Purbaya Sebut Dirut BEI Mundur Jadi Sinyal Positif: Serok-serok

Nasional

Purbaya Sebut Dirut BEI Mundur Jadi Sinyal Positif: Serok-serok

Anisa Indraini - detikJateng
Jumat, 30 Jan 2026 13:38 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN Kita edisi November 2025 di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Gilang Faturahman/detikcom
Solo -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons mundurnya Iman Rachman sebagai Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia menyebut hal itu menjadi sinyal positif terutama bagi yang paham pasar modal.

Dikutip dari detikFinance, Purbaya mengatakan tidak ada dampak kerugian dalam pengunduran diri Dirut BEI itu..

"Nggak ada (dampak), saya untung kalau dia mundur, bukan saya yang bayar juga gajinya, nggak ada (dampak) ke fiskal. Kalau saya pikir ini sinyal yang positif," kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menyebut investor bakal melihat ada respons cepat pemerintah merespons saat terjadi keruntuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Maka menurutnya investor akan lebih yakin untuk berinvestasi di pasar modal.

"Artinya investor di pasar modal maupun di riil sektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu, mestinya akan lebih yakin, bahwa arah ke depan agak lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sektor, di FDI," ujar Purbaya.

ADVERTISEMENT

Bagi yang paham pasar modal, lanjut Purbaya, pengunduran diri Dirut BEI jadi sinyal positif.

"Wah ini positif kalau orang yang ngerti mah. Kalau yang ngerti mah, buy, serok-serok," imbuh Purbaya.

Pengunduran diri Dirut BEI itu disebut Purbaya sebagai bentuk tanggung jawab menyusul runtuhnya IHSG dua hari terakhir. Purbaya juga menjelaskan Iman Rachman memiliki kesalahan fatal yaitu tidak menindaklanjuti laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga membuat runtuhnya IHSG.

"Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain, dianggapnya ekonominya nggak stabil padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh," ujar Purbaya.




(alg/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads