Sosok Martha Tilaar, Pionir Industri Kosmetik Asal Kebumen yang Wafat Hari Ini

Sosok Martha Tilaar, Pionir Industri Kosmetik Asal Kebumen yang Wafat Hari Ini

Nur Umar Akashi - detikJateng
Rabu, 14 Okt 2026 13:34 WIB
martha tilaar
Martha Tilaar (Foto: Julius Salvatrone/Wolipop)
Solo -

Kabar duka datang dari dunia kosmetik Indonesia. Martha Tilaar, pendiri Martha Tilaar Group sekaligus sosok di balik merek kosmetik Sariayu, meninggal dunia hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026, di usia 89 tahun.

Warta duka ini disampaikan melalui Instagram resmi Martha Tilaar Group, @martha_tilaar. Jenazah akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Karawang pada Jumat, 16 Oktober 2026.

"Dengan duka cita yang mendalam, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan kabar berpulangnya DR. (H.C) Martha Tilaar, Founder Martha Tilaar Group, pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026," bunyi potongan caption unggahan tertanggal (14/10/2026) itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, siapa sebenarnya Martha Tilaar itu? Berikut profil ringkasnya.

ADVERTISEMENT

Masa Kecil Martha Tilaar

Diringkas dari artikel jurnal Avatara berjudul 'Perkembangan Bisnis Martha Tilaar dalam Dunia Kecantikan di Indonesia Tahun 1970-1999' oleh Norma Nofita Putri, Martha Tilaar adalah putri pertama Yakub Handana dan Herna. Ia lahir di Kebumen, 4 September 1937.

Adik Martha Tilaar, Ratna Handana, lahir pada 21 Juni 1939. Selang dua tahun, keluarga itu mendapat anugerah seorang putra yang dinamai Bambang Handana, tepatnya pada 16 April 1941.

Sejak belia, Martha sudah dibekali pelbagai keterampilan oleh sang ibu, seperti berjualan dan menghitung uang. Ia dikenal punya bakat berwirausaha, terbukti ketika Martha membuat karya untuk dijual kepada teman-teman sekolahnya.

Martha kecil adalah sosok yang tomboy. Ia senang bertingkah laku dan memakai pakaian layaknya anak laki-laki. Martha juga dikenal hobi berenang, membuat kondisi tubuhnya semakin tidak terawat.

Karena prihatin, sang ibu mengirim Martha untuk belajar ke Titi Purwosoenoe perihal kecantikan. Dari sinilah, kecintaan Martha akan dunia kecantikan timbul.

Pendidikan Martha Tilaar

Meski pada akhirnya dikenal sebagai srikandi bisnis kosmetik Indonesia, Martha Tilaar ternyata mengambil jurusan Ilmu Pendidikan Sejarah IKIP Jakarta saat menempuh pendidikan strata 1 (sarjana). Menurut keterangan dari artikel jurnal 'Nilai-Nilai Akulturasi pada Roemah Martha Tilaar dan Pemanfaatnya sebagai Museum Rumah Budaya di Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen (2014-2022) oleh Meida Nia Widianingrum dkk, Martha lulus tahun 1963.

Perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937 ini juga sempat belajar di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Amerika Serikat. Ia tercatat lulus tahun 1968 dengan gelar Bachelor.

Pada 1984, sosok bernama asli Martha Handana ini mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari University of Arizona, Tucson, Amerika Serikat. Gelar itu didapatkan Martha atas kontribusinya yang luar biasa di industri kecantikan hingga kosmetik berbasis kearifan lokal.

Sepak Terjang Martha Tilaar

Dilansir detikWolipop, selagi belajar di Amerika Serikat, Martha sempat membuka salon kecantikan kecil-kecilan. Bisnis itu ia targetkan untuk penghuni kampus dan mahasiswa Indonesia.

Sekembalinya ke Indonesia, Martha membuka salon kecil di garasi rumah milik sang ayah, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bermodalkan uang 1 juta, Martha mendirikan Martha's Salon pada 1970 di ruang seluas 6 x 4 meter.

Lebih lanjut, berdasar keterangan di laman resmi Martha Tilaar Group, pada 1972, Martha Tilaar membuka salon kecantikan kedua di Menteng dengan nama Martha Griya Salon. Di salon inilah, perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal dimulai.

Pada tahun 1977, Martha Tilaar bersama Theresia Harsini Setiady dan Bernard Pranata mendirikan perusahaan kosmetik dan jamu bernama PT Martina Berto. Perusahaan ini meluncurkan brand Sariayu sebagai produk kecantikan dan jamu modern.

Perlahan-lahan, bisnis PT Martina Berto berkembang, ditandai dengan pendirian pabrik di Pulogadung tahun 1981. Selang 2 tahun, PT Martina Berto mendirikan pabrik kedua di Pulogadung.

Selama periode 1988-1990, PT Martina Berto melahirkan merek-merek kosmetika baru, seperti Cempaka, Jamu Martina, Biokos Martha Tilaar, dan Belia Martha Tilaar. Tahun 1996, perusahaan rintisan Martha Tilaar ini menjadi pabrik kosmetika pertama di Indonesia yang mendapat sertifikat mutu ISO 9001. Pada 1999, keluarga Martha Tilaar mengakuisisi kepemilikan PT Martina Berto, membuatnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group.

Selama berkiprah, Martha tidak melupakan kekayaan nusantara. Ia bahkan menciptakan fashion dan warna kosmetik berdasarkan kekayaan kebudayaan daerah di Indonesia mulai tahun 1987.

Selain kecantikan, Martha Tilaar diketahui juga menaruh perhatian ke bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Ia mendorong pengembangan keterampilan, yang diwujudkan dengan pendirian Puspita Martha International Beauty School tahun 1970.

Martha Tilaar juga menggagas Kampoeng Djamoe Organik (KaDO), sebuah taman di Kota Cikarang seluas 10 hektar. Kawasan ini mulanya adalah kebun yang menyediakan koleksi tanaman obat. Namun setelahnya, KaDO mulai difungsikan juga untuk pusat pendidikan lingkungan.

Demikian profil ringkas Martha Tilaar, pelopor industri kecantikan asal Kebumen yang wafat hari ini.



(num/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads