Harga Sayuran di Klaten Naik Dampak Kemarau Panjang

Harga Sayuran di Klaten Naik Dampak Kemarau Panjang

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 27 Okt 2026 10:28 WIB
Pedagang sayur di Pasar Kosambi.
Pedagang sayur di Pasar. Foto: Daffa Sarja
Klaten -

Harga beberapa komoditas sayuran di tingkat pengecer di Klaten semakin mencekik. Beberapa komoditas naik 100 persen, bahkan lebih diduga karena pasokan kemarau yang sulit.

"Cuma yang komplet naik baru minggu terakhir ini. Misalnya jipan (labu siam) dari petani ke bakul saja sudah Rp 7.000-8.000, biasanya setengahnya," jelas pedagang sekaligus petani di Kecamatan Kemalang, lereng Gunung Merapi, Riyanto Riyanto kepada detikJateng.

Dijelaskan Riyanto, kemarau memicu tanaman sayuran kurang air. Akhirnya daya tahan tanaman pada penyakit dan hama lemah sehingga panennya berkurang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Panen kurang, penyebabnya ya kan langka barang. Harga di petani sudah naik, dibeli bakul, bakul dijual lagi, baru ke pengecer, pengecer lagi," lanjut Riyanto.

Bakul sayur keliling di Kecamatan Delanggu, Yuda menyatakan harga mentimun yang biasanya Rp 8.000 per kilogram sekarang Rp 16.000. Labu Siam sebelumnya Rp 5.000-6.000 saat ini sampai Rp 15.000.

ADVERTISEMENT

"Labu Siam sebelumnya Rp 5.000-6.000 saat ini sampai Rp 15.000, buncis biasanya Rp 10.000-Rp 12.000 ini Rp 25.000, tomat biasa Rp 6.000 juga sudah Rp 12.000, cabai merah Rp 80.000, untuk kacang panjang standar Rp 10.000, lainnnya masih standar, '' katanya kepada detikJateng di lokasi jualan.

Analis Kebijakan Sub Koordinator Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan DKUKMP Pemkab Klaten, Dewi Wismaningsih, menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat harga sayuran di Klaten menanjak naik. Salah satunya ialah kemarau panjang.

"Ada beberapa faktor terkait dengan musim kemarau yang berkepanjangan. Kemarau menyebabkan produksi kurang maksimal," jelasnya kepada detikJateng, Selasa (27/10/2026) pagi.

Diungkapkan Dewi di tengah pasokan yang terbatas, di satu sisi Klaten bukan daerah penyangga sayur. Sayuran masih mengandalkan kiriman dari wilayah lain.

"Klaten bukan kabupaten penyangga sayur sehingga sayur dikirim dari kabupaten lain. Tentu membutuhkan biaya operasional," terang Dewi.

Menurut Dewi naiknya harga sayuran murni masalah permintaan dan pasokan barang. Namun secara umum di Klaten masih aman.

"Ya untuk stok atau ketersediaan di pasar aman. Untuk sayur banyak pilihan untuk konsumen, monggo konsumen dimohon menjadi konsumen cerdas, bisa memilih sayur berkualitas dengan harga terjangkau sesuai kemampuan," imbuhnya.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads