Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Setia Budi, Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Kecelakaan itu melibatkan tiga unit mobil dan dua sepeda motor.
"Laka pagi ini 06:30 WIB 22 OKT 2026 lokasi srondol kecelakaan beruntun antara beberapa mobil dan motor, info. sementara "Brio Merah Plat BG Banting Ke Kanan Menghindari Motor (Pengendara Wanita) dan Menabrak Honda Jazz Abu Abu (Sisi Berlawanan). Namun Belakang Mobil Innova beruntun menabrak Honda Jazz bagian Belakang," tulis akun Instagram @infokejadiansemarang.new, dikutip detikJateng, Kamis (22/10/2026).
Dalam video yang diunggah di akun tersebut, tampak seorang perempuan tergeletak di tengah jalan. Juga terlihat mobil Brio merah bertabrakan dengan mobil Jazz abu-abu dari lawan arah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikJateng di lokasi sekitar pukul 08.15 WIB, tampak mobil Brio merah itu ringsek bagian depannya. Mobil tersebut sudah dipasangi alat untuk diderek.
"Kejadian tadi sekitar 06.30 WIB, waktu aku lihat korbannya udah tergeletak yang naik motor perempuan, terus ada tiga mobil," kata penjaga warung kelontong di dekat lokasi, Taufik (26) kepada detikJateng, Kamis (22/10/2026) pagi.
"Saya dengar suara tabrakannya kencang, tapi untung nggak kena warung-warung sekitar, nggak lama kemudian polisi datang, sekitar 10 menitan," lanjutnya.
Menurut Taufik, mobil Brio merah yang melintas dari utara ke selatan itu tiba-tiba oleng lalu menabrak mobil Jazz abu-abu yang berlawanan arah. Kemudian, mobil Jazz itu tertabrak dari belakang oleh mobil Innova.
"Mobil merah dari atas, yang lain semua korbannya dari atas. Kondisi lalu lintas macet banget, mulai longgar baru sekitar setengah jam yang lalu," ujar Taufik.
"Nggak ada yang meninggal, cuma patah (tulang). Terus korban sudah dibawa ambulans," sambungnya.
Juru parkir di sekitar lokasi, Sudaryadi (50) mengatakan saat ia tiba, kondisi lalu lintas sudah macet dan ada seorang korban kecelakaan yang tergeletak di jalan.
"Saya dari selatan, sampai sini mobil derek dari Dishub sudah datang. Masih ada tiga mobil, setahu saya ada korban sudah masuk ambulans. Ada dua motor juga yang jadi korban," kata dia.
Menurut Sudaryadi, ada satu motor yang diangkut mobil kepolisian. Sementara motor lainnya telah melanjutkan perjalanan. Dia menambahkan, kondisi pengendara motor yang lain mengalami lecet di kaki.
"Tapi mungkin karena ngejar kerja dan nggak mau berurusan jadi cuma beli obat terus langsung pergi. Katanya itu karena mobil merah, pengemudinya ngantuk," ucap dia.
Pelaksana Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang, Hafidz Abdullah mengatakan, pihak Dishub tiba sekira pukul 07.05 WIB untuk membantu polisi mengamankan lokasi.
"Kondisi macet karena banyak orang masuk kantor dan sekolah. Kurang lebih jam 07.45 WIB sudah longgar. Ada tiga mobil dua motor (yang terlibat kecelakaan)," kata Hafidz.
"Kami membantu pengaturan lalu lintas. Dishub tadi antisipasi penderekan awal, tapi tidak memungkinkan karena mobil itu ringsek, bamper turun karena pecah, jadi kami panggil derek swasta," sambungnya.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita mengonfirmasi bahwa kecelakaan itu melibatkan tiga unit mobil dan dua motor. Saat ini, polisi masih memediasi pihak yang terlibat.
"Iya betul, masih dalam penanganan," kata Novita melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Novita menjelaskan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Setia Budi itu bermula saat mobil Honda Brio yang dikendarai warga asal Sumatera Selatan, Qeisya (19), melaju dari arah Gombel menuju ke arah Patung Kuda Diponegoro.
"Diduga kurang waspada terhadap pandangan depan dan berjalan terlalu ke kanan hingga melebihi garis marka tengah, sehingga terjadi kecelakaan dengan pengendara motor Vario, Honda Jazz, Kijang Innova, yang melaju dari arah berlawanan," ungkapnya melalui pesan singkat.
Akibatnya, satu orang pengendara motor Honda Vario, M (17), mengalami luka ringan pada kaki kanan dan wajah. Korban kemudian dirawat di RS Hermina Banyumanik, Semarang.
"(Apakah benar dikarenakan pengendara Brio mengantuk?) Masih kita lakukan pendalaman," ujar Novita.
Ia mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu. Para pengendara yang terlibat juga telah melakukan mediasi.
"(Bagaimana hasil mediasinya?) Kita masih melakukan rangkaian penyelidikan dulu. Nanti kalau ada perkembangan kita infokan," pungkasnya.
