Heboh KAI Bongkar Tembok Bangunan Cagar Budaya Eks Stasiun Banjarnegara

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 23 Sep 2026 13:09 WIB
Bangunan cagar budaya eks Stasiun Banjarnegara. Foto: Dok KAI Daop 5 Purwokerto
Banjarnegara -

Pembongkaran sebagian bangunan eks Stasiun Banjarnegara menuai sorotan. Sebab, bangunan tersebut diketahui telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkab Banjarnegara pada 2024.

"BHHC turut mengawal persoalan ini dengan menyampaikan informasi kepada publik dan mendorong penghentian pembongkaran serta pemulihan bangunan. Selanjutnya, proses pengembalian dan pemanfaatan eks stasiun perlu terus dikawal agar tetap sesuai kaidah pelestarian dan tidak menghilangkan nilai sejarah SDS," tulis akun Instagram Banjoemas History & Heritage Community (BHHC) @banjoemas_history, dikutip, detikJateng Rabu (23/9/2026).

Akun tersebutlah yang kali pertama mengabarkan terkait pembongkaran bangunan. Akun itu menyebut pembongkaran dilakukan tanggal 15 September. Pintu utama dibongkar, bagian dalam ditambahi sekat tembok, serta terdapat bangunan tambahan di bagian belakang.

Pihak BHHC kemudian menyebut PT KAI telah mengakui adanya kekeliruan dan bakal berupaya melakukan pemulihan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Kuat Herry Isnanto, membenarkan adanya pembongkaran itu. Dia menyebut hal ini dikarenakan PT KAI tak mengetahui jika bangunan itu telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemkab Banjarnegara.

"Saya dapat informasi soal pembongkaran itu hari Jumat kemarin. Nah dibongkarnya hari apa itu saya kurang begitu tahu," ujar Kuat, saat dihubungi detikJateng, Rabu (23/9).

"Awal mulanya sebenarnya kurang ada prosedur saja dari PT KAI. Karena mereka tidak tahu bahwa ada cagar budaya di situ. Karena kita juga belum ada pelangnya juga di situ," jelasnya.

Menurutnya, Pemkab Banjarnegara kemudian melakukan sosialisasi dan berkirim surat kepada PT KAI terkait status bangunan tersebut. Dari hasil koordinasi, PT KAI sepakat mengembalikan bagian bangunan utama yang sempat dibongkar seperti kondisi semula.

"Kita kemarin sudah melakukan koordinasi dan juga sepakat untuk PT KAI untuk mengembalikan seperti semula," katanya.

Kuat menjelaskan bagian yang sempat dibongkar berada di tembok belakang bangunan utama. Pembongkaran tersebut dilakukan untuk membuat akses pintu.

"Kalau sudah dibongkar itu tembok bagian belakang cuma untuk pintu, nah itu ditutup kembali," jelas Kuat.

Sementara itu, pembangunan yang direncanakan di bagian belakang akan dilakukan di luar area bangunan cagar budaya. Bangunan baru tersebut juga tidak akan menempel pada bangunan utama eks stasiun.

"Kalau yang belakang bangunan baru itu nanti keluar dari cagar budaya tersebut, di samping tidak menempel ke bangunan," katanya.

Kuat menegaskan bagian yang berstatus cagar budaya adalah bangunan utama eks Stasiun Banjarnegara. Bangunan tersebut pada masa lalu digunakan untuk sejumlah fungsi, mulai dari pintu masuk penumpang, kantor hingga area peron.

"Yang cagar budayanya itu bangunan utama. Dahulunya bagian pintu masuk untuk penumpang sama kantor sama peron," ujarnya.

Menurut Kuat, bagian pintu yang sebelumnya terlihat seperti dibongkar sebenarnya mengalami kerusakan pada kusen. PT KAI kemudian melakukan penguatan terhadap bagian tersebut.

"Itu kemarin sebenarnya tidak dibongkar sih, itu kan sudah rusak kusennya. Lah itu dikuatkan kembali sama PT KAI," tuturnya.

Pemkab Banjarnegara, lanjut Kuat, juga telah melakukan survei ke lokasi sebanyak dua kali. Dari hasil pengecekan tersebut, pihaknya menyebut kondisi bangunan cagar budaya kini tidak lagi menjadi persoalan.

"Kita sudah dua kali survei ke sana sudah tidak ada masalah sebenarnya. Itu kan sosialisasi kita bertahap," katanya.

Kuat menyebut status cagar budaya eks Stasiun Banjarnegara ditetapkan Pemkab Banjarnegara pada 2024. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi secara bertahap kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Dia menambahkan informasi mengenai adanya pembongkaran tersebut baru diterimanya pada Jumat pekan lalu. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan pembongkaran dilakukan.

Menurutnya, bagian yang berkaitan langsung dengan bangunan cagar budaya relatif kecil. Adapun pekerjaan yang lebih besar berada di bagian belakang dan berada di luar bangunan cagar budaya.

"Sebenarnya itu kan masih sedikit, proyek yang agak banyak di belakang di luar cagar budaya. Itu yang untuk kamar mandi rencananya kalau tidak salah," pungkasnya.




(afn/apl)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork