Respons Gubernur BI Usai Disarankan Mundur Imbas Rupiah Anjlok

Respons Gubernur BI Usai Disarankan Mundur Imbas Rupiah Anjlok

Herdi Alif Al Hikam, Anisa Indraini - detikJateng
Senin, 18 Mei 2026 20:33 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo tiba di Istana (Eva/detikcom)
Gubernur BI Perry Warjiyo tiba di Istana (Foto: Eva/detikcom)
Solo -

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, disarankan anggota DPR untuk mundur imbas terus melemahnya nilai tukar rupiah. Perry pun optimis bahwa kondisinya akan stabil.

Dikutip dari detikFinance, Senin (18/5/2025) hal itu disampaikan Perry saat menjawab pertanyaan terkait dengan saran mundur dari anggota DPR. Saran agar dirinya mundur itu datang dari anggota Komisi XI DPR, Primus Yustisio.

"Yakin stabil," ucap Perry usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan itu, Perry juga ditanya terkait hasil pertemuan dengan Prabowo bersama sejumlah menteri ekonomi. Apakah rapat tersebut turut membahas terkait stabilitas rupiah.

ADVERTISEMENT

Hanya saja, Perry enggan membeberkan hasil pertemuan itu.

"Terima kasih, terima kasih," tutur Perry singkat.

Kemudian Perry ditanya lagi soal saran mundur, Perry hanya bicara yakin stabil sambil masuk ke mobil dan meninggalkan Istana Kepresidenan.

Sebelumnya, Primus menyarankan agar Perry mundur dari jabatannya. Keputusan itu dianggap sebagai suatu tindakan terhormat di tengah situasi ini.

"Pak Perry yang saya hormati, kadang pak kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh mungkin saatnya sekarang bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah. Selanjutnya terserah Bapak, tentu saja. Tapi itu bukan sikap penghinaan," ujar Primus dalam rapat kerja dengan BI di DPR RI, Jakarta, Senin (18/5).

"Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang. Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu, tidak ada salahnya," sambung Primus.




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads