Bakul Daging Sapi Pasar Johar Semarang Sambat Kondisi Lesu: Nggak Ada yang Beli

Bakul Daging Sapi Pasar Johar Semarang Sambat Kondisi Lesu: Nggak Ada yang Beli

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 29 Jun 2026 15:17 WIB
Suasana lapak daging sapi di Pasar Johar Selatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Senin (29/6/2026).
Suasana lapak daging sapi di Pasar Johar Selatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Senin (29/6/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Geliat perniagaan daging sapi di Kota Semarang tengah lesu. Para pedagang mengeluhkan sedikitnya stok hingga sepinya pembeli.

Pantauan detikJateng di lokasi penjualan daging sapi di Pasar Johar Selatan, Kecamatan Semarang Tengah, Senin (29/6/2026) pukul 13.30 WIB, tampak sepi pembeli. Beberapa lapak terlihat tutup.

Sejumlah pedagang masih bertahan. Mereka memajang potongan-potongan daging di kios.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pedagang daging sapi Pasar Johar, Sri Wahyuni (69), mengungkapkan daging sapi saat ini sulit didapat. Wahyuni biasa membeli daging langsung dari penyuplai di Boyolali.

"Sekarang sedikit (daging sapi). (Kenapa?) Ya, nggak tahu," kata Wahyuni saat ditemui detikJateng di lantai 2 Pasar Johar Selatan siang ini.

ADVERTISEMENT

Selain stok daging sedikit, Wahyuni mengeluh para pembeli juga sepi. Kondisi tersebut berlangsung sejak sebulan.

"Nggak ada yang beli," ungkapnya.

Selain itu, harganya juga naik sekitar Rp 10 ribu. Sehingga daging sapi per kilogram dibanderol Rp 140 ribu.

"(Daging sapi per kilogram) Rp 140 ribu naik Rp 10 ribu," sebutnya.

Dampak dari sedikitnya stok dan mahalnya daging sapi membuat Wahyuni kudu mengurangi stoknya. Saat ini dia hanya menyediakan 10 kilogram hingga 20 kilogram daging sapi.

"Belinya kurang. (Pembeli protes?) Iya, kan naik nggak mau, maunya murah," terangnya.

Dia berharap harga daging bisa turun. Dengan begitu pembeli bisa ramai.

"Ya, harga turun toh," katanya.

Meski mengalami kondisi sulit, Wahyuni mengatakan, para pedagang daging sapi di Pasar Johar tidak mogok jualan.

"Nggak, kalau di sini. Kalau di pasar Semarang di sini nggak ada yang berhenti jualan. Tapi hasilnya sedikit, sepi," ungkapnya.

Senada dengan Wahyuni, pedagang daging sapi lainnya di Pasar Johar, Wartiningsih, juga mengeluh lantaran naiknya harga jual.

"Naik, naiknya sekitar satu bulanan," kata Warti.

Sebelumnya, Warti membanderol daging sapi per kilogram senilai Rp 130 ribu hingga Rp 135 ribu. Kini harga jualnya mencapai Rp 140 ribu untuk daging sapi premium.

"Rp 130 ribu, Rp 135 ribu, naik jadi Rp 140 ribu. Daging yang biasa Rp 120 ribu, sebelumnya Rp 110 ribu," jelasnya.

Warti menduga kenaikan harga terjadi lantaran melonjaknya harga BBM. Dia mengambil daging dari Salatiga dan Boyolali.

"Angkutannya itu kan bensinnya naik," tuturnya.

Dia terpaksa mengurangi stok daging. Terlebih, pembeli juga sepi.


"Pembelinya juga nggak ada," terangnya.

Dia juga berharap pembeli bisa kembali ramai. "Iya itu, pokoknya pembelinya ada," ungkapnya.




(apu/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads