Tahu Bulat di Magelang Menyusut Imbas Harga Kedelai-Minyak Naik

Tahu Bulat di Magelang Menyusut Imbas Harga Kedelai-Minyak Naik

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 25 Mei 2026 07:56 WIB
Rumah produksi tahu bulat di Magelang, Minggu (24/5/2026).
Rumah produksi tahu bulat di Magelang, Minggu (24/5/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Produsen tahu bulat di Magelang mengaku terpaksa mengurangi bahan untuk menutupi biaya produksi yang mengalami kenaikan. Alhasil, tahu bulat yang diproduksi lebih kecil dari sebelumnya.

Pemilik produksi tahu bulat di Magelang, Danang Santoso (44), menyebut ada beberapa bahan yang naik beberapa waktu terakhir. Bahan-bahan yang naik yakni kedelai impor, minyak goreng, plastik, dan sekam atau bahan bakar untuk penggorengan.

Produsen tahu bulat Pak D tersebut mengatakan harga kedelai impor di Kota Magelang telah mencapai Rp 10.700 per kilonya. Bahkan isunya harga kedelai akan terus naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin Kamis (21/5). Aslinya kan sudah naik Rp 10,700, tapi ya mungkin langganan lama masih dihitung harga yang kemarin, masih Rp 10.600," kata Danang saat ditemui di rumah sekaligus tempat usahanya di Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Minggu (24/5/2026).

Untuk mencukupi produksi tahu bulat ini setiap seminggu menghabiskan sekitar 2 ton kedelai. Kemudian, produksi tahu bulat ini dilakukan tiap harinya.

ADVERTISEMENT

"Saya, satu ton (sekali ambil). Seminggu dua kali order, minim dua kali," sambungnya.

Atas kenaikan harga kedelai, kata Danang, yang dilakukan perubahan ukuran. Hal itu dilakukan untuk menutup biaya produksi karena belum berani menaikkan harga.

"Soalnya kalau harga jual, kita nggak bisa naik. Dari dulu kan sempat harga (kedelai) Rp 15.000 itu per kilo sama minyak yang satu drigen itu Rp 500.000 ya harga tetap sama (harga jual)," ujarnya.

Produksi tahu bulat ini dicetak menggunakan mesin. Untuk itu, dengan disetel ukuran yang bisa mengurangi ukuran hasil tahu bulatnya.

"Ya dari bahan baku awal ya agak kecil, tapi kalau finishing enggak terlalu kecil. Cuma nanti kan dikresek (bungkusnya), kalau kresek itu agak beda bebannya (beratnya)," lanjutnya.

Untuk harga jual yang ukuran tanggung per biji Rp 170, kemudian yang besar Rp 340 per biji. Sedangkan untuk memudahkan para sales yakni Rp 5.000 dapat 30 yang ukuran tanggung. Kemudian untuk ukuran besar Rp 5.000 dapat 15 biji.

"Rp 5.000 dapat 30 yang ukuran tanggung. Yang besar Rp 5.000 dapat 15, tapi nggak terlalu kelihatan ini," bebernya.

Penjualan tahu bulat, kata Danang, dipasarkan daerah Jogja, Solo, Kebumen, Semarang dan Muntilan.

"Saya kan model sales (diambi), jadi kan sini pesanan semua. Saya nggak jualan di pasar di ambil sales, jam 13.00 dan 15.30 WIB. Alhamdulillah tiap hari (produksi)," ujar Danang.

"Satu kali masaknya 12,5 kilo. Rata-rata itu sekarang 21 masak (produksi)," tambahnya.

Selain produksi tahu bulat, Danang juga membuat tahu pilus. Namun, dia hanya memproduksi banyak tahu pilus menjelang Lebaran.

"Kemarin saya hitung sekitar Rp 280.000, sekali masak cuman 12 kilo," ujarnya yang dibantu sekitar 15 orang pekerja.

"Minyak goreng sama serbuk kayu (juga naik). Dulu awal mula (2014) cuma (harga minyak goreng) Rp 130-Rp 150 ribu per jerigen, ukuran 16 kg atau 17 kg. Sekarang Rp 325 ribu. Kalau akhir-akhir ini Rp 300 ribu jadi Rp 325 ribu, tapi nggak langsung bertahap (kenaikan)," imbuh dia.

Danang mengakui, untuk tahu pilus memang ada kenaikan harga. Hal ini karena menyangkut berat yang dibungkus menggunakan plastik model bal-balan.

"(Harga tahu pilus) Dulu cuma Rp 70 ribu, kalau sekarang tergantung, kalau kita sales besar ya (jual) Rp 75 ribu, kenaikan Rp 5 ribu. Kalau yang cuma eceran Rp 85 ribu, Rp 90 ribu. Kalau tetangga (beli) cuma Rp 85 ribu," ujarnya.

Tahu bulat produksinya selain diambil sales, ada juga pembeli yang datang langsung di rumahnya. Salah satunya,

"Saya jualan tahu walik sama tahu gejrot. Tiap hari ngambil. Paling sedikit (beli) Rp 100 ribu dapat sekitar 600 biji," ujar Rendi (35), yang jualan di Pasar Rejowinangun.

"Saya ngambil di sini hampir 3 tahun. Keistimewaannya dari segi harga juga lebih murah, terus kalau buat tahu walik pas tipisnya. Kan ada yang tebal, ini pas. Kalau rasa gurih," ujarnya.



(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads