Kebakaran yang melanda TPS Plosojenar Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, sudah berlangsung dua hari ini belum juga padam. Warga mengeluh kepulan asap menutup pandangan mata dan juga meneror permukiman warga sekitar.
Pantauan detikJateng di lokasi pukul 11.00 WIB, asap tebal membubung dari tumpukan sampah TPS Plosojenar. Asap tertiup angin ke arah jalanan dan permukiman warga.
Jalan di sekitar lokasi pun tidak terlihat karena tertutup asap. Asap ini bahkan tertiup angin sampai ke permukiman warga yang jaraknya mencapai 2 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluhan warga kami mengenai asap yang agak tebal, yang masuk ke desa," kata Kepala Desa Tlogomojo, Khoirul Anwar, ditemui di kantor Desa Tlogomojo Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jumat (25/9/2026).
Warga mengeluhkan polusi udara akibat kebakaran di TPS Plosojenar yang berlangsung dua hari ini. Selain itu, asap juga membuat jarak pandang terbatas
"Pertama polusi udara, yang kedua itu terkait masalah jalan, jalan tertutup asap. Jadi ketika di jalan agak terganggu," jelasnya.
Menurutnya, hembusan angin dari utara, membuat asap mengarah ke permukimanwarga."Kalau biasanya waktu sore kalau ada angin utara ke selatan masuknya ke permukiman warga," jelasnya.
Warga pun mulai resah dan banyak yang protes. Sebab, mereka khawatir akan sesak napas dengan adanya asap dari TPS tersebut.
"Terkait keluhan warga sesak belum ada, tapi banyak komplain dari masyarakat," terang dia.
Oleh karena itu, ia berharap kebakaran TPS Plosojenar ini segera dipadamkan. "Harapannya kalau bisa ditangani secepatnya kita sebagai warga terdampak sangat terima kasih," kata Khoirul.
"Kemudian untuk sampah yang ada di situ, kalau bisa dikelola dengan baik, sehingga dampaknya nanti tidak menggunung seperti yang ada," lanjut dia.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo mengatakan kebakaran di TPS Plosojenar sudah belangsung dua hari ini. Kebakaran ini bermula dari percikan api warga yang membakar daun tebu kering di sekitar lokasi.
"Bermula dari percikan api dari kegiatan atau aktivitas pembakaran daun tebu kering di sawah sekitar TPS," jelas Tulus ditemui di lokasi.
Tulus menyayangkan ulah warga yang membakar daun tebu kering saat siang hari. Terlebih lagi lokasi lahan tebu tersebut tepat bersebelahan dengan TPS Plosojenar.
"Biasanya kalau orang melakukan aktivitas pembersihan daun tebu kering dilakukan pada malam hari biar apinya kelihatan," ujarnya.
"Api mengarah kemana mereka tidak tahu, tahu-tahu mengarah ke TPS Plosojenar," Tulus melanjutkan.
"Luasan keseluruhan ada 2 hektare, yang termanfaatkan 1,5 hektare," jelasnya.
Tulus mengungkap kebakaran di TPS Plosojenar bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, TPS itu terbakar dua tahun lalu, juga akibat ulah warga.
"Sekitar 2 tahun lalu kejadian yang sama. Ada human error menyebabkan kebakaran tersebut," jelas dia.
"Ke depan nanti istilah cari solusi untuk meninimalisir kejadian kebakaran agar tidak terulang lagi," lanjut dia.
