Kecelakaan beruntun melibatkan tujuh kendaraan terjadi di jalan Pantura Kudus, tepatnya di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Akibat kejadian enam orang luka-luka dilarikan ke rumah sakit.
"Dari arah Surabaya menuju Semarang di mana untuk tronton membawa muatan pasir putih. Ini masih kita dalami kecelakaan karena apa," kata Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Aulia Dwi Maha Putri, saat dihubungi wartawan, Kamis (22/10/2026).
Aulia menerangkan, kejadian ini terjadi sekira pukul 08.30 WIB. Kejadian bermula saat truk tronton membawa pasir berjalan dari arah timur ke barat atau Pati ke Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di lokasi, truk tersebut menabrak kendaraan di depannya hingga beruntun yang tengah berhenti karena lampu merah.
"Korban ada enam orang, yang kendaraan yang terlibat ada tujuh kendaraan," jelas Aulia.
Ia menjelaskan, polisi masih mendalami kejadian kecelakaan ini termasuk para identitas korban. Menurutnya, kecelakaan ini diduga karena sopir tronton muatan pasir mengantuk. Akan tetapi kepastiannya masih didalami oleh petugas polisi.
"Dugaan sementara pengendara mengantuk ini masih kita dalami, untuk korban. Hari ini langsung di olah TKP," jelasnya.
Saksi warga, Sigit, mengungkapkan kejadian saat ia sedang membuka toko. Saat itu keadaan perempatan ruas jalan Tanjang sedang kondisi lampu merah. Banyak mobil berhenti.
"Dari timur sana ini posisi lampu merah kan, lagi merah pada antre. Kemudian mobil kecil (pribadi) pada berhenti dan ini ada kendaraan di bahu jalan," jelasnya kepada wartawan di lokasi.
Sigit menuturkan, saat itu ada truk muatan pasir berjalan kencang dan menabrak truk dump yang ada di depannya. Sontak truk tersebut kemudian menabrak kendaraan lain di depannya.
Total ada tujuh kendaraan mobil yang terlihat dalam kecelakaan tersebut.
"Kemudian melipir nyari jalan, terus truk terlalu kencang dan mengenai dump, kemudian dam menabrak mobil di depannya sampai berhenti, sampai pada nempel," tutur Sigit.
Sigit mengaku sempat mendengar suara keras secara beruntun dalam kecelakaan tersebut. "Macet tahu-tahu ada suara keras benturan beruntun, nggak berhenti nggak cuma sekali dua kali suaranya," lanjut dia.
Dikatakan Sigit, akibat kejadian ini, ada sejumlah orang yang luka-luka. Mulai dari sopir truk sampai mobil. Menurutnya kendaraan dan penumpang sudah dievakuasi hingga siang ini.
"Korban luka-luka sopir dump, dan sopir truk tronton, dan mobil, sudah dievakuasi," pungkas dia.
Truk Rem Blong Diduga Jadi Penyebab Laka Karambol
Polisi kemudian mengungkapkan dugaan penyebab kecelakaan karambol yang terjadi di jalan Pantura Kudus.
"Truk tersebut diduga mengalami rem blong hingga menabrak truk dump hijau," kata Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Aulia Dwi Maha Putri, dalam keterangan tertulis kepada wartawan.
Aulia menerangkan, kejadian berawal truk tronton melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang.
"Sesampainya di lokasi kejadian, truk tersebut diduga mengalami rem blong hingga menabrak truk dump hijau. Benturan itu membuat truk dump hijau terdorong ke depan dan menabrak truk dump kuning," jelas dia.
Lanjut dia, tabrakan beruntun kemudian melibatkan Toyota Avanza, mobil pikap Daihatsu, Isuzu Traga, serta satu truk lain yang belum diketahui identitasnya. Akibat kejadian tersebut dua orang mengalami luka patah kaki. Sementara empat orang luka ringan.
"Akibat kejadian tersebut, dua pengemudi mengalami luka-luka. Sopir truk Hino, Endang Dwi Cahyono, mengalami patah kaki kiri. Sementara sopir truk dump hijau, Kandik, mengalami cedera pada kaki kanan. Keduanya menjalani perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus," jelas dia.
Auli menjelaskan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka berat yang dilaporkan. Adapun kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 80 juta.
Menurutnya petugas kepolisian langsung menerbitkan Laporan Polisi (LP) di lokasi kejadian. Dengan demikian, proses administrasi penanganan perkara dapat segera dilakukan tanpa harus menunggu pelapor datang ke kantor polisi.
"Ini merupakan bagian dari upaya kami memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat. Petugas hadir langsung di TKP untuk melakukan penanganan, pendataan, dan proses administrasi sesuai prosedur," imbuhnya.
Atas kejadian ini, Aulia mengimbau kepada pengendara agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan demi keselamatan bersama.
