Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda, menyebut aksi demo yang terjadi dua hari ini akibat rakyat marah terkait kondisi ekonomi mereka. Menurut dia, tidak benar bahwa demo ini terkait dengan kepentingan asing.
"Terkait dengan kepentingan asing, saya rasa tidak benar karena gerakan ini muncul akibat rakyat yang marah, resah, terhadap kondisi ekonomi mereka. Mereka semakin sulit mendapatkan pekerjaan, sulit mendapatkan pendapatan. Ketika sudah memuncak, maka terjadilah aksi seperti kemarin," kata Nailul kepada detikcom, Jumat (29/8/2025).
Menurut dia, aksi demo ini adalah bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada masyarakat menengah ke bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Kondisi Indonesia seperti sekarang ini timbul dari kondisi masyarakat yang tengah kesulitan, namun dikatakan oleh BPS ekonomi kita meningkat. Ekonomi masyarakat kita tengah terpuruk dengan semakin banyak PHK, harga barang semakin melejit, dan berbagai indikator lainnya. Pengaburan fakta oleh pemerintah yang bisa menimbulkan bom waktu yang bisa meledak, bukan oleh pemerintah, tapi oleh rakyat yang marah," ucap Nailul.
Dia menambahkan, kondisi dua hari ini juga akan menjadi sentimen negatif bagi investor. Dampak buruknya, akan banyak aliran dana investor yang keluar dari Indonesia.
"Kejadian dalam dua hari ini sebagai sentimen negatif yang akan menyebabkan capital outflow. Bahkan investor ritel juga akan melakukan tindakan serupa. Ketidakstabilan politik akan menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi usaha Indonesia. IHSG pasti akan memerah," jelasnya.
Sementara itu Direktur Kebijakan dan Program Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) Piter Abdullah meminta pemerintah merespons situasi saat ini dengan bijak.
"Kalau berkepanjangan, dampak negatifnya adalah kepercayaan investor akan turun, investasi turun, target pertumbuhan ekonomi tidak tercapai, pengangguran dan kemiskinan berpotensi naik," ujarnya.
Sebelumnya, Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono menyatakan dirinya mengetahui ada campur tangan asing di balik kericuhan demo 28 Agustus di DPR RI.
"Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," kata Hendropriyono kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Pihak asing itu, kata Hendropriyono, menggerakkan dari luar. Pihak luar itu mempunyai kaki tangan di dalam negeri. Ia menyebut pihak asing itu memiliki pengaruh besar.
"(Pihak) dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," ujarnya.
(dil/apl)