Keluarga Ungkap Pria Tewas Terborgol di Gedung SPPG Kendal Sudah Sepekan Hilang

Saktyo Dimas R - detikJateng
Rabu, 07 Okt 2026 11:07 WIB
Peti jenazah Donna di RS Bhayangkara, Selasa (6/10/2026) malam. Ia ditemukan tewas dengan tangan terborgol di rumah kosong di Brangsong, Kendal. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng
Kendal -

Mayat pria yang ditemukan membusuk dengan kondisi tangan terborgol di rumah kosong Desa Kebonadem, Brangsong, Kendal, terungkap bernama Donna Nuzulul Aditya, warga Kampung Karangsari, Sarirejo, Kaliwungu, Kendal. Pihak keluarga mengungkapkan Donna sudah menghilang selama sepekan sebelum ditemukan tewas.

"Iya itu benar keponakan yang saya cari selama ini. Kalau hilangnya tanpa kabar dari Donna itu semingguan. Sudah kami cari ke mana-mana tapi tidak ada yang tahu keberadaannya, sampai sekarang ini ditemukan," kata paman korban, Agus Dwi Nugroho, saat ditemui detikJateng di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (6/10/2026) malam.

Agus yakin bahwa jenazah itu adalah keponakannya setelah ciri-ciri pada mayat selaras dengan keponakannya.

"Ciri-cirinya juga sama, jumper hitam yang selalu dipakai korban, celana jeans warna hitam, ikat pinggang celana dengan tali sepatu, mata ikan pada kaki dan rambut ikal," papar Agus.

Agus mengatakan, selama seminggu terakhir, keluarganya mencari keberadaan korban. Karena itu, dia mengaku kaget saat diberi tahu polisi bahwa keponakannya tewas dengan cara tragis.

"Kaget waktu ada polisi yang datang ke rumah dan memberi tahu bahwa Donna ditemukan meninggal dunia. Jantung saya sampai detak keras dan lemas badan ini," jelasnya.

"Apalagi saya dengar Donna meninggal dengan cara yang tragis sekali," imbuhnya.

Terakhir Ngaku di Desa Karangtengah

Agus mengungkapkan, awalnya keponakannya itu pergi naik sepeda motor pada Sabtu (26/9) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Ia berujar, istrinya sempat melihat keponakannya itu pulang pada Minggu (27/9) pagi, sebelum kemudian pergi lagi.

"Saya itu lihat Donna terakhir kali ya seminggu yang lalu, waktu itu malam Minggu atau Sabtu (26/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dia pergi sendiri naik motor pakai jumper hitam itu," terangnya.

"Nah Minggu (27/9) paginya, istri saya lihat Donna pulang terus pergi lagi. Kalau jamnya, saya lupa tapi istri saya yang tahu," sambungnya.

Minggu pagi, istri Agus mendengar ada kecelakaan di dekat pasar pagi Kaliwungu. Ia lantas menghubungi korban sekitar pukul 08.00 WIB untuk memastikan dirinya tidak terlibat kecelakaan.

"Kebetulan istri saya dapat info kalau ada kecelakaan di dekat pasar pagi Kaliwungu, karena dia dekat sama korban dan khawatir jadi istri saya telepon korban sekitar pukul 08.00 WIB," ujar Agus.

Saat itu, korban merespons dan menjawab bahwa dirinya tengah berada di Desa Karangtengah, Kaliwungu. Namun, istri Agus tiba-tiba gelisah dan mencoba menelepon Dona lagi pukul 09.10 WIB.

Saat itulah, handphone korban sudah tidak aktif. Agus dan istrinya pun berulang kali mencoba menelepon Donna, namun tidak ada jawaban.

"Saat itu Donna jawab kalau lagi di Karangtengah dan istri saya tenang. Sekitar satu jam-an, tiba-tiba dia ingin telepon lagi Donna sekitar pukul 09.10, tapi HP-nya sudah tidak aktif," paparnya.

"Sejak dari situ, kami coba untuk hubungi Donna lagi tapi tidak ada respons dan HP juga sudah tidak aktif," imbuhnya.

Agus melanjutkan, sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban beserta ponselnya hilang saat mayatnya ditemukan pada Selasa pagi.

"HP dan motor milik Donna juga ikut hilang, mungkin dicuri sama pembunuhnya," kata Agus menduga.

Agus mengatakan, korban tinggal sendiri di Kampung Karangsari, Kelurahan Sarirejo. Agus dan istrinya sudah menganggap Donna anak mereka sendiri lantaran orang tua korban tinggal di Desa Meteseh, Kecamatan Boja.

Rumah Agus yang berhadapan dengan rumah korban, membuatnya bisa mengawasi keseharian keponakannya tersebut.

"Rumah saya itu kan berhadapan dengan rumah korban, jadi saya tahu kesehariannya korban. Korban itu seperti anak saya sendiri karena korban tinggal sendiri di rumah dan orang tuanya tinggal di Meteseh," paparnya.

Agus berharap pelaku pembunuhan terhadap keponakannya bisa segera ditangkap dan dihukum setimpal perbuatannya.

"Harapan saya dan keluarga tentunya, polisi segera bisa menangkap pelakunya dan menghukum sesuai perbuatannya terhadap keponakan saya," isaknya.

Untuk diketahui, korban ditemukan di lantai dua rumah kosong yang akan difungsikan sebagai SPPG. Warga menemukan mayat tersebut sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (6/10), setelah curiga bau busuk yang dicium beberapa hari terakhir.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang di lantai dekat jendela. Tangan kirinya mengangkat karena diborgol dan tertaut dengan teralis jendela.



Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"

(apu/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork