Menjelang Lebaran perajin parsel di Magelang banjir pesanan. Pesanan datang bukan hanya dari wilayah Magelang, ada juga dari New York, Amerika Serikat (AS).
"(Pesanan parsel Lebaran bagaimana) Malah jauh dari sebelum puasa sudah mulai banyak pesanan. Terus kalau untuk sampai dengan hari ini, itu parselnya juga menunjukkan signifikansi yang lumayan daripada tahun kemarin," kata pengusaha parsel, Agnes Chandra Buana (38), saat ditemui detikJateng di lapaknya, Jalan Daha, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Senin (9/3/2026).
Usaha bisnis parsel ini dirintis sejak 2010. Parsel buatannya ini tak hanya berupa makanan atau snack, tapi juga alat rumah tangga seperti cangkir, piring, tumbler dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agnes mengatakan peningkatan pesanan parsel mengalami peningkatan 50 persen dibandingkan tahun lalu.
"Kalau saya hitung kasarannya, maksudnya belum pasti. Itu sekitar 1.500-an yang sudah terjual. Mungkin nanti kalau sampai akhir, ini kan masih dua minggu ya. Ya, mungkin akan lumayan nambahnya itu masih cukup banyak gitu," ujar Agnes.
"Lumayan signifikan juga. Dulu (tahun lalu) itu kan kurang lebih 1.000-nan. Sekarang sudah lumayan banyak," sambungnya.
Dia juga melayani parsel yang dikemas dalam kontainer atau boks. "Kemarin tuh sekitar 250-an (sudah terjual)," sambungnya.
Agnes menyebut pemesanan parsel ini bukan hanya dari Magelang saja. Ada yang datang dari Papua, Kalimantan hingga New York.
"(Dari luar negeri) Ada. New York, dia kirim, tapi kan karena buat keluarganya (di Magelang). Cuma satu, kan karena kayak perseorangan," ujar Agnes.
Kemudian pesanan itu baik dari perseorangan, instansi swasta, perbankan maupun lainnya.
Pesanan parsel di Magelang meningkat jelang Lebaran, Senin (9/3/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng |
Adapun harga parsel pun beragam. Hal ini juga tergantung pada jenis barang yang ada dalam parsel tersebut. Kemudian dalam mengerjakan pesanan parsel ini dibantu 5 orang.
"Kalau tahun ini, mulai Rp 120 ribu sampai yang lebih mahal Rp 1,5 juta. Kalau tahun lalu kan ada yang sampai Rp 2 juta. Tapi, kalau yang banyak laku itu sekitar harga Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu, itu banyak sekali," lanjut Agnes.
Ia pun juga melayani pengiriman parsel menuju sejumlah daerah. Pengiriman menuju wilayah sekitar Kedu hingga Surabaya.
"Ngirim luar kota, kita ke Gombong, Surabaya, terus ke Temanggung. Itu diambil, Jogja, Semarang," ujarnya.
"Kalau ekspedisi kan ada kerja sama dengan ekspedisi, iya tetap H-7. Kan kalau kota-kota perseorangan besok nanti sampai H-1," ujar dia.
Perihal omzet yang didapatkan dari penjualan parsel ini, ia enggan menyebutkan.
"Omzetnya ya lumayan lah, maksudnya oke," pungkasnya.
(ams/alg)












































