Suhu Semarang Tembus 37 Derajat, Warga: Kayak Simulasi Neraka

Suhu Semarang Tembus 37 Derajat, Warga: Kayak Simulasi Neraka

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 16 Okt 2026 17:59 WIB
Masyarakat di Kota Semarang kepanasan karena suhu mencapai 37 derajat Celcius, Jumat (16/10/2026) sore.
Masyarakat di Kota Semarang kepanasan karena suhu mencapai 37 derajat Celcius, Jumat (16/10/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Suhu di Kota Semarang tercatat mencapai 37 derajat Celsius. Warga mengaku cuaca panas itu seperti simulasi neraka ketika dia berjalan kaki di jalanan.

"Kayak simulasi neraka, panas banget. Kerasa panasnya dari jam 11.00 WIB. Aku jalan ke Perpusda 2 km terus udah panas banget, makanya pakai payung, pakai sunscreen berlapis," kata seorang warga, Fauzi (29), kepada detikJateng di Jalan Pahlawan, Jumat (16/10/2026).

Pantauan detikJateng siang ini di Kota Semarang, banyak warga yang beraktivitas di luar ruangan menggunakan payung ataupun jaket untuk menutupi tubuhnya dari sengatan panas. Sengatan matahari sangat terik, bahkan ketika melaju menggunakan sepeda motor, hembusan angin yang terasa cukup panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fauzi mengaku panas sangat menyengat saat berjalan kaki dari kawasan Gergaji menuju Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jateng dengan jarak sekitar 2 kilometer pada siang hari.

Fauzi mengatakan, begitu dirinya tiba di Perpusda, panas yang menyengat membuat Fauzi langsung meminum sebotol air putih karena saking panasnya.

ADVERTISEMENT

"Karena aku takut kena heat stroke. Sedih banget padahal aku suka jalan tapi panasnya nggak kuat, jadi males jalan tapi tetap dihadapi," ucapnya.

Ia mengaku, cuaca panas menyengat telah dirasakannya sejak September, dan membuatnya enggan beraktivitas di luar ruangan. Bahkan ia mengaku sempat mimpi hujan terjadi di Semarang.

"Panas ini kerasa panas banget dari September sampai aku mimpi hujan di Semarang karena saking panasnya. Sebelumnya udah hujan dua kali sih, tapi nggak ngaruh," ujarnya.

"Panas di Semarang aja sudah menyengat, apalagi di daerah yang terdampak karhutla, pasti udah kayak neraka. Semoga bisa cepat hujan, khususnya di sana, supaya karhutla padam," lanjutnya.

Sementara itu, warga lainnya, Lina (27) juga mengeluhkan cuaca panas yang dirasakan belakangan ini. Menurutnya, panas semakin terasa ketika keluar dari ruangan berpendingin udara atau AC.

"Panas banget di Semarang akhir-akhir ini, tapi hari ini benar-benar panas banget, anginnya juga panas. Kalau keluar dari ruangan ber-AC pasti langsung kerasa panasnya," ujar Lina.

"Apalagi kalau naik motor terus kena lampu merah, udah langsung kayak kepanggang," imbuhnya.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Noor Indah Indriyani, membenarkan suhu udara di Semarang mencapai sekitar 37 derajat Celsius. Menurutnya, suhu tinggi pada Oktober masih tergolong normal.

"Untuk cuaca panas atau suhu tinggi di bulan-bulan ini sebenarnya masih normal. Di Semarang sendiri pernah tercatat hingga 39 derajat pada Oktober 2015. Sekarang terpantau masih sekitar 37 derajat," kata Noor saat dihubungi detikJateng.

Ia menjelaskan, posisi matahari juga ikut memengaruhi kondisi suhu udara di Semarang, terlebih menjelang akhir musim kemarau 2026.

"Kemarin ekuinoksnya 23 September itu 0 derajat dan sekarang bergerak lebih ke selatan. Jadi bisa dikatakan di atas Jawa posisi mataharinya. Jadi memang terasa lebih terik," ucapnya.

Menghadapi cuaca panas ini, BMKG lantas mengimbau masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

"Hindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok tanpa memastikan api benar-benar padam," ucapnya.



(alg/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads