Gamis Bini Orang dan Tunik Bini Sah Jadi Primadona di Pasar Johar Semarang

Gamis Bini Orang dan Tunik Bini Sah Jadi Primadona di Pasar Johar Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 10 Mar 2026 16:03 WIB
Suasana Pasar Johar, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (10/3/2026).
Suasana Pasar Johar, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (10/3/2026). (Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Semarang -

Pasar Johar Kota Semarang mulai dipadati pengunjung menjelang Idul Fitri 1447 H. Tahun ini, Gamis Bini Orang jadi model gamis paling dicari pembeli di Pasar Johar.

Pantauan detikJateng siang ini, Pasar Johar di Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, ramai dipadati pengunjung. Mereka berjalan menyusuri pasar mencari baju baru untuk merayakan Lebaran.

Salah satu penjual di Tasya Shop, Iqbal (22) menyebut, peningkatan penjualan sudah mulai sejak Januari awal. Penjualan meningkat sekitar 70 persen. Tahun ini, 'gamis bini orang' dan 'tunik bini sah' jadi tren dan kerap diburu pembeli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini yang lagi ngetren yang di TikTok kayak 'bini orang', terus 'istri sah'," kata Iqbal kepada detikJateng di Pasar Johar, Selasa (10/3/2026).

Ia menyebut, gamis bini orang sudah sering dicari sejak awal puasa. Gamis primadona di Pasar Johar itu pun langsung distok banyak di lapaknya.

ADVERTISEMENT

Namun, ia tak menyarankan pembeli untuk membeli gamis bini orang. Menurutnya, gamis yang dipenuhi payet itu menjadi tren tahun ini dan hanya cocok digunakan saat Lebaran ataupun acara besar, sehingga berpotensi jarang dipakai.

"Saya nggak menyarankan untuk membelinya. Karena bisa dipakai cuma sekali tok. Tahun besok belum tentu bisa kepakai. Karena modelnya," tuturnya.

"Saya menyarankan yang bisa (dipakai) saja, tapi kelihatan mewah. Kalau bini orang karakteristiknya modalis. Terus ada belahan di bagian bawah," lanjutnya.

Selain gamis bini orang, tunik bini sah juga kerap dicari-cari pembeli. Bahkan, saat ia menyetok beberapa tunik itu di lapasnya, tunik itu langsung ludes dalam beberapa hari.

"Ada tunik bini sah, tapi di saya sudah habis, langsung stoknya. Itu viral juga. Kalau yang viral-viral saya ada, tapi nggak yang terlalu banyak stoknya," ucapnya.

"Kalau dari gamis bini orang sama tunik bini sah, saya lebih rekomendasi yang tunik. Soalnya kalau tunik nanti masih kasih bawahan apa aja masih bisa masuk," lanjutnya.

Adapun, gamis bini orang yang premium di tempatnya dijual sekitar Rp 600 ribu. Menurutnya, gamis bini orang itu premium dan hanya ada satu di Pasar Johar.

"Tapi saya rekomen yang bisa dipakai sepanjang masa, kayak katbol (katun bolong) kan termasuk sepanjang masa," ungkapnya.

Hal serupa dirasanakan penjual lainnya di Toko Amandarizky, Alda (28). Ia mengatakan, banyak pembeli mencari gamis bini orang, tunik bini sah, gamis sultan, hingga 'gamis pelakor'.

"Gamis bini orang ini yang paling tren, yang ada belahannya, ada kombinasi brokat-brokatnya," ungkapnya.

"Ada yang nyari gamis pelakor, tapi nggak ada, belum ada di kita, yang ada gamis bini orang. Dijual harga Rp 275 ribu," kata Alda.

Ia mengatakan, saking banyaknya pembeli gamis bini orang, ia tak bisa menghitung berapa banyak gamis yang sudah terjual.

"Sudah tak terhitung lagi, paling laris. Udah empat kali restock, tiap restock tambahnya lima kodi," ujarnya.

Menurutnya, ibu-ibu dan remaja paling banyak mencari gamis di lapaknya. Peningkatan penjualan hingga sekitar 50 persen itu sudah ia rasakan sejak awal puasa.

"Kalau remaja biasanya nyarinya ya gamis bini orang, sama gamis sultan, sama yang model rompi lepas," jelasnya.




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads