Undip Terima detikJateng-Jogja Awards, Warek: Wujud Kepercayaan Masyarakat

Undip Terima detikJateng-Jogja Awards, Warek: Wujud Kepercayaan Masyarakat

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 23 Okt 2026 18:54 WIB
Wakil Rektor Riset Kerjasama Inovasi dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, SIP, MSi, Ph.D usai menerima penghargaan di KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
Wakil Rektor Riset Kerjasama Inovasi dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, SIP, MSi, Ph.D usai menerima penghargaan di KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. detikJateng
Batang -

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendapatkan penghargaan sebagai Inovator Teknologi Pelestarian Lingkungan Berdampak Berkelanjutan dalam detikJateng-Jogja Awards 2026. Penghargaan ini dinilai merupakan wujud kepercayaan masyarakat terhadap Undip.

"Ini adalah wujud kepercayaan masyarakat dalam hal ini penghargaan kepada Undip karena apa yang telah kita lakukan," kata Wakil Rektor Riset Kerjasama Inovasi dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, SIP, MSi, Ph.D usai menerima penghargaan di KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

Undip diketahui menghadirkan inovasi berbasis riset untuk menjawab persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih telah diterapkan di sejumlah wilayah pesisir, antara lain Desa Teluk Awur, Jepara, Rusunawa Slamaran di Kota Pekalongan, serta Desa Randusanga Kulon, Brebes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wijayanto menjelaskan teknologi desalinasi yang dikembangkan Undip saat ini telah disebar ke belasan titik di Jawa Tengah. Selain itu, teknologi ini juga didatangkan ke wilayah yang terdampak bencana.

ADVERTISEMENT

"Undip memang mengembangkan satu mesin desalinasi yang sudah bekerja di 11 titik di Jawa Tengah termasuk di Demak, di Jepara, di Rembang, di Brebes. Di mana itu eh kita tahu daerah Pantura mengalami rob atau banjir, kesulitan air bersih, air siap minum," urai Wijayanto.

"Tidak hanya di daerah Pantura, mesin kami sudah bekerja di daerah-daerah terpencil seperti Nusakambangan, daerah yang terpencil dan di Sumatra juga ketika bencana kami mengirimkan mesin desalinasi di sana, dan juga kita juga bersama dengan BNPB. Jadi, kita cukup komprehensif. Ke depan tentunya kita akan semakin mengembangkan mesin desalinasi ini," imbuhnya.

Sementara itu, inovasi Artificial Fish Apartment atau apartemen ikan berbahan beton dari limbah abu batu bara (FABA) buatan Undip diaplikasikan di perairan Kabupaten Batang, termasuk kawasan Karang Sebapang dan Karangmaheso.

Kedua inovasi tersebut mencerminkan kontribusi Undip dalam memperluas akses air bersih sekaligus mendukung pemulihan habitat biota laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan.

Wijayanto tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung Undip. Ia turut menyampaikan rasa hormat dan bahagianya.

"Kami menyampaikan terima kasih atas nama Universitas Diponegoro, kami merasa terhormat dan tentu saja happy juga bahwa kita mendapatkan penghargaan ini," tutup Wijayanto.



(apl/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads