Rumah di Semarang Ludes Terbakar gegara Anak Lempar Rokok ke Kasur

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 09:51 WIB
Petugas Damkar Kota Semarang saat berupaya memadamkan rumah terbakar di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat. Foto: Dok Damkar Semarang
Semarang -

Satu unit rumah milik warga di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, ludes terbakar. Api berasal dari sebuah puntung rokok yang dibuang ke kasur.

"Pada hari Kamis, 24 September 2026 sekitar pukul 02.20 WIB, telah terjadi kebakaran rumah huni," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, kepada detikJateng melalui pesan singkat pagi ini.

"Awalnya anak pemilik rumah, merokok dan melempar puntung rokok ke atas kasur karena kesal dengan orang tuanya (Ibu)," terangnya.

Dia menceritakan, mulanya anak pemilik rumah sedang merokok. Lantas dia kesal dengan ibunya dan membuang puntung rokok ke atas kasur.

Kemudian api muncul. Warga pub melaporkan kejadian tersebut ke Damkar. Masyarakat juga membantu memadamkan api tetapi tidak dapat terkendali.

"Saat itu warga sekitar langsung menghubungi Kantor Damkar Kota Semarang. Kemudian warga sekitar membantu memadamkan api, tapi api semakin membesar," ucap Tantri.

Usai mendapat laporan kebakaran itu, Tantri mengatakan pihaknya menerjunkan lima armada bersama 25 personel.

Pukul 02.30 WIB, petugas Damkar tiba di lokasi dan langsung berupaya memadamkan rumah. Selain itu, mereka juga menyekat area guna mencegah api menyebar.

"Pukul 03.15 WIB api mulai dapat di kendalikan dan dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa," lanjut Tantri.

Damkar memastikan api benar-benar padam pada pukul 04.00 WIB. Tantri menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Total waktu penanganan kurang lebih 1,5 jam. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut," tuturnya.

Adapun kendala di lapangan armada menjumpai jalan yang sempit. Total kerugian ditaksir mencapai 150 juta.

"Total kerugian kurang lebih Rp 150 juta," pungkasnya.

Sementara itu kepolisian yang menangani kasus tersebut membawa sang anak yang berusia 25 tahun ke rumah sakit jiwa. Pria itu memang sengaja membakar rumah orang tuanya.

"Iya itu pelakunya gangguan jiwa. Ini saya habis nganterkan pasien di RSJ Pedurungan. Pakai rokok kan ada kertas-kertas, memang sengaja dibakar, gangguan jiwa kok," kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto saat dihubungi detikJateng, Kamis (24/9/2026).

Suprapto mengatakan, pelaku merupakan anak pemilik rumah. Pria tersebut juga sempat dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di Magelang pada 2025.

"Pernah masuk RSJ Magelang dua minggu, kemarin ini belum tuntas tahun 2025. Ini kambuh lagi, masih keluarga, anaknya yang punya rumah," ucapnya.

Suprapto menyebut keluarga tidak menuntut pelaku. Saat ini pembakar rumah itu telah dibawa ke RSJ Amino di Pedurungan.

"Tidak ada yang nuntut, terus keluarga mengobatkan sendiri di RSJ Pedurungan," pungkasnya.

Terkait kabar pelaku membawa senjata tajam, Suprapto menyebut tidak ada informasi soal itu. Saat kejadian pelaku langsung membakar rumah.

"Nggak sih, wong jam dua malam langsung bakar. Jare (katanya), 'tak bakar rumah saya sendiri'," tuturnya sembari menirukan perkataan pemuda itu.

Peristiwa itu sempat viral di media sosial dengan narasi pelaku pembakaran membawa senjata tajam dan membakar rumah tersebut dengan minyak atau bensin.

"Anak pemuda tersebut menjadi tersangka utama, dan salah satu anggota keluarga mengaku bahwa ia membawa minyak / bensin ke dalam rumah tanpa diketahui alasan jelasnya, dan pemuda tersebut diamankan kepolisian," tulis isi pesan singkat yang diunggah akun @infokejadiansemarang.new seperti dilihat detikJateng, Kamis (24/9).



Simak Video "Video: Niat Mau Bantu Padamkan Api, Pria di Makassar Tewas Tersengat Listrik"

(afn/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork