Watak Weton Sabtu Pahing Pria dan Wanita Menurut Primbon Jawa, Jodohnya Apa?

Watak Weton Sabtu Pahing Pria dan Wanita Menurut Primbon Jawa, Jodohnya Apa?

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Sabtu, 10 Jan 2026 08:00 WIB
Watak Weton Sabtu Pahing Pria dan Wanita
Ilustrasi pria dan wanita dengan weton Sabtu Pahing. (Foto: Ditta Alfianto/Pexels)
Solo -

Dalam tradisi Jawa, weton bukan sekadar penanda hari kelahiran, melainkan bagian penting dari perhitungan karakter, peruntungan, dan hubungan hidup seseorang. Primbon Jawa memandang bahwa perpaduan hari dan pasaran menyimpan makna mendalam yang dapat memengaruhi sikap, cara berpikir, hingga pola interaksi sosial seseorang dalam keseharian.

Salah satu weton yang kerap menarik perhatian adalah Sabtu Pahing. Kombinasi ini dipercaya memiliki energi kuat yang membentuk watak khas, baik pada pria maupun wanita. Karakter yang muncul dari weton Sabtu Pahing sering dikaitkan dengan keteguhan hati, kecerdikan, serta tantangan tertentu dalam mengelola emosi dan hubungan dengan orang lain.

Selain membahas sifat dan kepribadian, Primbon Jawa juga mengulas kecocokan jodoh berdasarkan weton kelahiran. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi banyak orang Jawa dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Lalu, seperti apa watak weton Sabtu Pahing pada pria dan wanita, serta weton apa saja yang dianggap paling cocok menjadi jodohnya? Berikut ulasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Weton Jawa?

Berdasarkan publikasi jurnal Kepercayaan Tradisi Weton dalam Kehidupan Adat Jawa Perspektif Aqidah Islam oleh Praditya Anggraeni, weton dipahami sebagai sistem perhitungan hari kelahiran seseorang menurut penanggalan Jawa, yaitu waktu ketika seseorang dilahirkan ke dunia. Perhitungan weton kerap dijadikan pedoman untuk menafsirkan pertanda atau ramalan tertentu yang berkaitan dengan perjalanan hidup seseorang.

ADVERTISEMENT

Dalam tradisi Jawa, dikenal pula istilah hari pasaran atau dino pasaran, yakni siklus hari adat yang berjumlah lima, terdiri atas Pahing, Legi, Kliwon, Wage, dan Pon. Sementara itu, neptu atau yang juga disebut pancawara, merupakan nilai angka hasil penjumlahan antara nilai hari kelahiran dan nilai pasaran. Angka neptu inilah yang kemudian digunakan sebagai dasar berbagai perhitungan dalam Primbon Jawa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), primbon adalah kitab yang memuat beragam ramalan dan perhitungan, seperti penentuan hari baik dan hari buruk, sekaligus menjadi himpunan pengetahuan kejawen. Di dalam primbon tercantum berbagai rumus ilmu gaib, antara lain rajah, mantra, doa, serta tafsir mimpi, yang disertai sistem perhitungan bilangan yang kompleks.

Sistem ini digunakan untuk menentukan waktu yang dianggap tepat atau mujur dalam pelaksanaan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan, serta mengatur berbagai keperluan penting, baik bagi individu maupun masyarakat secara luas.

Mengenal Sabtu Pahing

Berdasarkan Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk., orang yang lahir pada Sabtu Pahing berada dalam naungan wuku Sinta dan dilindungi oleh Dewa Betara Yamadipati. Kelahiran ini dilambangkan oleh burung ndhandhang (gagak), pohon batang kendhayakan, serta bangunan yang terletak di bagian depan menghadap air dalam belanga besar, dengan juaja yang tertancap di sisi kiri. Ciri watak dan pelambang juga dijelaskan dalam Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk.

  1. Wuku Sinta menggambarkan pribadi yang cerdas, tajam dalam berpikir, dan peka secara perasaan. Ia mampu menyimpan rahasia serta menjalankan tanggung jawab dengan baik. Namun, di balik kelebihannya tersebut, terdapat sifat angkuh dan kecenderungan mudah tersinggung.
  2. Dewa Yamadipati melambangkan pribadi yang gemar menjalani laku spiritual layaknya pendeta. Orang ini memiliki pandangan hidup yang luas serta mampu menghasilkan karya dan perbuatan yang bernilai baik.
  3. Lambang batang kayu kendhayakan menunjukkan potensi besar sebagai pelindung, pengayom, dan penopang bagi orang-orang di sekitarnya.
  4. Burung gagak melambangkan kecerdikan, kelicikan, dan banyak akal. Dalam meraih tujuan, ia pandai bersikap ramah dan manis. Namun, setelah berhasil, sering muncul sikap sombong dan membanggakan diri.
  5. Gedung yang berada di depan menandakan kecenderungan menonjolkan kelebihan diri serta memamerkan harta atau pencapaian yang dimiliki.
  6. Juaja yang tertancap di sisi kiri mencerminkan sifat ceria, hemat, dan berhati-hati, meskipun masih menyimpan perilaku kurang baik dalam beberapa hal.
  7. Dalam primbon, wuku Sinta juga diibaratkan sebagai perjalanan hidup Sang Buddha. Kehidupan orang dengan kelahiran ini sering diwarnai perasaan malu, kehilangan wibawa, serta situasi yang membuatnya merasa direndahkan.
  8. Bencana utama yang kerap dialami oleh kelahiran Sabtu Pahing adalah rasa penasaran yang berlebihan. Untuk menangkalnya, dianjurkan melakukan mandi suci menggunakan air yang dicampur daun soka dan ditempatkan dalam belanga baru, serta mengenakan pakaian mandi berwarna kuning. Selain itu, disarankan mempersembahkan sesaji nasi tumpeng yang dilengkapi daging ayam berbumbu lembaran.
  9. Bidang usaha yang dinilai cocok bagi orang kelahiran Sabtu Pahing adalah perdagangan, khususnya minyak dan beras.
  10. Penyakit yang dianggap berbahaya diyakini berada di bahu kanan. Pengobatannya menggunakan daun walu yang ditumbuk halus, dicampur malam putih, lalu dioleskan pada sore hari. Disarankan pula selalu mengenakan kain berwarna kuning, yang dipercaya berfungsi sebagai pelindung sekaligus jimat.

Menurut Primbon Pakuwon Bayi Lahir, perjalanan hidup Sabtu Pahing terbagi menjadi beberapa fase:

  • Lahir-18 tahun: masa kejayaan
  • 19-30 tahun: masa penuh bencana
  • 31-45 tahun: masa kemuliaan (Sri)
  • 46-60 tahun: masa rezeki
  • 61-75 tahun: masa keberuntungan

Dalam Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat, Sabtu Pahing dilambangkan oleh kayu cendana dan binatang harimau. Wataknya cenderung suka menyendiri, sering bepergian jauh, jarang makan, memiliki banyak musuh, serta mudah tertipu.

Jika kehilangan sesuatu, barang tersebut jarang kembali. Namun, baik laki-laki maupun perempuan kelahiran Sabtu Pahing memiliki kemampuan menyimpan rahasia dan berpotensi memperoleh keuntungan. Selamatan yang dianjurkan adalah kucing, yang dimaknai sebagai nasi dan ikan.

Menurut Perwatakan Manusia Berdasarkan Hari Lahir dalam Naskah Raspatikalpa oleh Lilis Restinaningsih dkk., kelahiran hari Sabtu berada di bawah naungan Dewi Durga dengan neptu 9. Sifatnya bersifat dualistik, yaitu baik dan buruk. Sisi buruk cenderung muncul lebih dahulu, dan setelah menjalani ruwatan, Dewi Durga kembali ke wujud aslinya sebagai Uma.

Orang kelahiran Sabtu memiliki sifat egois dan individualis yang kuat. Saat marah, pelampiasannya sering tidak mempertimbangkan situasi dan kondisi. Lambang burung hantu menunjukkan kecenderungan menyendiri dan memiliki firasat yang tajam. Mereka kerap diliputi kebimbangan karena pertentangan antara hati dan pikiran.

Meski demikian, mereka teguh memegang janji dan ucapannya. Kata-kata yang diucapkan sering terasa tajam, membuat orang lain segan. Di balik itu, mereka sangat menyayangi keluarga, sahabat, dan anak-anak. Kekurangannya terletak pada banyaknya keinginan serta kecenderungan boros dalam mengelola keuangan.

Watak Sabtu Pahing pada pria

Berdasarkan Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk., Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat, dan Perwatakan Manusia Berdasarkan Hari Lahir dalam Naskah Raspatikalpa, Pria yang lahir pada Sabtu Pahing dikenal memiliki kepribadian cerdas, tajam berpikir, dan penuh perhitungan.

Ia pandai menyimpan rahasia serta mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik. Dalam kehidupan sosial, ia terlihat tenang dan tidak banyak bicara, namun memiliki pengaruh yang kuat.

Di balik sikapnya yang kalem, pria Sabtu Pahing menyimpan ambisi besar dan tekad kuat untuk meraih keberhasilan. Ia pandai bersikap ramah demi mencapai tujuan, meskipun terkadang terkesan licik. Jika sudah berhasil, sifat bangga diri dan sombong dapat muncul.

Dalam hal emosi, pria Sabtu Pahing cenderung mudah tersinggung dan kurang mampu menahan amarah. Saat marah, ia sering tidak mempertimbangkan situasi dan kondisi. Meski demikian, ia dikenal setia, bertanggung jawab terhadap keluarga, dan rela berkorban demi orang-orang terdekat.

Watak Sabtu Pahing pada wanita

Dikutip dari Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk., Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat, dan Perwatakan Manusia Berdasarkan Hari Lahir dalam Naskah Raspatikalpa Wanita yang lahir pada Sabtu Pahing memiliki sifat peka, intuitif, dan berfirasat tajam. Ia cenderung pendiam, menyukai ketenangan, dan nyaman mengerjakan sesuatu secara mandiri.

Wanita Sabtu Pahing juga dikenal pandai menyimpan perasaan dan rahasia. Dalam pergaulan, ia mampu tampil ramah dan manis, tetapi tidak mudah percaya pada orang lain. Sifat cemburu, sensitif, dan mudah tersinggung sering muncul, terutama jika perasaannya terusik. Ia juga memiliki kecenderungan ingin diakui dan bangga pada hasil jerih payahnya.

Dalam kehidupan rumah tangga, wanita Sabtu Pahing tergolong penyayang dan protektif terhadap keluarga. Ia tekun, teliti, dan berhati-hati dalam mengatur rumah tangga, meskipun terkadang bersikap keras kepala dan boros jika keinginannya tidak terpenuhi.

Kesamaan Watak Pria dan Wanita Sabtu Pahing

Baik pria maupun wanita kelahiran weton Sabtu Pahing umumnya memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Berpikir tajam dan intuitif
  2. Pandai menyimpan rahasia
  3. Teguh memegang prinsip dan ucapan
  4. Cenderung menyendiri dan mandiri
  5. Mudah tersinggung dan emosional
  6. Menyayangi keluarga dan orang terdekat
  7. Berpotensi sukses, tetapi perlu mengendalikan ego

Jodoh Sabtu Pahing

Weton Sabtu Pahing memiliki neptu 18, yang tergolong besar dan kuat. Oleh karena itu, pasangan yang cocok adalah weton yang mampu menyeimbangkan sifat tegas, emosional, dan ambisius dari Sabtu Pahing. Berikut adalah beberapa jodoh yang cocok untuk Sabtu Pahing berdasarkan Berdasarkan Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk., dan Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat.

1. Rabu Legi

Memiliki sifat lembut, sabar, dan bijaksana. Rabu Legi dipercaya mampu meredam emosi Sabtu Pahing serta menciptakan hubungan yang tenang dan harmonis.

2. Kamis Pon

Dikenal bertanggung jawab dan pekerja keras. Kamis Pon cocok menjadi pasangan Sabtu Pahing karena mampu menopang kehidupan rumah tangga, terutama dalam hal rezeki dan kestabilan.

3. Minggu Kliwon

Memiliki intuisi kuat dan sikap dewasa. Perpaduan ini dipercaya menciptakan hubungan yang saling melengkapi, baik secara emosional maupun spiritual.

4. Selasa Wage

Berwatak sederhana, setia, dan penuh pengertian. Selasa Wage dinilai cocok karena mampu menyeimbangkan sifat dominan Sabtu Pahing dengan kesabaran dan ketulusan.

5. Jumat Legi

Dikenal ramah, penuh kasih, dan mudah bergaul. Jumat Legi dipercaya membawa suasana rumah tangga yang hangat serta membantu Sabtu Pahing lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan.

Memahami watak weton Sabtu Pahing beserta kecocokan jodohnya menurut Primbon Jawa dapat menjadi bahan renungan dalam menjalani kehidupan dan hubungan asmara. Meski demikian, hasil perhitungan weton sebaiknya disikapi dengan bijak sebagai warisan kearifan lokal, bukan satu-satunya penentu kebahagiaan, karena keharmonisan sejati tetap lahir dari sikap saling memahami, menghargai, dan berusaha bersama. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads