilakukan
- Arti haid tanggal 27: menunjukkan pertanda merasakan kesabaran atau lapang dada saat dihadapkan pada masalah dalam hidupnya
- Arti haid tanggal 28: menunjukkan pertanda merasakan adanya kesedihan karena alasan tertentu
- Arti haid tanggal 29: menunjukkan pertanda mendapatkan kesempatan untuk bepergian ke sebuah tempat secara tidak sengaja
- Arti haid tanggal 30: menunjukkan pertanda mendapatkan sebuah kebahagiaan atau kesenangan dalam hidupnya
- Arti haid tanggal 31: menunjukkan pertanda mendapatkan keselamatan dari bahaya yang mengancam di sekitarnya
Tradisi Haid Pertama Kali dalam Masyarakat Jawa
Kemudian ada juga tradisi yang dikenal oleh sebagian kalangan masyarakat di Jawa tentang tradisi pada momen pertama kali perempuan merasakan haid atau menstruasi. Seperti dijelaskan dalam buku 'Kitab Primbon Jawa Serbaguna' karya R Gunasasmita, tradisi yang dimaksud bernama tarapan. Apa itu tradisi tarapan? Singkatnya, ini merupakan sebuah wujud
'Selamatan' yang biasanya dilakukan oleh para orang tua saat anak-anak perempuan mereka pertama kali haid.
Pada saat prosesi tarapan dilakukan ada beberapa pantangan, tradisi, hingga sajian yang disiapkan. Biasanya sajian yang dipersiapkan oleh para orang tua berwujud aneka bubur, tumpeng, hingga berbagai uba rampe yang lain.
Tumpeng dalam tarapan biasanya disajikan dengan hanya melibatkan nasi putih tanpa tambahan lauk-pauk, tapi ada juga versi tumpeng yang dihiasi dengan bahan-bahan tertentu Sebut saja telur rebus, bawang merah, terasi bakar, cabai, sampai kuluban atau sayur matang.
Kemudian pantangan selama tradisi tarapan adalah anak perempuan yang mengalami haid untuk pertama kalinya tidak diperbolehkan keluar dari rumahnya selama seminggu. Setelah satu minggu berlalu, barulah ia akan dimandikan dengan sebelumnya diberi lulur dari bahan-bahan alami.
Kemudian sang anak juga akan diberikan busana yang paling disukai dan dirias wajahnya sedemikian rupa agar terlihat cantik. Bukan hanya itu saja, ada juga tradisi dalam tarapan yang mengharuskan anak perempuan tersebut mengunyah beberapa bahan alami dalam pembuatan jamu. Misalnya kunyit, kencur, asam, pepaya muda, buah cengkih, jeruk purut, temulawak, sampai kayu manis.
Demikianlah gambaran arti tanggal haid berdasarkan primbon Jawa beserta tradisi yang mungkin masih dilakukan oleh masyarakat dalam mengadakan selamatan. Semoga menambah wawasan baru, ya.
FAQ
Apakah arti haid tanggal 1 sampai 31 berbeda-beda dalam primbon Jawa?
Arti haid menurut primbon Jawa berbeda untuk setiap tanggal, mulai dari tanggal 1 hingga 31. Beberapa tanggal dikaitkan dengan kebahagiaan dan rezeki, seperti tanggal 7, 10, 24, dan 30. Sementara tanggal tertentu seperti 2, 12, 21, atau 28 diartikan sebagai pertanda kesusahan atau kesedihan.
Apa itu tradisi tarapan dalam primbon Jawa?
Tradisi tarapan adalah ritual selamatan yang dilakukan saat seorang anak perempuan pertama kali mengalami haid. Tarapan menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa dari orang tua untuk anaknya yang memasuki fase kedewasaan.
Apa saja rangkaian dan pantangan dalam tradisi tarapan?
Dalam tradisi tarapan, biasanya disiapkan sajian seperti bubur, tumpeng, dan berbagai uba rampe. Pantangannya, anak perempuan yang pertama kali haid tidak diperbolehkan keluar rumah selama satu minggu. Setelah itu, ia dimandikan, diberi lulur dari bahan alami, dirias, serta mengenakan busana terbaiknya.
(sto/apu)
