Dua warga Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Keduanya, Denny Dwi Saputra, warga Dukuh Mrican, Desa Candi, dan Danang Heriyanto (41), warga Dukuh Dukuhan, Desa Candi diketahui membawa truk untuk mengantarkan paket ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Saya dikabari sama kakaknya Denny, WA saya, terus bilang kalau Denny kapalnya tenggelam. Habis itu saya ngabari istrinya Mas Danang. Terus syok. Ternyata di dalam kapal itu (Virgo Transport 8) ada Denny sama Mas Danang," kata Bima Wahyu Putra (31), adik kandung Danang Heriyanto, ditemui di rumah Danang, Jumat (18/9/2026).
Pantauan detikJateng, kesedihan tampak di rumah Danang. Para keluarga berkumpul di rumah tersebut.
Halaman depan yang biasa digunakan untuk warung hik atau angkringan ditata kursi, untuk menerima tamu yang hendak mengabarkan. Selain juga diterima di ruang tamu rumah tersebut. Para kerabat hingga teman-temannya silih berganti berdatangan.
Kondisi hampir serupa juga tampak di rumah Denny, yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah Danang. Sejumlah kursi plastik tampak berjajar di halaman depan rumah tersebut.
Bima mengatakan, Danang adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Ia diketahui sudah menikah dan mempunyai 3 orang anak, di mana anaknya yang sulung sudah bekerja dan baru saja dinikahkan pada Agustus lalu. Kemudian anak nomor 2 kini duduk di bangku kelas 6 SD, dan yang paling kecil, masih di sekolah TK.
Dikemukakan Bima, saat memberikan kabar bahwa kapal yang ditumpangi Denny tenggelam, kakaknya Denny juga belum mengetahui bahwa Denny berangkat ke Kalimantan dengan Danang.
Diketahui, Denny dan Danang berangkat ke Kalimantan untuk mengantarkan paket dari Jakarta dengan truk. Denny sendiri yang mengemudikan dari Jakarta.
Denny sempat mampir ke rumah saat mereka tiba di Boyolali, di mana Danang kemudian ikut bersamanya ke Kalimantan. Mereka berangkat dari Boyolali pada Kamis (10/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB menuju Kalimantan Selatan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Kirim paket dari Jakarta mau ke Banjarmasin," katanya.
Menurut Bima, pada hari Sabtu (12/9) siang sekitar pukul 11.00 WIB, Danang menghubungi istrinya untuk dibelikan voucher Wi-Fi di dalam kapal tersebut. Danang juga mengirimkan video suasana di dalam kapal.
"Mas Danang itu terakhir kontak sama orang rumah itu sekitar jam 11.00 WIB-12.00 WIB, itu minta dikirimi uang untuk beli voucher Wi-Fi di dalam kapal. Sama (mengirim) video pas di dalam kapal itu, posisi di dalam kapal itu Mas Danang tiduran sama Denny, di ruangan terbuka. Sebelum naik kapal itu juga video call sama istrinya," terangnya
Setelah mendapat kabar jika kapal yang ditumpangi Denny dan Danang tenggelam, lanjut dia, adiknya Danang juga langsung berangkat ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Namun kemudian diminta kembali pulang terlebih dahulu, sembari menunggu kabar hasil pencarian.
"Mas Danang itu sudah lama nggak berangkat nyopir. Sehariannya jualan angkringan ini, terus nggak tahu (kemarin) malah ikut Denny," tambah dia.
Lebih lanjut disampaikan dia, hingga hari ini pihak keluarga belum mendapat kabar tentang kondisi Danang dan Denny. Pihak keluarga berharap segera dapat ditemukan dan selamat.
"Kalau keluarga ya masih berat. Kalau dibilang ikhlas ya belum ikhlas, kalau mau enggak mau kan ya harus ikhlas gitu kan, Mas. Jadi ya masih berat lah. Berharap yang terbaik," ucapnya.
Sementara itu, istri Denny Dwi Saputra, Dewi Indrati, mengaku mendapat kabar kapal yang ditumpangi suaminya mengalami kecelakaan di Laut Jawa dari komunitas sopir teman-temannya Denny. Mereka datang ke rumahnya pada hari Minggu (13/9) sekitar pukul 09.30 WIB.
"Dari rumah itu berangkat hari Kamis (10/9) jam 11 malam. Bawa truk Fuso muatan paket," kata Dewi kepada para wartawan.
Dewi mengungkapkan, kontak terakhir dengan suaminya tersebut pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 00.40 WIB. Namun, telepon dari suaminya itu tidak terangkat karena sudah tidur.
"Terus saya telepon balik sudah tidak bisa dihubungi sampai sekarang," jelasnya.
Pada Sabtu siang, Denny juga mengirim pesan melalui WA ke istrinya, pamitan naik kapal. Kemudian dibalas, tapi sudah centang satu.
"Terus jam 00.26 WIB itu balesi cuma, 'Dalem Sayang'. Terus jam 00.40 WIB itu VC (video call) sudah nggak keangkat," imbuhnya.
Sekitar pukul 02.15 WIB, dirinya sempat telepon balik. Tetapi sudah tidak bisa dihubungi.
"Saya berharap segera ditemukan dengan keadaan yang selamat, bisa pulang sampai rumah lagi," harap Dewi yang menikah dengan Denny pada Desember 2025 lalu.
(apu/apl)