PT HM Sampoerna Bawa Penghargaan detikJateng-detikJogja Awards 2026

PT HM Sampoerna Bawa Penghargaan detikJateng-detikJogja Awards 2026

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 23 Okt 2026 17:46 WIB
Manager Stakeholder Relations Central, PT HM Sampoerna Tbk., Kukuh Dwi Kristianto, menerima penghargaan detikJateng-detikJogja Awards 2026 di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
Manager Stakeholder Relations Central, PT HM Sampoerna Tbk., Kukuh Dwi Kristianto, menerima penghargaan detikJateng-detikJogja Awards 2026 di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Batang -

PT HM Sampoerna Tbk. meraih penghargaan dalam ajang detikJateng-detikJogja Awards 2026. Perusahaan itu mendapat penghargaan sebagai Penggerak Transformasi Digital dan Kemandirian Peritel Tradisional.

Penghargaan diberikan oleh Manajer Regional detikcom, Triono Wahyu Sudibyo dan diterima oleh Manager Stakeholder Relations Central, PT HM Sampoerna Tbk., Kukuh Dwi Kristianto, di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap lebih dari 95 persen tenaga kerja nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyadari peran strategis tersebut, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) berkomitmen mendukung pemberdayaan UMKM di bawah Payung Program Keberlanjutan 'Sampoerna untuk Indonesia', salah satunya melalui inisiatif Sampoerna Retail Community (SRC).

ADVERTISEMENT

Sejak dimulai pada tahun 2008, SRC berfokus pada penguatan kapasitas peritel tradisional melalui pendampingan di berbagai aspek usaha, mulai dari penataan toko, manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga literasi digital. Upaya ini diperkuat melalui Ekosistem Digital AYO by SRC yang membantu pemilik toko menjalankan usaha dengan lebih efektif dan efisien.

Hasilnya, berdasarkan Riset KG Media 2026, sebanyak 98,8 persen toko SRC telah terdigitalisasi, dengan tingkat pemanfaatan layanan belanja digital dua kali lebih tinggi dibandingkan toko non-SRC.

Hingga kini, lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia telah menjadi bagian dari ekosistem SRC, termasuk lebih dari 38.000 toko kelontong di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran SRC juga memberikan kontribusi ekonomi dengan total omzet SRC mencapai Rp251 triliun per tahun, atau setara dengan 9,5 persen PDB ritel nasional pada 2025 berdasarkan hasil Riset KG Media 2026.

Melalui SRC, Sampoerna mendorong transformasi toko kelontong agar mampu beradaptasi di tengah dinamika usaha dan kebutuhan konsumen yang terus berubah. Pendekatan ini menempatkan toko kelontong tidak hanya sebagai saluran distribusi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang memiliki peluang untuk tumbuh lebih mandiri, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Adapun, detikJateng-detikJogja Awards merupakan forum penghargaan bagi tokoh-tokoh yang berkontribusi di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti sejumlah tokoh, mulai dari kepala daerah, pemangku kepentingan (stakeholder), hingga pengusaha yang berperan dalam pembangunan Jawa Tengah, akan menerima penghargaan.

Tahun ini, kegiatan mengangkat tema 'Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan'. Tak hanya pemberian penghargaan, acara ini juga menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah. Banyak data yang dibuka terkait peluang investasi di Jawa Tengah.

Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana Dewan KEK Budi Santoso mewakili Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir sebagai pembicara. Selain itu, Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto juga hadir sebagai narasumber tamu.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong berbagai kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Hasilnya, realisasi investasi Jateng mencapai Rp 88,50 triliun sepanjang 2025.

Angka tersebut meningkat 28 persen dibandingkan realisasi pada tahun sebelumnya. Investasi yang masuk ke Jawa Tengah selama 2025 itu juga mampu menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja.



(apu/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads