Kapal Indonesia Belum Boleh Lewat Hormuz, Bahlil: Memang Tidak Mudah

Nasional

Kapal Indonesia Belum Boleh Lewat Hormuz, Bahlil: Memang Tidak Mudah

Heri Purnomo - detikJateng
Jumat, 27 Mar 2026 17:21 WIB
The Parnassos crude oil tanker sits anchored as the traffic is down in the Strait of Hormuz, amid the U.S.-Israeli conflict with Iran, in Muscat, Oman, March 10, 2026. REUTERS/Benoit Tessier
Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Benoit Tessier
Solo -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara soal Iran belum membuka Selat Hormuz untuk Indonesia. Bahlil mengatakan komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak-pihak terkait.

Dilansir detikNews, dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di Teluk Arab. Adapun kapal-kapal Malaysia sudah mendapat restu Iran untuk lewat Selat Hormuz.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengeluarkan dua kapal Pertamina tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz," kata Bahlil di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026), dikutip dari detikNews.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Bahlil mengatakan bahwa proses negoisasi ini membutuhkan waktu.

"Masih negosiasi sekarang. Kan ini kan antrean panjang. Lagi dalam negosiasi, ya. Kasih kami waktu ya. Masih negosiasi, masih negosiasi," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3).

Adapun proses negosiasi ini dilakukan ditengah Iran sudah mulai membuka komunikasi dengan sejumlah negara yang kapalnya tertahan.

"Alhamdulillah kita sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai, tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz itu sudah mulai ada kebijakan tutup-buka," ujar Bahlil.

Seperti diketahui, Iran telah membuka Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggapnya bersahabat. Alhasil, kapal tanker dari negara-negara yang diberi lampu hijau oleh Iran bisa keluar dari Selat Hormuz.

Hal itu disampaikan akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai yang mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Setidaknya ada lima negara yang dianggap bersahabat termasuk Pakistan hingga Rusia.

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi: Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan," tulis unggahan tersebut, dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3).

Malaysia juga menyatakan telah diizinkan Iran keluar dari Selat Hormuz. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kapal tanker Malaysia diizinkan melewati Selat Hormuz. Keputusan itu merupakan hasil dari berbicara dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki dan negara-negara regional lainnya.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Anwar berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads