Syukur Warga Semarang Hujan Singkat Malam Ini: Kurangi Panas

Syukur Warga Semarang Hujan Singkat Malam Ini: Kurangi Panas

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 13 Okt 2026 22:40 WIB
Ilustrasi hujan
Foto: Ilustrasi hujan (Dok. Ahmad Arfah/detikSumut)
Semarang -

Wilayah Kecamatan Candisari dan Tembalang di Kota Semarang diterpa hujan meski hanya sebentar. Warga pun bersyukur hujan dapat mengurangi hawa panas.

"Hujan sudah selesai. Barusan gerimis sedikit," kata seorang warga Kelurahan Rowosari, Tembalang, Ruly, melalui pesan singkat kepada detikJateng, Selasa (13/10/2026).

Ruly mengatakan, hujan berlangsung sekitar 10 menit mulai pukul 21.30 WIB. Meski dirasa sebentar, kondisi tersebut cukup membuat hawa dingin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya alhamdulillah mengurangi panas dan bau tanahnya enak. Hujan cuma 10 menitan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ruly mengatakan pada Oktober hujan malam ini merupakan yang pertama. Pada September kemarin hujan sudah tiga kali mengguyur wilayahnya.

"Oktober baru ini. September sekitar tiga kali," ucapnya.

Hujan turut mengguyur wilayah Candisari. Warga sekitar, Rizky, mengatakan seketika hawa panas berkurang usai hujan.

"Seger, adem, dan nyaman buat tidur," ucap Rizky kepada detikJateng malam ini.

Rizky menyebut hujan hanya berlangsung sekitar satu menit. Selama Oktober, menutur Rizky, wilayahnya diguyur hujan selama tiga kali.

"Sekitar 1 menit hujannya. Kalau bulan ini sudah tiga kali hujan," sebutnya.

Meski demikian, hujan di Kota Semarang malam ini tidak merata. Di daerah Pedurungan tidak ada hujan, bahkan menurut salah satu warga justru suhu udara makin gerah.

"Di sini (Pedurungan) nggak hujan. Sekarang jam 22.30 WIB malah cuma kebagian sumuk (gerah) aja," kata salah satu warga Pedurungan, Susanti.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, menerangkan musim hujan diprakirakan berlangsung pada November mendatang.

"Sesuai dengan prakiraan dari BMKG secara umum musim hujan di Jawa Tengah terjadi secara bertahap mulai awal November 2026," kata Rany.

Rany menyebut hujan yang terjadi sebelum musimnya merupakan hujan lokal. Adapun faktornya berangkat dari aktivitas konvektif.

"Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir terutama di wilayah pegunungan dan dataran tinggi merupakan hujan lokal yang disebabkan dari aktivitas konvektif, kondisi atmosfer lokal yang cukup dinamis serta topografi wilayah tersebut," bebernya.

Hujan lokal masih bisa berlangsung selama kondisi memungkinkan.

"Mengingat kondisi atmosfer di Jateng yang cukup dinamis, kondisi tersebut masih berpotensi terjadi," pungkasnya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads