Kepala SPPG Bawang Dicopot Imbas Ratusan Warga Batang Keracunan MBG

Nasional

Kepala SPPG Bawang Dicopot Imbas Ratusan Warga Batang Keracunan MBG

Isal Mawardi - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 21:03 WIB
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengecek SPPG di Desa/Kecamatan Bawang, usai ratusan warga keracunan MBG, Kamis (24/9/2026).
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengecek SPPG di Desa/Kecamatan Bawang, usai ratusan warga keracunan MBG, Kamis (24/9/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Solo -

Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bawang, Batang, setelah ratusan warga di sana keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG). Kepala SPPG setempat dicopot.

"Benar (dicopot), segera kita gantikan," ujar Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana dilansir detikNews, Kamis (24/9/2026).

Selain itu, Ketut menegaskan pihaknya akan menindak SPPG milik Yayasan Bela Batang Sejahtera itu. Saat ini, SPPG ditutup sementara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suspend berat," kata Ketut.

ADVERTISEMENT

Diketahui, Kepala SPPG Bawang, Agung Dendi Santoso, buka suara usai 411 orang keracunan MBG.

"Jadi kemarin itu kita menunya ada nasi putih, telur bumbu balado, mix sayur, terus buahnya buah anggur. Sama tahu putih, tahu putih goreng," tutur Agung kepada awak media di SPPG Bawang.

Agung mengatakan, menu tersebut telah diberikan sebanyak dua kali kepada penerima manfaat MBG. Atas kejadian tersebut, SPPG Bawang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh.

"Menu itu sudah dua kali. Yang pertama tidak apa-apa. Kita akan evaluasi total, entah itu dari bahan maupun dari proses, dari proses masaknya ataupun dari relasinya juga," ujar Agung.

Saat ini operasional SPPG Bawang dihentikan sementara. Agung mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan penghentian operasional itu berlaku.

"Sementara off operasional dulu," ucap dia.

Sementara itu perwakilan dari Yayasan Bela Batang Sejahtera selaku pemilik SPPG Bawang, Tutut Wahyuningsih, mengatakan pihaknya selama ini telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Jadi, SOP yang sudah dibentuk oleh BGN itu, dapur kita masak mulai start jam 2 (pagi). Bahan baku didatangkan sehari sebelum pemberian menu ke penerima manfaat. Jadi itu sudah kita lakukan," kata Tutut di SPPG Bawang.

Tutut berujar, bahan baku yang dikirim ke dapur juga harus dalam kondisi baik, segar, dan memenuhi standar yang telah ditentukan. Adapun menu yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi, telur, sayur, tahu, dan buah anggur.

Tutut menjelaskan telur itu diolah dengan saus asam manis, tahu digoreng, sedangkan sayuran dimasak dengan cara ditumis.

"Menu itu sudah diberikan dua kali dengan menu yang sama, dengan SOP yang sama. Kita juga enggak ngerti kenapa bisa terjadi seperti ini," ujarnya.

Pihak yayasan bersama SPPG kini masih melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya dugaan keracunan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, korban keracunan makanan dari program MBG di Kabupaten Batang bertambah menjadi lebih dari 411 orang. Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, menyebut sekitar 170 korban di antaranya menjalani rawat inap.

"Yang pertama adalah make sure apa yang terjadi, sehingga bisa menimpa lebih dari 411 korban per tadi jam 12.00 WIB dilaporkan. Di rumah sakit ada lebih dari 411, yang kemudian ada di rawat inap itu sekitar 170, 200 sekian sudah kembali ke rumah," kata Faiz saat meninjau SPPG yang bermasalah di Kecamatan Bawang, Batang, Kamis (24/9).



(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads