Mengenal Gambang Semarang dan Sejarahnya dari Jakarta

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 26 Okt 2022 04:01 WIB
Ilustrasi gambang. Foto: 20Detik
Solo -

Gambang Semarang adalah salah satu kesenian tradisional yang lahir dan berkembang di Semarang, yang menampilkan unsur-unsur seni musik, vokal, tari, dan lawak. Berikut penjelasan selengkapnya tentang Gambang Semarang serta sejarahnya.

Dua Pendapat tentang Gambang Semarang

Dikutip dari jurnal Gambang Semarang: Sebuah Identitas Budaya Semarang yang Termarginalkan (Jurnal Imajinasi Vol X No 2, 2016) karya Sri Sadtiti, ada dua pendapat tentang asal muasal Gambang Semarang.

1. Dari Gambang Kromong Jakarta

Dalam jurnal karya guru SMAN 14 Semarang itu dituliskan, pendapat pertama dan yang dianggap paling benar menyebutkan Gambang Semarang berasal dari kesenian Gambang Kromong dari Jakarta.

Dahulu, karena penduduk kota Semarang merupakan campuran antara orang Jawa pribumi, orang Tionghoa, dan orang Arab, maka sulit sekali menciptakan sebuah kesenian yang khas dari Semarang. Sebab, tiap etnis membawa peradabannya masing-masing.

Oleh karena itu, seorang Tionghoa bernama Lie Ho Sun pada awal 1930 berinisatif membawa Gambang Kromong (Jakarta) untuk dikembangkan di Semarang. Inisiatif itu kemudian menjadi nyata atas persetujuan Walikota Semarang saat itu.

Sepulang dari Jakarta, Lie Ho Sun membawa seperangkat gamelan Gambang Kromong sekaligus sekelompok senimannya. Singkat cerita, terbentuklah komunitas seni Gambang Kromong di Semarang. Masyarakat Semarang saat itu disebut sangat antusias terhadap kesenian ini, karena didukung oleh orang-orang pribumi dan Tionghoa.

Pada akhir 1930, seorang Tionghoa bernama Oe Yok Siang menciptakan sebuah lagu berjudul Ampat Penari. Lagu tersebut secara filosofis menceritakan tentang Gambang Semarang.

Sejak saat itu, mulai dikenal istilah Gambang Semarang untuk kesenian "gado-gado" ini.

"Pendapat inilah yang diyakini kebenarannya karena terdapat rentang waktu yang tidak terlalu jauh diantara keduanya," tulis Sri Sadtiti dalam jurnalnya (2016: 144).

Sampai sekarang, lagu Ampat Penari masih menjadi trademark Stasiun Tawang saat keberangkatan kereta.

Dikutip dari situs Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, berikut penggalan lirik lagu Ampat Penari:

Empat penari, kian kemari
Jalan berlenggang, aduh ...
Sungguh jenaka menurut suara
Irama Gambang.

2. Gambang Kromong Jakarta dari Semarang

Pendapat kedua berasal seniman Gambang Kromong di Jakarta yang mengatakan bahwa Gambang Kromong justru berasal dari Gambang Semarang.

Dalam Jurnal Imajinasi terbitan Universitas Negeri Semarang itu disebutkan, pendapat kedua ini dibuktikan dari adanya seniman-seniman tua yang mengenal irama-irama Gambang Semarang.

Terlepas dari perbedaan dua pendapat itu, baik Gambang Kromong maupun Gambang Semarang merupakan kearifan lokal yang harus dijaga kelestariannya.

Tentang kekinian Gambang Semarang ada di halaman selanjutnya...




(dil/aku)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork