Korban keracunan es buah di wilayah Kajoran, Kabupaten Magelang, terus bertambah. Berdasarkan data hingga pukul 04.00 WIB, hari ini ada 219 korban keracunan.
"Per jam 04.00 WIB menjadi 219 (terduga korban keracunan)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti dalam pesannya kepada detikJateng, Kamis (15/10/2026).
Dari 219 korban keracunan tersebut, kata Lies, berobat ke rumah sakit ada 110.
"Yang ke RS menjadi 110 pasien," ucapnya.
Untuk para korban keracunan ini menjalani perawatan di RSUD Bukit Menoreh Salaman, RSUD Merah Putih, dan RSUD Muntilan. Mereka yang berobat ke rumah sakit, ada yang menjalani rawat jalan dan rawat inap.
"RSUD Merah Putih update data suspect intoksikasi makanan Kajoran tanggal 15 Oktober 2026 pukul 04.05 WIB jumlah pasien masuk IGD 61 orang," kata Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg Rurit Obyantoro dalam pesan kepada detikJateng.
Dari 61 pasien tersebut, kata Rurit, terdiri 19 anak, 4 bumil, dan 38 orang dewasa.
"Kondisi pasien observasi 1, rawat jalan/pulang 25, ranap (rawat inap) 35 orang. Ranap 35 terdiri bumil 4 orang, anak 19 dan dewasa 12," katanya.
Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Muntilan, dr Yuniar, mengatakan terduga keracunan yang dirawat ada 45.
"Ada 45, yang rawat inap 25 orang, sisanya rawat jalan," kata Yuniar dalam pesannya.
Sebagaimana diberitakan, ratusan orang diduga keracunan es buah di wilayah Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Berdasarkan pendataan terakhir ada 167 orang yang diduga keracunan.
"Data yang terakhir sampai tadi habis magrib, dari Puskemas itu yang kami peroleh itu ada 167 dan dirujuk ada 34. Tapi, dari sekian pasien ada juga yang langsung ke rumah sakit. Jadi ada yang tidak melalui puskesmas, jadi langsung ke rumah sakit sehingga yang total di tiga rumah sakit itu ada 98," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti di RSUD Merah Putih, Rabu (14/11).
Gejala terbanyak ialah diare hingga muntah. Ia menegaskan, pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel dan akan mengirimnya ke laboratorium untuk melakukan penyelidikan epidemiologi.
"(Gejalanya) Terbanyak itu muntah, diare, muntah, diare. Sehingga pertolongan pertama yang banyak diberikan adalah mengatasi dehidrasi karena yang datang ke rumah sakit itu rata-rata ingin nyuwun pertolongan karena dehidrasi atau lemesnya," ujarnya.
Simak juga Video '21 Siswa SD di Pati Diduga Keracunan Susu MBG, 6 Dilarikan ke Puskesmas':
(apl/ahr)