Menikah merupakan fase hidup yang sakral. Momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup ini diharapkan meninggalkan kenangan terindah. Karenanya, para pasangan yang akan menikah merencanakan segala detailnya sebaik mungkin.
Di samping urusan tempat, fotografer, dekorasi, dan tamu undangan, yang menjadi pertimbangan dalam melangsungkan pernikahan adalah waktunya. Sebelum mencari tanggal, bulan dahulu yang dipilih.
Orang Jawa yang masih memegang teguh tradisi nenek moyangnya bakal melangsungkan pernikahan pada bulan-bulan baik. Tujuannya adalah mengharap keberkahan bagi kehidupan pernikahan yang datang setelah akad dan resepsi rampung. Di samping juga menghindari bala yang dikhawatirkan menimpa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penganut agama Islam pun sama. Dibuktikan dengan maraknya pertanyaan seputar bulan baik untuk menikah berdasar syariat. Biasanya, bulan yang dipakai Nabi Muhammad SAW untuk menikah atau menikahkan dijadikan rujukan.
Jadi, kapan saja bulan baik untuk menikah tahun 2026? Simak daftarnya menurut Islam dan tradisi Jawa di bawah ini!
Poin Utamanya:
- Dalam syariat Islam, tidak ada hari atau tanggal yang buruk. Artinya, semua hari sama baiknya untuk melangsungkan pernikahan.
- Berdasar sejarah, Nabi Muhammad SAW di antaranya menikah pada bulan Syawal, Safar, dan Syaban. Pada Rabiul Awal dan Safar, beliau menikahkan putrinya.
- Menurut tradisi Jawa dalam kitab primbon, bulan baik untuk menikah adalah Rejeb, Ruwah, Besar, dan Jumadilakir.
Daftar Bulan Baik 2026 untuk Menikah Menurut Islam
Dikutip dari buku Fiqh Kontemporer tulisan Sudirman, dalam Islam, semua hari pada semua bulan sejatinya baik dipakai untuk menikah, selama tidak ditemukan larangan. Pun dalam syariat Islam, menganggap tanggal atau hari sial adalah perkara haram.
Praktis dikatakan, umat Islam dibebaskan seluas-luasnya untuk memilih hari yang diinginkannya pada bulan apa pun jua. Hanya saja, bila ingin mengikuti yang dahulu dilakukan Nabi Muhammad SAW, maka terdapat beberapa bulan sebagai pilihan. Di antaranya:
1. Syawal
Berdasar keterangan dari situs resmi Kementerian Agama, pada Syawal yang merupakan bulan kesepuluh kalender Hijriah, Nabi Muhammad SAW melangsungkan pernikahan dengan Aisyah RA. Dasarnya adalah:
ΨΉΩΩΩ ΨΉΩΨ§Ψ¦ΩΨ΄ΩΨ©Ω Ψ±ΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨ§ΩΩΨͺΩ: ΨͺΩΨ²ΩΩΩΩΨ¬ΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΩΨ§ΩΩΨ ΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ¨ΩΩ ΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΩΨ§ΩΩΨ ΩΩΨ£ΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΩ Ψ£ΩΨΩΨΈΩΩ ΨΉΩΩΩΨ―ΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ.... Ω ΨͺΩΩ ΨΉΩΩΩ
Artinya, "Dari Aisyah RA ia berkata, 'Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali juga, pent) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri-istri beliau SAW yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?'" (Muttafaq 'Alaih)
Oleh Imam an-Nawawi, hadits di atas dimaknai sebagai waktu anjuran untuk menikah, menikahkan, maupun berhubungan badan. Pernikahan pada bulan Syawal juga sekaligus menyangkal pandangan jahiliah bahwasanya bulan ini membawa kesialan.
2. Safar
Dilansir laman Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat, Rasulullah SAW menikahi Khadijah binti Khuwailid pada bulan Safar. Bulan ini juga menjadi saksi bisu berlangsungnya pernikahan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib.
3. Syaban
Syaban, bulan yang datang tepat sebelum Ramadhan juga diketahui dipergunakan Nabi Muhammad SAW untuk menikah. Menurut informasi dari laman Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, pada bulan ini, Nabi Muhammad SAW menikah dengan putri Umar bin Khattab, Hafsah.
4. Rabiul Awal
Dilihat dari buku Istri dan Putri Rasulullah tulisan Abdullah Haidir, Rabiul Awal adalah bulan pernikahan Ummu Kultsum, putri Nabi Muhammad SAW, dengan Utsman bin Affan. Pernikahan keduanya istimewa karena diperintahkan langsung lewat perantara malaikat.
Kala itu, Utsman bin Affan senantiasa tampak murung akibat kepergian istrinya, Ruqayyah. Dalam kondisi itu, Nabi Muhammad SAW mengabarkan kepada Utsman:
"Wahai Utsman, Jibril telah datang kepadaku dan memerintahkan aku untuk menikahkanmu dengan Ummu Kultsum dengan mahar dan perlakuan seperti yang engkau berikan kepadanya (Ruqayyah)."
Dengan demikian, Utsman menikahi Ummu Kultsum. Sosoknya kemudian digelari Dzun Nurain alias Pemilik Dua Cahaya. Sebab, Utsman menikahi dua putri Nabi SAW sebagaimana telah disebutkan sekilas di atas.
Daftar Bulan Baik 2026 untuk Menikah Menurut Tradisi Jawa
Diringkas dari Kitab Primbon Lengkap tulisan Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat dan R Nugroho serta buku Primbon Praktis oleh Mama Flo, bulan baik untuk menikah menurut tradisi Jawa adalah:
1. Jumadilakir
Bulan Jumadilakir adalah waktu menikah yang dianjurkan dalam primbon Jawa. Siapa saja yang menikah pada bulan ini diyakini bakal beruntung dan menjadi kaya raya. Meski begitu, ada beberapa tanggal bulan Jumadilakir yang mesti diperhatikan, yakni:
- Hari tidak baik: Jumat
- Hari angker: Rabu dan Kamis
- Hari taliwangke/sial: Selasa Legi
- Tanggal nahas: 10 dan 14
- Tanggal sangar: 18
- Tanggal bangas padewan: 10 dan 14
2. Rejeb
Merupakan padanan Rajab dalam sistem Hijriah, Rajab adalah bulan yang disarankan untuk melangsungkan pernikahan bagi orang Jawa. Mereka yang menikah pada bulan ini dipercaya akan selamat dan punya banyak anak. Tanggal yang perlu diperhatikan:
- Hari tidak baik: Jumat
- Hari angker: Rabu dan Kamis
- Hari taliwangke/sial: Rabu Pahing
- Tanggal nahas: 2 dan 14
- Tanggal sangar: 18
- Tanggal bangas padewan: 13 dan 27
3. Ruwah
Ruwah adalah bulan baik lain dalam primbon Jawa untuk menikah. Pengantin yang mengikat janji suci pada bulan Ruwah dipercaya akan selamat dan kehidupan pernikahannya senantiasa diliputi kedamaian. Hari dan tanggal pentingnya:
- Hari tidak baik: Jumat
- Hari angker: Rabu dan Kamis
- Hari taliwangke/sial: Kamis Pon
- Tanggal nahas: 12 dan 13
- Tanggal sangar: 26
- Tanggal bangas padewan: 4 dan 28
4. Besar
Besar atau dalam kalender Hijriah disebut Dzulhijjah adalah bulan baik selanjutnya. Siapa saja yang menikah pada bulan ini akan kaya dan mendapat hidup bahagia, menurut kepercayaan Jawa. Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait bulan Besar adalah:
- Hari tidak baik: Senin dan Selasa
- Hari angker: Sabtu dan Minggu
- Hari taliwangke/sial: Selasa Legi
- Tanggal tidak baik: 25
- Tanggal nahas: 6 dan 10
- Tanggal bangas padewan: 6 dan 20
Di samping itu, ada beberapa ketentuan berkaitan dengan bulan baik pernikahan versi Jawa, yakni:
- Bila pada bulan Jumadilakir, Rejeb, Ruwah, dan Besar ada hari Selasa Kliwon, maka bulan tersebut termasuk bulan baik untuk menikah.
- Jika pada bulan Jumadilakir, Rejeb, Ruwah, dan Besar ada hari Jumat Kliwon, maka bulan tersebut termasuk bulan yang utama (lebih baik) untuk menikah.
- Seandainya terpaksa, diperbolehkan menikah pada bulan Sapar, Mulud, Jumadilawal, ataupun Sawal. Dengan catatan, bulan-bulan itu memiliki Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.
Konversi Bulan Baik 2026 Versi Islam dan Jawa ke Kalender Masehi
Bagi detikers yang berniat melangsungkan pernikahan pada bulan-bulan itu, di bawah ini rentang waktu per bulannya dalam tanggalan Masehi sebagai acuan. Sumber yang dipakai adalah Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 dari Kementerian Agama.
Bulan Baik Islam
- Syaban: 20 Januari-18 Februari 2026
- Syawal: 21 Maret-18 April 2026
- Safar: 16 Juli-13 Agustus 2026
- Rabiul Akhir: 13 September-11 Oktober 2026
Bulan Baik Jawa
- Rejeb: 21 Desember 2025-19 Januari 2026
- Ruwah: 20 Januari-17 Februari 2026
- Besar: 18 Mei-16 Juni 2026
- Jumadilakir: 12 November-9 Desember 2026
Nah, itulah daftar bulan baik untuk menikah selama 2026 menurut Islam dan Jawa. Semoga bermanfaat!
(sto/apl)











































