Pelaku pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo, pria inisial AS, ditangkap polisi di rumah kontrakannya di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, kemarin. AS yang merupakan eks napi teroris (napiter) itu diketahui berasal dari Indramayu, Jawa Barat.
"KTP-nya Indramayu. Tinggal di situ (rumah kontrakan di Purbayan) sama istri dan anaknya. Anaknya kalau nggak salah tiga," kata Kepala Desa Purbayan, Budi Sriyanto, saat ditemui awak media di Balai Desa Purbayan, Selasa (20/10/2026).
Budi mengatakan, AS dan keluarganya baru sekitar dua tahun mengontrak rumah di Desa Purbayan. Sebelumnya, AS dan keluarganya tinggal di wilayah Desa Waru, Kecamatan Baki, Sukoharjo.
"Ngontrak di situ (Purbayan) sudah dua tahun, dulu pindahan dari Waru," ujar Budi.
Budi menduga AS sengaja mencari tempat tinggal yang sepi. Sebab, AS dikenal sebagai sosok yang tertutup. Selama tinggal di Purbayan, AS belum laporan ke pihak Desa.
AS merupakan mantan narapidana kasus terorisme (eks napiter), namun Budi belum mengetahui lebih jauh soal itu. Budi mengatakan, saat polisi menggeledah rumah kontrakan AS, ditemukan banyak senjata tajam.
"Jaringan sudah super kuat. Itu ditangkap terkait warung Mi Babi. Rumahnya itu nyuwun sewu, senjata tajamnya banyak, setiap kamar ada," ucap Budi.
AS digerebek di rumah kontrakannya pada Senin (19/10) sore. Budi mengatakan, sejak magrib, pihak kepolisian sudah melakukan sterilisasi sekitar rumah kontrakan AS.
"Habis magrib sudah steril. Jalur pokok sudah dihalangi, supaya saat ada giat biar tidak terganggu. Kalau dia tidak melawan, mungkin tidak diapa-apain, tapi dia melawan," ucapnya.
Saat penggerebekan itu, terdengar beberapa kali suara seperti senjata api. AS yang sempat melakukan perlawanan akhirnya dilumpuhkan dan diamankan pihak kepolisian.
"Der der ada, tembakan ada. Saya dapat info pelurunya karet yang dipakai, tapi benar tidaknya saya tidak tahu. Untuk melumpuhkan," kata Budi.
Melawan Saat Digerebek
Diberitakan sebelumnya, AS ditangkap polisi dalam penggerebekan di Desa Purbaya, Baki, Sukoharjo. Pelaku pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah itu sempat melawan petugas dengan senjata tajam dan panah.
Pantauan detikJateng di sekitar lokasi pada Senin (19/10) pukul 21.00 WIB, pasukan Brimob sudah berkumpul. Polisi juga menyekat jalan dari depan SDN Purbayan 01.
Sejumlah warga yang penasaran berkumpul di batas aman karena area sudah disterilkan. Saat itu beberapa kali terdengar suara letusan seperti tembakan.
Pukul 21.40 WIB, sejumlah polisi Sabara yang semula berjaga membatasi warga ditarik mendekat ke lokasi penangkapan. Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan juga tiba di TKP.
AS ternyata melawan saat digerebek polisi di rumah kontrakannya itu. Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan mengatakan AS juga menendang motor petugas ketika berusaha masuk ke dalam rumahnya.
"Dari pelaku tersebut saat dilakukan penindakan ada perlawanan, antara lain menembakkan anak panah, kemudian sempat ada perlawanan ketika mau masuk ke rumahnya menendang motor petugas. Sehingga kita pikir ini suatu perlawanan yang cukup bisa dijadikan acuan untuk tindakan tegas terhadap pelaku," kata Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan, di sekitar TKP, Selasa (20/10/2026) dini hari.
Roy juga menjelaskan, pihaknya melakukan tindakan tegas karena AS juga menyerang polisi dengan senjata tajam. Dia juga menegaskan kondisi AS baik dan sudah mendapat penanganan medis.
"Kita lakukan tindakan tegas karena memang ada barang bukti berupa samurai atau parang, yang dilakukan bahkan mencoba membacok, atau menyerang petugas. Dan juga ada busur panah yang ditembakkan ke kita," jelasnya.
"Sudah bisa dinyatakan baik (kondisi AS), karena sudah dilakukan tindakan oleh pihak dokter," imbuhnya.
(dil/alg)