2 Guru SDN 2 Cepoko Sragen Tertimpa Plafon Roboh Saat Santap MBG

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 07 Okt 2026 21:04 WIB
Atap plafon SDN 2 Cepoko Sragen Roboh pada Rabu (7/10/2026). Foto: Dok. Camat Sumberlawang, Iwan Budianto
Sragen -

Plafon ruang guru SDN 2 Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, roboh saat sejumlah guru berada di dalam ruangan. Dua guru menjadi korban dalam kejadian tersebut.

"Ketika guru sedang istirahat mau makan MBG, tiba-tiba plafon ruang guru roboh dan menimpa guru yang ada di dalam ruangan," kata Camat Sumberlawang, Iwan Budianto dihubungi awak media, Rabu (7/10/2026).

Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Sekolah tersebut berada di Dukuh Jaten, RT 21, Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

"Awalnya sekitar pukul 07.00 WIB terdengar suara retakan. Kemudian guru memindahkan TV dan perabotan yang ada di ruang guru," ujar Iwan

Kemudian sekira pukul 09.15 WIB, para guru yang sedang beristirahat dan hendak makan MBG tiba-tiba dikejutkan dengan robohnya plafon ruang guru.

Akibat kejadian tersebut, dua guru mengalami luka. Salah satu korban yakni Fitri, mengalami luka ringan dan sempat syok hingga hampir pingsan. Sedangkan guru lainnya, Intan, mengalami luka lecet.

"Ibu Fitri luka ringan dan syok hampir pingsan dan ibu Intan luka lecet," ucapnya.

Iwan mengatakan dugaan sementara robohnya plafon berkaitan dengan pergerakan tanah. Pergerakan tersebut diduga menyebabkan tembok sekolah bergeser hingga membuat plafon ruang guru roboh.

"Informasi sementara karena ada pergerakan tanah yang menyebabkan pergeseran tembok sekolah, sehingga plafon ruang guru roboh," jelasnya.

Dirinya mengatakan plafon yang roboh berukuran sekitar 8x7 meter. Selain itu, tembok sekolah juga mengalami keretakan dan pergeseran. Kerugian akibat kejadian tersebut sementara diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

"Untuk kerugian materiil sementara diperkirakan sekitar Rp 50 juta," tuturnya.

Mengenai kejadian tersebut, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Sragen, Sukisno, mengatakan Pemkab Sragen menerjunkan tim dari Bidang SD Disdikbud Sragen bersama tim ahli bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen ke lokasi.

"Kami sudah menerjunkan tim dari Bidang SD Disdikbud bersama tim ahli bangunan dari DPU Sragen untuk mengecek langsung kondisi di lapangan dan mengidentifikasi penyebab pasti ambrolnya plafon," ujar Sukisno dihubungi terpisah.

Menurut Sukisno, tim teknis akan mengevaluasi kelayakan dan keamanan bangunan secara menyeluruh. Pemeriksaan juga mencakup struktur rangka kuda-kuda atap.

"Tim akan menyimpulkan apakah ruangan tersebut masih aman atau membahayakan. Jika ada indikasi bagian kuda-kuda di atasnya membahayakan, maka ruangan akan dikosongkan sementara dan tidak boleh dipergunakan," tegasnya.

Terkait rencana perbaikan dan penganggaran, Disdikbud Sragen masih menunggu hasil kajian teknis dari tim DPU dan Bidang SD. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Pemeriksaan berkala sangat penting, terutama mendeteksi kebocoran kecil atau kerusakan material atap sejak dini agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain," pungkasnya.



Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"

(alg/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork