Apindo Jateng Desak Pemerintah Cari Solusi Lonjakan Harga Plastik

Apindo Jateng Desak Pemerintah Cari Solusi Lonjakan Harga Plastik

Saktyo Dimas R - detikJateng
Rabu, 15 Apr 2026 18:16 WIB
Wamen Perindustrian, Faisol Riza
Wamen Perindustrian, Faisol Riza. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng.
Kendal -

Pemerintah memastikan saat ini bahan baku plastik masih terjamin untuk kebutuhan industri. Terkait kenaikan harga plastik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah mencarikan solusi agar harga plastik tidak terus naik.

"Saat ini memang bahan baku yakni biji plastik mengalami kenaikan ya tentunya karena pengaruh dari konflik geopolitik AS-Iran. Sedangkan biji plastik sebagai bahan baku plastik, Indonesia masih mengimpor," kata Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, kepada detikJateng, usai meresmikan pabrik grinding ball PT Elecmetal Longteng Indonesia di KITB, Rabu (15/4/2026).

Faisol memastikan Pemerintah menjamin kebutuhan bahan baku plastik dan manufaktur. "Yang pasti pemerintah memastikan bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur dan plastik itu bisa terjamin," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi, saat dihubungi detikjateng, mengatakan, kenaikan harga bahan baku plastik yang signifikan sangat dirasakan pengusaha industri plastik. Hampir satu bulan harga plastik naik hingga mencapai 100 persen.

"Ini gila-gilaan harga bahan baku plastik naik sampai 100 persen dan hampir satu bulan ini. Naiknya harga plastik banyak dirasakan oleh pengusaha industri plastik," kata Frans Kongi, Rabu (15/4).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku plastik itu memang belum sepenuhnya mencekik pengusaha industri plastik.Namun, jika kondisi itu dibiarkan berlangsung lama maka dampaknya akan semakin buruk.

"Naik 100 persen itu memang belum seluruhnya mencekik pengusaha plastik tapi kalau terus dibiarkan ya dampaknya akan semakin buruk," ujarnya.

Frans menerangkan sudah banyak pengusaha industri plastik yang mengeluhkan mahalnya bahan baku plastik sehingga para pengusaha plastik terpaksa harus mengurangi jumlah produksinya.

"Banyak pengusaha yang sudah mengeluh mahalnya bahan baku plastik dan mau nggak mau mereka akhirmya mengurangi jumlah produksinya. Mereka nggak mampu lagi produksi banyak," terangnya.

Frans menambahkan kalau harga biji plastik mahal maka industri plastik akan menaikkan harga produksinya sehingga yang terjadi harga produk plastik juga ikut naik.
Bahkan kenaikan produk plastik bisa juga naik hingga 100 persen.

Tidak hanya itu saja, kenaikan harga plastik yang tinggi juga akan berdampak daya beli masyarakat menurun.

"Kalau semakin mahal harga plastiknya, ya daya beli masyarakat akan ikut turun. Dampaknya bisa sampai ke situ," ucapnya.

Frans mengungkapkan agar Pemerintah tidak hanya memberikan atau mengeluarkan statement adanya jaminan kebutuhan bahan baku plastik tapi juga mencarikan solusi agar harga biji plastik tidak mengalami kenaikan secara terus menerus.

"Jangan hanya bilang kebutuhan bahan baku plastik aman dan dijamin. Tapi carikan solusimya biar bahan baku plastik ini tidak naik terus," ungkapnya.

Frans berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku plastik dan harga bahan baku industri lainnya. Sehingga kondisi seperti ini tidak berlangsung lama dan mencegah terjadinya krisis ekonomi.

"Harapannya ya tentunya pemerintah secepat mungkin melakukan langkah cepat untuk mengatasi krisis seperti ini. Kalau bisa cepat diatasi maka krisis ekonomi tidak akan terjadi," harapnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads