- Contoh Amanat Hari Kesaktian Pancasila 2026 Contoh Amanat #1: Generasi Penerus Bangsa Contoh Amanat #2: Semangat Gotong Royong Contoh Amanat #3: Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur Contoh Amanat #4: Pancasila Benteng Moral Generasi Digital Contoh Amanat #5: Momentum Memperbaiki Diri Contoh Amanat #6: Pancasila Pedoman Kehidupan Contoh Amanat #7: Pancasila di Hati, Persatuan dalam Langkah
Amanat pembina upacara menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara Hari Kesaktian Pancasila. Tema yang diangkat bisa begitu luas, terutama soal 5 sila Pancasila.
Melalui amanat ini, pembina upacara dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, amanat juga bisa digunakan mengajak peserta upacara menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta menghargai perbedaan.
Pembina juga bisa mengangkat tema upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026. Apa temanya? Berdasarkan Pedoman Kementerian Kebudayaan RI Nomor: B/668/MK/TU.02.03/2026, temanya adalah 'Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai persiapan, yuk, baca sederet contoh amanat pembina upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 berbagai tema di bawah ini!
Contoh Amanat Hari Kesaktian Pancasila 2026
Sebagai catatan, amanat-amanat di bawah ini hanyalah contoh. detikers bisa mengubahnya lagi agar lebih sesuai dengan kondisi.
Contoh Amanat #1: Generasi Penerus Bangsa
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru dan seluruh peserta upacara yang saya banggakan.
Pada hari ini, 1 Oktober 2026, kita bersama-sama memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat dan menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Adik-adik yang saya banggakan, sebagai generasi penerus bangsa, kalian memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Kemajuan bangsa tidak hanya bergantung pada pembangunan yang dilakukan hari ini, tetapi juga pada bagaimana generasi muda mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan tersebut. Karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, kembangkan kemampuan, dan jangan takut untuk memiliki cita-cita yang tinggi.
Menjadi generasi penerus bangsa bukan hanya tentang meraih prestasi untuk diri sendiri. Lebih dari itu, kita harus mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati orang lain, menjaga persatuan, bersikap adil, membantu sesama, serta menghargai perbedaan merupakan contoh sederhana dari pengamalan Pancasila yang dapat kita lakukan mulai dari lingkungan sekolah.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya informasi saat ini, generasi muda juga harus mampu bersikap bijak. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum diketahui kebenarannya, jangan menyebarkan kebencian, dan jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling bermusuhan. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Anak-anak yang saya banggakan, masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, mari kita menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki rasa cinta kepada tanah air. Jadikan Pancasila bukan hanya sesuatu yang kita hafalkan, tetapi nilai yang kita terapkan dalam setiap tindakan.
Akhirnya, melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 ini, mari kita teguhkan kembali semangat persatuan dan gotong royong. Mari menjadi generasi penerus bangsa yang mampu menjaga nilai-nilai Pancasila, menghargai perjuangan para pendahulu, dan memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia.
Demikian amanat yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua dapat menjadi bagian dari generasi penerus bangsa yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Amanat #2: Semangat Gotong Royong
(sumber: Pidato Mendikbudristek Hari Kesaktian Pancasila 2023)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu
Ibu dan Bapak seluruh masyarakat Indonesia yang saya hormati, Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2023, semangat gotong royong dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Sebab, semangat itulah yang menjadi acuan bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam mentransformasikan nilai luhur Pancasila ke dalam Gerakan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya.
Melalui pembelajaran yang berbasis projek, kami ingin mendorong peserta didik untuk dapat mengimplementasikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, lima butir yang menjadi asas bangsa dan negara kita tidak hanya sekadar hafalan, melainkan dapat diterapkan sebagai pedoman dan panduan dalam berperilaku yang senantiasa relevan dalam kehidupan manusia.
Ibu dan Bapak seluruh masyarakat Indonesia yang saya hormati, peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum yang tepat untuk memastikan keberlanjutan Gerakan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya. Perubahan dan terobosan yang sudah terjadi harus semakin kita perluas manfaat dan dampak yang sudah dihasilkan harus semakin kita amplifikasi, Gerakan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya adalah salah satu upaya dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Terbukti dalam waktu empat tahun. seluruh ekosistem pendidikan dan kebudayaan dapat bergerak bersama dan menjadi saksi perubahan besar yang signifikan di kedua bidang tersebut.
Dampak tersebut dirasakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, seniman, pelaku budaya, satuan pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi. serta berbagai komunitas dari Sabang sampai Merauke.
Ibu dan Bapak seluruh masyarakat Indonesia yang saya hormati, Kurikulum Merdeka yang telah diterapkan di lebih dari 13 ribu satuan pendidikan didukung dengan Asesmen Nasional (AN) dan Rapor Pendidikan telah memberikan keleluasaan dalam mengajar dan belajar. Kemudian, lebih dari 460 ribu mahasiswa merasakan pengalaman belajar yang berharga di luar kampus berkat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kemerdekaan yang diperoleh peserta didik kita dalam belajar dan berkarya adalah kunci untuk Indonesia mampu melompat ke masa depan.
Ibu dan Bapak seluruh masyarakat Indonesia yang saya hormati, kemajuan sebuah negara ditentukan dari sejauh mana keragaman budaya bangsa turut menyejahterakan masyarakatnya. Melalui terobosan Kanal Indonesiana.TV dan Dana Indonesiana, ruang-ruang untuk berbudaya diciptakan semakin luas dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan inovatif.
Kemudian, bantuan bagi penguatan komunitas sastra yang diluncurkan tahun ini juga telah dirasakan manfaatnya oleh banyak komunitas literasi dan sastra Indonesia. "Ini semua hasil dari gotong royong dan kolaborasi. Hasil dari komitmen kita untuk bekerja sama membawa perubahan.
Mari kita menyatukan langkah dan gerak serentak kita untuk mewujudkan dan melanjutkan visi besar Indonesia Maju. Selamat Hari Kesaktian Pancasila untuk kita semua.
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti om
Namo buddhaya
Rahayu
Contoh Amanat #3: Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi, dan salam Pancasila.
Hadirin peserta upacara yang saya banggakan.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat rahmat dan karunia-Nya, pada pagi hari ini kita dapat mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan sehat, tertib, dan khidmat. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober, dan tahun ini jatuh pada hari Kamis, 1 Oktober 2026. Peringatan ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Hadirin sekalian, Hari Kesaktian Pancasila bermula dari peristiwa kelam dalam sejarah bangsa kita, yaitu peristiwa Gerakan 30 September 1965, yang dikenal sebagai G30S/PKI. Pada peristiwa itu, sejumlah perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menjadi korban kekejaman.
Gerakan tersebut bertujuan merebut kekuasaan dan menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Namun upaya itu gagal. Bangsa Indonesia bersatu mempertahankan Pancasila, dan Pancasila tetap tegak sebagai dasar negara. Karena itulah tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.
Kata "kesaktian" tidak boleh kita pahami sebagai kekuatan gaib. Kesaktian Pancasila terletak pada kekuatan nilai-nilainya. Pancasila lahir dari kepribadian dan pengalaman panjang bangsa Indonesia, dan sudah teruji oleh berbagai cobaan. Pancasila disahkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan. Sejak saat itu, ia menyatukan kita yang beragam suku, agama, bahasa, dan adat istiadat di bawah satu bangsa dan satu tanah air.
Tema tahun ini mengajak kita menempatkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Persatuan bukan berarti semua orang harus sama. Persatuan berarti kita mampu hidup berdampingan dengan saling menghormati di tengah perbedaan. Nilai ketuhanan mengajarkan kita untuk saling menghargai keyakinan. Nilai kemanusiaan mengajarkan kita untuk bersikap adil dan beradab.
Nilai persatuan mengajarkan kita untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Nilai kerakyatan mengajarkan kita untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah. Nilai keadilan sosial mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama.
Tema tersebut juga mengingatkan kita pada cita-cita bangsa, yaitu Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Berdaulat berarti bangsa kita mampu menentukan arah masa depannya sendiri dan menjaga kehormatan negaranya. Adil berarti setiap warga negara memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama.
Makmur berarti hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. Cita-cita ini hanya dapat kita capai jika kita bersatu dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirin sekalian, tantangan bangsa kita hari ini memang berbeda dengan tahun 1965. Kita tidak lagi menghadapi ancaman yang datang dengan senjata, tetapi kita menghadapi tantangan lain. Di antaranya penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, sikap tidak peduli terhadap sesama, intoleransi, dan melemahnya semangat gotong royong.
Semua itu dapat merenggangkan persatuan jika kita tidak waspada. Karena itu, mengamalkan Pancasila harus dimulai dari hal-hal sederhana: jujur dalam perkataan dan perbuatan, disiplin menjalankan tugas dan tanggung jawab, menghormati teman dan sesama yang berbeda, bijak menggunakan media sosial, serta mau bekerja sama demi kebaikan bersama.
Marilah kita jadikan peringatan ini sebagai bahan renungan. Para pahlawan telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tegaknya Pancasila dan utuhnya bangsa. Kita mengenang dan menghormati mereka dengan meneruskan perjuangannya sesuai zaman kita, yaitu belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, serta berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Demikian amanat yang dapat saya sampaikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan memberkati bangsa dan negara kita. Atas perhatian Bapak, Ibu, dan seluruh peserta upacara, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om shanti shanti shanti om. Namo buddhaya. Merdeka!
Contoh Amanat #4: Pancasila Benteng Moral Generasi Digital
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru serta staf sekolah,
Anak-anakku sekalian yang saya banggakan.
Pagi ini, 1 Oktober 2026, kita kembali berdiri di lapangan ini untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Peringatan ini mengingatkan kita pada satu hal mendasar: Pancasila sudah teruji oleh sejarah. Ia bertahan bukan karena paksaan, melainkan karena nilai-nilainya memang berakar kuat dalam identitas bangsa kita.
Namun anak-anakku, tantangan zaman kita hari ini sudah berbeda. Di era digital saat ini, ancaman terhadap persatuan sering kali tidak lagi berwujud fisik, melainkan hadir melalui layar gawai yang kita pegang setiap hari. Arus informasi begitu cepat, tetapi godaan untuk terpecah belah, menyebar berita bohong, dan saling menghujat di dunia maya juga semakin besar.
Di sinilah Kesaktian Pancasila harus kita wujudkan kembali:
- Bijak berteknologi: Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan dan rasa empati, bukan kebencian.
- Menjaga persatuan: Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah antar sesama teman.
- Mengutamakan adab: Tetap jaga kesopanan, kejujuran, dan rasa hormat, baik di dunia nyata maupun di dunia digital.
Pancasila tidak akan sakti dengan sendirinya jika hanya dihafalkan di kelas. Kesaktian Pancasila ada pada keteguhan kalian dalam memilih mana yang benar dan mana yang salah di tengah zaman yang serba cepat ini.
Jadikan Pancasila sebagai kompas moral kalian. Tangguh di sekolah, bijak di dunia nyata, dan beradab di dunia digital.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Contoh Amanat #5: Momentum Memperbaiki Diri
(sumber: Amanat Hari Kesaktian Pancasila 2022 di SDN Lubang Buaya 08)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh sekolah yang saya hormati.
Ibu kepala Bapak dan ibu guru yang saya hormati.
Siswa dan siswi yang saya kasihi.
Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt, berkat taufik dan hidayah-Nya kita dapat menghadiri upacara ini tanpa kekurangan sesuatu apapun. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Di hari yang cerah ini saya ingin menyampaikan amanat singkat tentang Hari Kesaktian Pancasila.
Pagi ini kita melaksanakan upacara dalam rangka untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh tepat pada hari ini tanggal 1 Oktober Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa ini dirumuskan dengan sangat matang melalui berbagai pertimbangan. Di antara tiga tokoh besar yang mengusulkan perumusan Pancasila ini di antaranya adalah Ir. Soekarno, Soepomo, dan Moh. Yamin.
Lima sila dari Pancasila merupakan paket komplit yang saling bertautan dan mempunyai kekuatan untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara Indonesia ini. Ideologi Pancasila akan tetap ada selama-lamanya selama seluruh bangsa Indonesia menyepakatinya.
Kita tentu masih ingat dengan sejarah kelam Indonesia pada tragedi 630S PKI yang hampir saja ingin mengganti ideologi negara kita dengan ideologi Komunis, dan menggulingkan pemerintahan yang sah saat itu.
Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila ini, marilah kita bersama-sama menjadikannya momentum untuk memperbaiki diri introspeksi, dan lainnya. Kalian sebagai pelajar, jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila im sebagai momentum mengenang jasa para pahlawan yang sudah gugur dan berkorban untuk negara ini.
Jika di masa lalu para pahlawan demi kedaulatan dan kemerdekaan ini mereka berjuang mengorbankan semuanya termasuk jiwa dan raganya, kalian sebagai penerus bangsa tidak perlu mengangkat senjata. Kalian sebagai pelajar cukup mengisi kemerdekaan ini dengan menjaga persatuan antar teman dan semuanya, salınglah menghormati dan menghargai dengan siapapun meskipun berbeda suku, bahasa, dan budaya. Ingatlah selalu sila ketiga dan pengamalannya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.
Sebagai pelajar kalian bisa mengisi kemerdekaan ini dengan memerangi kebodohan, belajar dengan sungguh-sungguh, rajin belajar, melaksanakan upacara penuh kedisiplinan, dan lainnya.
Ayo kita jadikan momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini dengan merenungi dan mengamalkan pengamalan kelima sila di dalamnya. Jadilah siswa dan pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan sehingga ikatan kita semakin kokoh.
Cukup sekian amanat yang bisa saya sampaikan mengenai peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kekhilafan yang tidak disengaja.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Amanat #6: Pancasila Pedoman Kehidupan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru dan seluruh peserta upacara yang saya banggakan.
Hari ini, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang kita hafalkan, tetapi juga pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai Pancasila dapat kita mulai dari hal-hal sederhana. Saling menghormati, tidak membeda-bedakan teman, membantu orang yang membutuhkan, menjaga kerukunan, serta menyelesaikan masalah dengan cara yang baik adalah bentuk nyata mengamalkan Pancasila.
Sebagai pelajar, mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam belajar, berteman, dan bersikap. Jangan hanya memahami lima sila melalui kata-kata, tetapi tunjukkan melalui tindakan nyata di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Mari kita jaga persatuan, tumbuhkan semangat gotong royong, dan terus menghargai perbedaan. Dengan begitu, Pancasila akan tetap hidup dalam diri kita dan menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.
Demikian amanat yang dapat saya sampaikan. Semoga peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 ini semakin menguatkan tekad kita untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Amanat #7: Pancasila di Hati, Persatuan dalam Langkah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Om swastiastu.
Namo buddhaya.
Salam kebajikan dan salam Pancasila.
Hadirin peserta upacara yang saya banggakan, puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat rahmat-Nya, pada hari Kamis, 1 Oktober 2026 ini kita dapat mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan sehat, tertib, dan khidmat. Tahun ini peringatan mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Dalam kesempatan ini, saya mengajak kita merenungkannya lewat sebuah pesan sederhana: Pancasila di hati, persatuan dalam langkah.
Hadirin sekalian, Hari Kesaktian Pancasila berawal dari peristiwa Gerakan 30 September 1965, yang dikenal sebagai G30S/PKI. Dalam peristiwa itu, sejumlah perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menjadi korban. Gerakan tersebut bertujuan menggantikan Pancasila sebagai dasar negara, tetapi upaya itu gagal karena bangsa Indonesia bersatu mempertahankannya.
Melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967, tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Setiap tahun kita memperingatinya untuk mengenang para pahlawan yang gugur, sekaligus mengingatkan diri bahwa Pancasila harus terus kita jaga.
Kesaktian Pancasila terletak pada kekuatan nilai-nilainya. Pancasila lahir dari kepribadian bangsa kita sendiri dan disahkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945. Sejak saat itu, ia menjadi perekat bagi kita yang berbeda suku, agama, bahasa, dan adat istiadat.
Persatuan yang diajarkan Pancasila bukan berarti menyeragamkan perbedaan. Persatuan berarti saling menghormati dan bergandengan tangan meskipun kita tidak sama. Dari persatuan itulah lahir cita-cita Indonesia yang berdaulat, yaitu mampu menentukan masa depannya sendiri, adil bagi seluruh warga, dan makmur bagi seluruh rakyat.
Namun Pancasila tidak cukup hanya kita hafal atau ucapkan saat upacara. Ia harus hidup dalam sikap sehari-hari, dan itulah makna "Pancasila di hati, persatuan dalam langkah". Kita mengamalkannya ketika berkata jujur, menghormati teman yang berbeda keyakinan, dan disiplin menjalankan tanggung jawab.
Kita mengamalkannya ketika mau bermusyawarah, tidak mudah terpancing kabar bohong di media sosial, serta rela bergotong royong menolong sesama. Langkah-langkah kecil seperti inilah yang menjaga persatuan bangsa dari hari ke hari.
Marilah kita jadikan peringatan ini sebagai janji dalam diri masing-masing: menjaga Pancasila dengan belajar dan bekerja sungguh-sungguh, serta menjaga persatuan di lingkungan kita. Dengan begitu, pengorbanan para pahlawan tidak sia-sia dan cita-cita bangsa dapat kita wujudkan bersama.
Demikian sekilas yang dapat saya sampaikan, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi bangsa dan negara kita. Terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu, dan seluruh peserta upacara.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Om shanti shanti shanti om.
Namo buddhaya.
Demikian 7 contoh amanat pembina upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 berbagai tema. Semoga bermanfaat, ya, detikers!
