Singapura dkk Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Ini Alasan RI Emoh Gabung

Singapura dkk Daftarkan Kebaya ke UNESCO, Ini Alasan RI Emoh Gabung

Tim detikTravel - detikJateng
Senin, 28 Nov 2022 18:40 WIB
Ibu negara, Iriana Joko Widodo (Jokowi), saat menghadiri pawai Berkebaya Bersama Ibu Negara di jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Minggu (2/10/2022)
Ilustrasi kegiatan berkebaya di Solo yang dihadiri Ibu Negara Iriana Jokowi. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand akan mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya. Namun, Indonesia tidak ingin bergabung dengan mereka.

Pemerintah RI juga akan mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya tanpa terlibat dengan upaya yang tengah dilakukan negara tetangga.

Menparekraf Sandiaga Uno mengaku telah menggelar rapat terkait hal itu. Indonesia akan mendaftarkan kebaya sebagai Single Nomination, bukan Joint Nomination bersama dengan negara lainnya.


"Hasil rapat tanggal 16 November 2022, antara Komisi X DPR RI bersama dengan Kemendikbudristek, dihadiri juga oleh Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Kemajuan Kebudayaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, memberikan suatu penguatan, mengusulkan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO melalui mekanisme Single Nomination," ungkap Sandiaga Uno dikutip dari detikTravel, Senin (28/11/2022).

Menurut Sandiaga, Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei merespon segera pada tanggal 23 November 2022 mendeklarasikan Kebaya untuk diajukan kepada Inter Governmental Committee for Intangible Cultural Heritage and Humanity UNESCO.

Selain itu, mereka juga mengajak negara-negara serumpun, termasuk Indonesia, untuk bergabung joint multinational nomination sesuai dengan opertional guideline yang akan diajukan Maret 2023.

Indonesia akan tetap pada pendiriannya, untuk mendaftarkan Kebaya sebagai Single Nomination untuk Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO. Sandiaga pun berharap keputusan itu tidak menjadi perdebatan lagi.

"Karena telah diputuskan oleh Kemendikbudrsitek, Kemenko PMK, dan juga Komisi X DPR RI, maka kita akan mendorong dan menguatkan keputusan Single Nomination atas Kebaya," ujar Sandiaga dengan tegas.

Sebelumnya, Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta, Moe Chiba mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima pengajuan resmi dari Singapura dkk terkait kebaya. Selain itu, dia juga mendorong agar Indonesia ikut bergabung dalam pengajuan itu.

"Tapi yang bisa saya katakan bahwa UNESCO adalah mempromosikan kolaborasi. Budaya bukan tentang persaingan dan terutama daftar warisan budaya tak benda UNESCO adalah tentang saling menghormati dan mempromosikan dialog. Kami tidak ingin ini menjadi sumber pertarungan dan kompetisi. Jadi secara umum kami sangat mendorong nominasi bersama," kata Moe Chiba saat ditemui di Magelang, Jumat (25/11/2022).



Simak Video "Target Sandiaga Uno Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Pekerjaan di 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)