Kapolda Jateng, Irjen Roy Hardi Siahaan, meninjau lokasi kebakaran Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Wonosobo. Dia mendorong adanya opsi water bombing.
"Personel di lapangan terus berjuang naik ke atas, membatasi dan melokalisir api agar tidak melebar. Saat ini kondisi masih menyala dan kita terus berupaya padamkan. Kami juga menjajaki pengerahan helikopter water bombing yang disiagakan dari Gunung Lawu jika kondisi medan memungkinkan," terang Roy dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (21/10/2026).
Diketahui, Roy meninjau lokasi kebakaran pada Rabu (21/10). Dia menegaskan personel gabungan terus berusaha membatasi merebaknya api agar tidak turun ke hutan pinus, lahan pertanian, dan permukiman.
Roy memaparkan, tim gabungan menjumpai tantangan utama untuk melakukan pemadaman via darat berupa medan terjal dan ekstrem. Sebab itu, lanjutnya, seluruh jalur pendakian ditutup demi keselamatan masyarakat.
Sementara Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, menyebutkan pemerintah menetapkan status tanggap darurat kebakaran Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Wonosobo.
"Kita sebenarnya sudah mendorong ke pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Wonosobo, untuk bisa merapatkan dan menetapkan status daripada kondisi kebakaran yang sampai ke di lahan wilayah Wonosobo, di kaki Gunung Sumbing ini. Nah, sekarang sudah ditetapkan sebagai tanggap darurat," sebut Ricky seperti dalam pesan suara yang diterima detikJateng, Rabu (21/10).
Ricky mengatakan pihaknya telah berkoordinasi lintas instansi agar bersiaga. Salah satunya adalah menutup pendakian.
"Kita mendorong supaya setiap wilayah menyiagakan antara lain kita mencoba untuk melarang atau menghimbau pihak-pihak yang mendaki untuk tidak naik ke atas," jelasnya.
Ricky juga meminta agar dilakukan water bombing menggunakan helikopter. Dia menyebut kebakaran Gunung Sumbing di wilayah Wonosobo masih berlangsung di 90 hektare dan 70 hektare luasan lahan.
"Bahkan kita sudah mendorong juga teman-teman yang tadinya ada heli yang dipusatkan di Gunung Lawu, kita geser ke sini. Memungkinkan nggak sih water bombing itu beroperasi di sini untuk memadamkan api yang ada di wilayah Gunung Sumbing," ungkapnya.
"140 hektare yang kemarin sudah padam. Saat ini dari 306 hektare itu yang masih (kebakaran) 90 dan 70 (hektare)," imbuhnya.
Sebab itu, sebanyak 180 personel gabungan yang terbagi menjadi enam pleton di sebar guna melakukan penanganan kebakaran Gunung Sumbing.
"Sebanyak 180 personel yang terbagi dalam enam peleton kami sebar ke titik-titik kritis, seperti kawasan Banyumudal. Selain membuat sekat bakar (firebreak), kami juga dibantu warga petani setempat yang mengerahkan mesin pompa steam air untuk membasahi area rawan," bebernya.
(apu/afn)