Jalan Tol Jogja-Bawen terutama seksi 6 dari Bawen menuju Ambarawa sepanjang 5 km bakal dioperasikan pada bulan November atau akhir tahun ini. Hal ini mengingat konstruksi di seksi 6 diperkirakan selesai pada bulan ini.
"Di bulan November rencananya atau di tahun ini lah (operasional seksi 6). Seksi 6 itu 5 km," kata Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarsa usai bertemu Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Selasa (9/6/2026).
"(Operasionalkan) Ya kan selesai di bulan Juni ini konstruksinya. Kita ajukan permohonan laik operasi di tahun ini. Harapannya di tahun ini pun juga sudah bisa operasi," sambung Dwi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya berharap pada Nataru mendatang untuk seksi 6 ini sudah bisa dioperasionalkan. "(Kenapa seksi itu dibuka?) Terkait dengan jaringan kan Semarang-Solo sudah dioperasikan dulu tentunya. Kita kan membangun suatu segmen yang tersambung dengan ruas yang sudah operasi sehingga manfaatnya lebih terasa buat masyarakat," ujarnya.
Pihaknya berharap operasional tol menyingkat perjalanan baik dari Ambarawa ke Bawen maupun sebaliknya. Operasional tol juga diprediksi mengurangi kepadatan di kawasan Exit Tol Bawen.
"Dari Bawen ke Ambarawa (atau sebaliknya). Selama ini kalau lihat jalan tol existing biasanya kan macet di ujung Bawen itu. Begitu keluar (tol) turunan, geometriknya nah itu sering kali ada kendala di situ. Ada antrean di situ, nah itu bisa langsung ke Ambarawa. Nggak perlu melalui itu (exit tol)," tambahnya.
Progres Pengadaan Tanah
Dalam kesempatan yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen, Muhammad Fajri Nukman mengatakan, pihaknya bertemu Bupati Magelang untuk melaporkan terkait progres pengadaan tanah Tol Jogja-Bawen. Selain itu, pihaknya juga melaporkan pelaksanaan konstruksi jalan tol yang saat ini sudah mulai memasuki wilayah Kabupaten Magelang.
"Untuk jalan Tol Jogja-Bawen progress per hari ini 72,66 persen (pengadaan tanah). Dengan rincian seksi 1: 98,93 persen, seksi 2: 93,6 persen, seksi 3: 83,02 persen, seksi 4: 70,30 persen, seksi 5: 31,15 persen dan seksi 6: 97, 93 persen. Secara total 72,66 persen," kata Fajri.
"Pada prinsipnya sebenarnya secara pengadaan tanah tidak berhenti, tapi kami memang ada sarat administrasi harus memperbaharui masa izin lokasi gubernur. Dan status hari ini izin lokasi gubernur sudah terbit, kami selanjutnya akan ada koordinasi dengan Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah dan Insyaallah di dalam waktu dekat akan diteruskan pada masing-masing Kakan (Kepala Kantor BPN/ATR) kabupaten/kota untuk melanjutkan prosesnya," tegas Fajri.
(aku/dil)
