Kalender Jawa Minggu Wage 28 Desember 2025: Hari Uwas Penganten

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Minggu Wage 28 Desember 2025: Hari Uwas Penganten

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 28 Des 2025 08:41 WIB
Kalender Jawa Minggu Wage 28 Desember 2025: Hari Uwas Penganten
Ilustrasi kalender Minggu Wae Wuku Kuruwelut. Foto: wd toro πŸ‡²πŸ‡¨/Unsplash
Solo -

Hari ini, Minggu (28/12/2025) bertemu dengan pasaran Wage. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 8 Rejeb 1959, berada di Tahun Dal Windu Sancaya dan Wuku Kuruwelut.

Minggu Wage

Weton (hari kelahiran) Minggu Wage atau Ahad Wage memiliki neptu 9. Pada umumnya pemilik weton ini perangainya suka menolong dengan tulus ikhlas. Oleh karena pembawaannya yang penyabar dan manis tutur katanya, tak mengherankan jika ia mempunyai banyak sahabat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangarasan

Pangarasan pada weton Minggu Wage ini adalah Lakuning Angin. Wataknya peduli terhadap segala kondisi, pandai mengambil hati orang tetapi menakutkan jika sedang marah.

Pancasuda

Sedangkan Pancasuda weton Minggu Wage ini Satriya Wibawa. Artinya, dihormati orang karena kemuliaan dan keluhurannya.

ADVERTISEMENT

Wuku Kuruwelut

Wuku KuruwΓͺlut, lambang dewanya Bathara Wisnu, bersifat waspada sungguh-sungguh dalam bekerja, memakai cakra pertanda prajurit yang tangguh.

Perintah atau perkataannya panas di depan. Wataknya dermawan namun kurang ikhlas, agak pamer kekayaan, serta banyak keberuntungannya, tetapi ada dorongan ke arah negatif yang mengakibatkan berbudi rendah.

Pohonnya parijatha, keturunan dari orang yang baik, intuisinya tajam, tetapi selalu bersedih hatinya.

Burungnya sepahan, bersifat serba baik yang dikerjakan, berbudi lembut, sedikit rezekinya.

Bagaikan air bah, jika berbicara dapat menggagalkan kesepakatan dalam musyawarah.

Lambangnya kapas yang layu, wataknya sering mengalami sengsara. Kala ada di atas, selama 7 hari di wuku tersebut jangan memanjat atau beraktivitas ke atas.

Minggu Wage Wuku Kuruwelut

Pada hari Ahad Wage di wuku ini adalah hari uwas penganten yang tidak baik untuk melaksanakan pernikahan dan tidak baik untuk bepergian jauh. Akan tetapi baik untuk memasang tumbal penolak bala serta welah di lahan pertanian.

[Diasuh oleh Ki Totok Yasmiran, ahli Penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo. Tayang rutin di detikJateng setiap pagi. Temukan wetonmu DI SINI]




(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads